Tak Ada Jalan Bagi Mantan PM Malaysia Najib Razak Lepas dari Dakwaan Korupsi

Sosok berpengaruh itu didakwa menggelapkan setara Rp24,2 triliun dana pemerintah Negeri Jiran. Total ada 38 dakwaan jaksa yang menjeratnya. Hampir pasti dia akan masuk bui.

|
25 Oktober 2018, 12:36siang

Foto Najib Razak sesudah diperiksa jaksa oleh Lai Seng Sin/Reuters

Najib Razak, mantan perdana menteri yang dilengserkan oposisi tahun ini, resmi didakwa dengan pasal berlapis atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Jaksa, dalam persidangan Kamis (25/10), menyatakan Najib terlibat upaya sistematis penggelapan dana pemerintah senilai 6,6 miliar Ringgit (setara Rp24,2 triliun). Nominal fantastis itu terutama bersumber dari skandal bangkrutnya badan usaha milik negara 1MDB yang sudah mencuat sejak dia masih menjabat. Skandal itu disebut megakorupsi paling kontroversial sepanjang sejarah Malaysia.

Najib, bersama penasehat keuangannya Mohd Irwan Serigar Abdullah, berkukuh tidak merasa bersalah dan menolak dakwaan jaksa. Pengacara keduanya mengklaim baik Najib ataupun Irwan tidak menggelapkan, melainkan "merealokasi anggaran", dalam rangka membantu 1MDB lepas dari jerat utang.

Namun jaksa bergeming. Mereka menemukan bukti-bukti sahih bahwa dana dari lima pos anggaran pemerintah, totalnya mencapai 1 miliar Ringgit, dipindahkan ke rekening pribadi para pejabat, termasuk Najib. Jika dakwaan jaksa dikabulkan hakim, hanya dari satu tuntutan saja Najib dan Irwan terancam hukuman 20 tahun penjara. Ditambah pasal-pasal lainnya, yang secara total mencapai 38 dakwaan, maka hukuman mantan perdana menteri itu bisa bertambah dengan denda, serta hukuman cambuk.

Najib sulit melepaskan diri dari potensi dibui. Jaksa sudah mempersiapkan tuduhan berlapis, mencakup dakwaan pencucian uang, penipuan, serta korupsi. Tim jaksa ini berada di bawah naungan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), lembaga ad-hoc yang dibentuk oleh Perdana Menteri saat ini, Mahathir Mohamad. Mahathir, politikus gaek 93 tahun yang terpaksa turun gunung atas permintaan oposisi, berjanji akan mengembalikan semua aset negara yang digasak Najib bersama kroni-kroninya di Partai Barisan Nasional (UMNO). Setelah menang pemilu, Mahathir benar-benar memenuhi janji tersebut. Padahal Najib dulunya adalah anak didik Mahathir dalam dunia politik.

Dalam jumpa pers Juni lalu, Mahathir mengklaim bahwa aparat hukum sudah memiliki semua bukti untuk menjerat Najib. Indikatornya, semua dokumen yang menjadi dasar pengalihan dana 1MDB diteken langsung oleh PM. "Tidak mungkin ada yang berani melakukan pemindahan anggaran tanpa sepengetahuan [Najib], tanda tangannya sangat berpengaruh dalam semua transaksi 1MBD," kata Mahathir. Karena itulah, Mahathir percaya juniornya di Barisan Nasional ini "bertanggung jawab penuh" atas dugaan megakorupsi.

Bukan cuma jaksa Malaysia yang mencium aroma busuk penggelapan. Kejaksaan Amerika Serikat sejak tahun lalu juga sudah menyatakan ada penyalahgunaan dana 1MDB yang terjadi di wilayah yuridiksi mereka. Berdasar penyelidikan kejaksaan AS, total ada US$4,5 miliar dana dari 1MDB yang dialirkan ke politikus UMNO, bankir kroni pemerintah, serta banyak pejabat lain. Sementara US$700 juta masuk ke rekening pribadi Najib.

Dana besar itu kemudian diputar untuk investasi pribadi dan membeli barang-barang mewah. Salah satu temuan jaksa AS adalah dana hasil penggelapan 1MDB dipakai untuk mengongkosi pembuatan film The Wolf of Wall Street serta Dumb and Dumber To. Selain itu, keluarga Najib diduga kuat membeli kapal yacht mewah dengan uang haram tadi, yang sempat ditemukan bersandar di pelabuhan Indonesia. Itu belum termasuk pembelian properti di New York, Beverly Hills, dan London, serta perhiasan senilai US$1,8 juta yang diberikan anak Najib kepada model Miranda Kerr.

Selama lima tahun terakhir, Najib selalu berusaha menepis kecurigaan publik, bahwa dia, bersama keluarga dan kroni-kroninya, telah menyalahgunakan uang negara. Bahkan, ketika terbukti ada aliran dana US$700 juta masuk ke rekening pribadinya, Najib mengaku duit itu adalah hibah dari koleganya di Kerajaan Arab Saudi. Kesabaran rakyat Malaysia akhirnya habis, ketika media berhasil menyorot kebiasaan istri Najib, Rosmah Mansor, membeli tas mewah merek Birkin. Kabar istri Najib gemar membeli tas yang harga satuannya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar itu menjadi bola salju. Dampaknya langsung terlihat saat pemilu digelar 9 Mei lalu. Koalisi partai oposisi, Pakatan Harapan, menang telak, mengakhiri dominasi Barisan Nasional yang berkuasa sejak Malaysia merdeka.

Saat diwawancarai VICE, banyak pemilih di Malaysia sebetulnya masih percaya pada Najib menjelang pemilu. Namun ketika beredar bukti Rosmah gemar beli tas mewah, sementara ekonomi Malaysia sedang goyah, kesabaran mereka habis. Istri Najib juga tidak bisa kabur dari dakwaan jaksa. Rosmah didakwa terlibat upaya pencucian uang. Seperti sang suami, ia menolak semua dakwaan tadi dan merasa tidak bersalah.

Dari semua kisruh 1MDB yang menyeret Najib, jaksa sebetulnya mengincar buruan yang lebih kakap: Jho Low, seorang investor yang menjadi otak megakorupsi tersebut. Low adalah orang yang sempat jadi operator keuangan Najib saat masih menjabat PM. Low sampai sekarang masih kabur ke luar negeri. Namun melalui situs pribadinya, dia mengklaim tidak ikut-ikutan sama sekali soal pengalihan dana 1MDB. "Biar saya perjelas, saya tidak bersalah," tulisnya.

"Foto saya sudah dipajang di seluruh dunia, termasuk di jalanan Kuala Lumpur, seakan-akan saya ini maling," imbuh Low dalam tulisan blog tersebut. "Tapi saya meminta semua orang, termasuk pengadilan, jaksa, dan masyarakat umum, tolong agar tidak mengadili saya sebelum semua bukti terkuak."

Mahathir berulang kali mendesak Low agar kembali ke Malaysia dan membantu penyelidikan, kalau memang merasa tidak bersalah. Masalahnya, Low juga mustahil memenuhi imbauan itu. Jaksa menduga dia adalah aktor utama yang membagi-bagikan dana sebesar US$4,5 miliar dari 1MDB kepada berbagai pihak. Tapi kesaksiannya tetap dibutuhkan, karena sebagian dana yang belum terlacak kemungkinan ia ketahui keberadaannya.

Kini, aparat di Negeri Jiran bergerak memburu Low. Mantan Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, yang tiga tahun lalu dipecat Najib karena mengkritik skandal 1MDB, adalah salah satu yang paling bersemangat memulangkan Low. Buronan ini diduga kuat kabur ke Tiongkok. "Saya akan memburu dia sampai ke ujung dunia," kata Hussein, sembari mengatakan kalau dia punya banyak jaringan di Tiongkok yang siap membantu.

"Saya pikir semua rakyat Malaysia ingin tahu fakta sebenarnya dari kasus ini," kata Hishammuddin saat menggelar jumpa pers. "Untuk bisa memperoleh fakta secara lengkap, tak ada jalan lain, Low harus dipulangkan ke Malaysia dan menghadapi pengadilan."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

More VICE
Vice Channels