fesyen

Sampah Adalah Masa Depan Fesyen

Fesyen dari sampah, yang secara mengejutkan enak dilihat, sebenarnya adalah sebuah kritik keras yang disampaikan desainer Matthew Needham pada dunia fesyen.

oleh Steve Salter
21 November 2018, 11:00am

Matthew Needham, seorang kandidat pemegang gelar MA dari Central Saint Martins (CSM) adalah bagian dari generasi baru desainer fesyen yang berani mempertanyakan pendirian industri fesyen Inggris dalam hal etika dan keberlanjutan. Angka statistik yang menunjukkan industri fesyen sebagai penghasil polutan terbesar kedua di bumi bisa saja mencetuskan gerakan fesyen baru ini. Namun, yang pasti, generasi muda pelaku fesyen ini sudah kenyang melihat praktek-praktek kotor industri fesyen. Pengalaman magang di industri fesyen memacu mereka untuk kembali ke universitas dan berusaha mengubah dunia yang mereka geluti dengan berbagai cara. Bagi Matthew Needham cara yang tepat adalah dengan membayangkan kembali cara kita memandang dan mendaur ulang sampah.

Seperti yang dijelaskan Osman Ahmed baru-baru ini kepada i-D dalam edisi The Earthwise Issue, saban tahun “industri feysen menghasilkan 100 hingga 150 miliar buah sampah. Padahal, jumlah penduduk Bumi hanya sekitar 7 miliar orang.” Belum lagi, baru-baru ini terungkap bahwa brand-brand fesyen menghancurkan barang-barang fesyen bernilai miliaran dollar saban tahunnya. Awal tahun ini, masalah sampah fesyen ini jadi sorotan publik setelah Burberry kedapatan menghancurkan produk fesyen dan kosmetiknya senilai lebih dari Rp560 miliar untuk mengatasi masalah pemalsuan produk. “Manusia memang cenderung baru memperhatikan sesuatu setelah masalahnya sudah kelewat kritis dan membahayakan,” jelas Matthew. Bagi generasi desainer baru ini, menyuarakan perubahan tidak cukup lagi—apalagi cuma membayangkannya. Yang perlu dilakukan adalah menjadi perubahan itu sendiri.

Matthew need creates fashion out of environmental waste and luxury deadstock fabrics.
‘Man and his man-made future’. Desain oleh Matthew Needham. Semua perhiasaan oleh Matthew Needham x Luke Smith, kecuali jika ada keterangan tambahan. Semua sepatu oleh Matthew Needham x Brook Sigal, kecuali jika ada keterangan tambahan.

“Saya percaya agar kita bisa menggunakan platform fesyen secara kreatif untuk benar-benar mewujudkan perubahan, kita harus terlebih dulu menunjukkan apa yang salah dan memberi contoh perubahan yang kita inginkan,” jelasnya. Sebagai desainer yang mendapatkan bisa mengecap bangku kuliah berkat beasiswa dari British Fashion Council dan Kering Sustainability Scholarship, Needham bisa saja memilih belajar dengan tenang di kelas-kelas CSM. Akan tetapi, dia memilih opsi lain: memanfaatkan fesyen sebagai platform untuk membicarakan, mengemukakan protes dan menunjukkan bahwa apa yang dia percaya bakal mengubah wajah fesyen selamanya. “Ini ada hubungannya dengan pemikiran bahwa kita harus menjadi pionir dan mengeluarkan opini untuk mengubah cara industri fesyen bekerja sejak dua abad lalu. Ini yang harus kita lakukan, selagi kita belum terikat dengan rencana usaha dan skema marketing apapun. Kita punya kewajiban menyuarakan apa yang kita anggap benar dan publik harusnya memperhatikan kami.”

Matthew Needham's flytipped fashion.
Fotografi oleh Alessandro Raimondo. Desain set Anna Sharon. Pengarah gaya Matthew Needham dan Luke V Smith. Asisten pengarah gaya Clara Schmermund. Tata rambut Liam Russell. Make-Up Rebecca Davenport.

