Hasil Penelitian: Cumi-Cumi Bisa Jadi Sumber Plastik Ramah Lingkungan di Masa Depan

Tenang, kita enggak harus memburu cumi di seluruh dunia untuk mengganti bahan baku plastik. Yang diperlukan cuma bakteri E. Coli.

|
25 Februari 2019, 5:19am

Ubur-ubur jenis Bobtail Hawaii Foto: Chris Frazee dan Margaret McFall-Ngai

Polusi sampah plasik benar-benar merusak lautan. Selain meracuni satwa laut, limbah plastik mencemari ekosistem laut yag kaus. Ternyata sejumlah ilmuwan justru menyakini solusi mengatasi masalah sampah plastik derasal dari lautan dalam: bentuknya adalah gigi (atau tentakel) cumi-cumi.

Menurut penelitian sejumlah ilmuwan, ubur-ubur secara perlahan berhasil mengembangkan protein kompleks di lubang mangkuk penyedot yang berada di sepanjan tentakelnya. Oleh cumi, protein ini dimanfaatkan membangun squid ring teeth (SRT), lingkaran bergerigi berbahan dasar polimer yang berada di dalam organ penyedot cumi. Organ mirip tentakel itu memungkinkan cumi-cumi memegang mangsanya.

Abdon Pena-Francesh dan Melik Demirel, dua orang material scientist dari Penn State State University berkeyakinan SRT bisa diolah menjadi alternatif pengganti plastik yang mudah terurai.

1550789430282-140702111007_1_540x360
Ilustrasi konsep 'squid ring teeth'. Foto dari: ACS

Untung lah, solusi yang ditawarkan dua ilmuwan itu tak mengharuskan kita menangkap ubur-ubur dalam jumlah besar untuk diambil gigi di tentakelnya. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan Kamis pekan lalu (2/21) di jurnal Frontiers in Chemistry, tim dari Penn State University menjelaskan kalau bakteri seperti E. coli bisa direkayasa secara genetik untuk menghasilkan protein yang membuat SRT begitu lentur, kuat, dan ramah lingkungan dalam jumlah banyak.

Kelebihan SRT di atas disebabkan oleh sifat molekul penyusunnya yang unik lantaran protein penyusunnya tolak menolak satu sama lain. Kondisi ini menghasilkan struktur molekul rumit struktur yang unik.

Karena keistimewaannya, SRT sintetis bisa dimanfatkan oleh industri tekstil sehingga tak banyak bagian baju yang ambrol saat dicuci dengan mesin cuci. Ini mungkin sepele, tapi bagian pakaiannya terbawa dalam air mesin cuci ternyata adalah salah satu sumber besar polusi plastik di lautan. SRT sintetis juga bisa dimanfaatkan untuk menciptkan lapisan pelindung dari senjata biologis dan kimia, menurut tim dari Penn State University.

"Protein pada ubur-ubur bisa dimanfaatkan jadi material masa depan yang bermanfaat bagi berbagai macam bidang. Dari energi hingga biomedik, begitu juga sektor pertahanan dan keamanan," kata Demirel.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard