Iklan
Rekomendasi Film

Dokumenter Skandal Cambridge Analytica di Netflix Bikin Kamu Pengin Hapus Akun Medsos

Tonton trailer dokumenter yang bikin kita stres main medsos itu di artikel ini.

oleh Roisin Lanigan; Diterjemahkan oleh Jade Poa
23 Juli 2019, 9:10am

Redaksi i-D menyusun daftar tontonan atau bacaan menarik yang bisa kalian nikmati sepulang kerja atau kuliah. Cocok banget lah, lagi capek, leha-leha, dapat hiburan bergizi. Walaupun, salah satu rekomendasi kami justru bikin kalian makin parno mainan media sosial. berikut daftarya:

Netflix: The Great Hack

"Data adalah sumber daya paling berharga di bumi," demikian kutipan menarik dari The Great Hack. Privasimu, semua informasi tentang dirimu, dan segala hal yang kalian posting di media sosial itu lebih berharga ketimbang minyak, emas, atau uang. Dokumenter ini mendalami fakta bahwa sumber daya paling berharga di dunia, yakni informasi pribadi tiap orang, sekarang sudah dapat dieksploitasi. Bahkan, informasi itu bisa jadi senajata. Dalam dokumenter The Great Hack, duet sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim mendalami praktik eksploitasi data melalui kasus skandal data Facebook/Cambridge Analytica. Dokumenter ini membongkar bagaimana informasi kita dipersenjatai untuk tujuan politik tertentu. Gara-gara nonton film ini, kami jadi pengin cepat-cepat menghapus akun Instagram deh.

The Great Hack sudah tayang Netflix. Tonton trailernya di sini.

Buku: Rebel Writers: The Accidental Feminists

Zaman dulu, para penulis buku tidak sempat membual di Twitter dan berdebat sama hater. Mereka sibuk mendalami hal-hal yang substansial dan menuliskan pengalaman keseharian itu dalam fiksi yang memikat.

Era penulis sibuk menulis (dan bukanya medsosan melulu) pernah terjadi, sehingga sekarang kita semua bisa menikmati genre sastra feminis. Buku yang kita rekomendasikan ini adalah kajian biografi oleh Celia Brayfield berfokus pada hidup dan karya beberapa pengarang feminis dari masa lalu. Buku ini mengulas A Taste of Honey, sebuah drama yang merevolusi sastra dari dan tentang perempuan di Britania Raya, oleh penulis Shelagh Delaney yang kala itu berusia 19 tahun.

Ada pula pembahasan karir Edna O'Brien, Lynne Reid-Banks, Charlotte Bingham, Nell Dunn, Virginia Ironside dan Margaret Forster. Semakin kita mengenal nama-nama tersebut, semakin kita paham kenapa gagasan mereka mengguncang konsep-konsep tradisional soal peran perempuan dalam novel, film, televisi, esai, hingga jurnalisme. Semua nama di atas bergabung menjadi gerakan sastra yang merevolusionerkan emansipasi perempuan. Buku inspirasional ini layak kalian baca.

Rebel Writers, the Accidental Feminists terbit pada 25 Juli. Pesan bukunya di sini .

Film: Marianne and Leonard

Marianne and Leonard adalah film menghibur. Film ini menceritakan kisah cinta Leonard Cohen dan kekasihnya Marianne Ihlen. Walaupun kedua sosok itu nyata, tapi ceritanya fiktif. Sutradara Nick Broomfield mengisahkan pertemuan pertama mereka di Yunani, sampai evolusi cinta mereka saat Leonard menjadi musisi sukses. Enak banget nonton film ini. Kita tinggal duduk di ruangan ber-AC dan mendengarkan lagu-lagu Leonard Cohen yang menenangkan, dapat bonus kisah cinta yang menarik. Enak kan?

Artikel ini pertama kali tayang di i-D