Kini, Needham menarik perhatian pada masalah produksi berlebihan di industri fesyen. Saat dia magang di Paris, dia mengalami realisasi kreatif setelah manyaksikan secara langsung betapa hancurnya sistem produksi. “Saat aku bekerja di Paris itu pertama kali aku melihat betapa besarnya jumlah sampah yang dihasilkan industri fesyen, dan aku mengerti sejauh mana merek-merek fesyen mengabaikan masalah ini,” Dari menyimpan berton-ton bahan yang tak terpakai di gudang, hingga membatalkan koleksi sample pada detik terakhir, keputusan desain yang tidak mempertimbangkan semua faktor berdampak buruk pada bumi kita. “Bagian besar dari prosesku terdiri dari menganalisa sebuah bahan dan memutuskan bagaimana aku bisa memanfaatkannya, membuat pengancing baru, dan memanipulasi bahan daripada memesan bahan baru dengan warna tertentu. Semuanya tentang kompromi. Menantang sistem ini dengan mengambil risiko menjadi tujuanku. Pengalaman ini menjadi katalisator yang menantang ungkapan kreatifku. Melihat proses produksi dengan mataku sendiri memberiku pengertian baru tentang pentingnya membuat keputusan dengan mempertimbangkan semua faktor.”

Matthew Needham's flytipped fashion.
Fotografi oleh Alessandro Raimondo. Desain set Anna Sharon. Pengarah gaya Matthew Needham dan Luke V Smith. Asisten pengarah gaya Clara Schmermund. Tata rambut Liam Russell. Make-Up Rebecca Davenport.

Membuat keputusan secara sadar mendorong Needham untuk merancang koleksi BA menggunakan sampah lingkungan, termasuk aspal atap, sampah yang dibuang secara ilegal, dan wol Chanel yang didaur ulang. “Sepanjang proses pembuatan koleksi ini, aku mengubah cara aku melihat dunia,” ujarnya. “Koleksi ini merupakan komentar mengenai bagaimana manusia telah kebiasaan menikmati kemudahan dan kenyamanan, yang merugikan kemasyarakatan, kebudayaan, dan industri kreatif –– mencari solusi mudah untuk masalah, dibandingkan melihat apa yang kita sudah mempunyai dan bagaimana kita bisa memanfaatkan sumber daya yang sudah ada.” Dalam delapan belas bulan sejak Needham menutup pertunjukan pers CSM BA, dia telah bekerjasama dengan Orsola de Castro di Fashion Revolution dan mengajar Fashion Foundation Pathway di Universitas Kingston dan BA di CSM, dan niatnya untuk memanfaatkan materi dan bahan yang sudah ada terus meningkat.

Matthew Needham creates fashion out of trash.
Fotografi oleh Alessandro Raimondo. Desain set Anna Sharon. Pengarah gaya Matthew Needham dan Luke V Smith. Asisten pengarah gaya Clara Schmermund. Tata rambut Liam Russell. Make-Up Rebecca Davenport.

Bekerjasama dengan fotografer London Alessandro Raimondo dan perancang set Anna Sharon, Needham telah memotret lookbook baru untuk menunjukkan evolusi rancangannya. “Koleksi ini dirancang dengan tujuan memamerkan secara visual sebuah cara berpikir alternatif dan menambah nilai pada bahan-bahan yang kita tidak menganggap berharga. Tapi bagi diriku sendiri, kreatifitas itu menambah nilai. Jadi ini melampaui sisi etikanya proyek ini -- aku hanya berusaha untuk mengubah cara kita memikirkan harta benda kita dan mempertanyakan cara kita diajar untuk merasa kegirangan ketika membeli sesuatu baru.”

Matthew Needham is reimagining fashion's waste.
‘Man and his man-made future’. Desain oleh Matthew Needham. Semua perhiasaan oleh Matthew Needham x Luke Smith, kecuali jika ada keterangan tambahan. Semua sepatu oleh Matthew Needham x Brook Sigal, kecuali jika ada keterangan tambahan.

Sembari Needham terus mengembangkan prakteknya, dia juga berfokus pada aksi merevolusionerkan industri fesyen. “Selama dua atau tiga tahun terakhir ada apresiasi baru untuk para kreatif yang menangani masalah sampah global. Kami mempunyai suara dan kebebasan untuk menarik perhatian pada isu ini dan berjuang demi kepercayaan kami. Kami harus beraksi sekarang.”

Saran apa yang Needham ingin berikan kepada generasi mahasiswa fesyen berikutnya? “Pikirkan baik-baik segala hal yang kamu lakukan, pertanyakan segalanya, dan lakukan investigasi.” Dan apa yang dia sekarang tahu, yang dia ingin ketahui sebelumnya? “Bahwa sampah itu masa depan fesyen.”

Matthew Needham creates fashion out of rubbish.
‘ ‘Man and his man-made future’. Desain oleh Matthew Needham. Semua perhiasaan oleh Matthew Needham x Luke Smith, kecuali jika ada keterangan tambahan. Semua sepatu oleh Matthew Needham x Brook Sigal, kecuali jika ada keterangan tambahan.