Mari Mengenang Sepatu Hibrid Paling Jelek Sepanjang Sejarah

Jangan salah, sepatu yang bikin kita mimpi buruk gitu ada banyak lho.

|
Jul 10 2018, 2:06pagi

Brand fesyen Dsquared2 pernah merilis sepatu kets yang pakai hak untuk runway musim semi / musim panas 2019. Tak berapa lama, Majalah Vogue mengajukan pertanyaan yang ada di pikiran kita semua: apakah ini kandidat “sepatu paling jelek sepanjang masa?”

Terinspirasi oleh sejarah panjang sepatu-sepatu mash-up atawa hibrid jelek, sepatu rancangan Dsquared2 menampilkan bingkai lampu neon, terinspirasi dari sneaker, dan tali pengikat. Instagramnya dengan tepat menamai sepatu-sepatu ini “The Giant Heels”, dan mereka akan tersedia dalam berbagai warna dan gaya tahun depan. Sepatu bergaya Transformers ini ebih lanjut menegaskan kebenaran bahwa industri fashion menyukai sepatu hibrida, dan semakin buruk rupanya, semakin baik.

Beberapa pertanyaan muncul ketika melihat sejarah panjang dan menyimpang dari mode sepatu hibrid. Kenapa sih manusia tidak merasa puas membuat satu jenis sepatu saja? Apa yang mendorong kita untung mengawinsilangkan sepatu sebagaimana yang kita lakukan pada anjing-anjing? Dan akhirnya, apakah ini sudah keterlaluan? Atau justru kurang jauh?

Meski kita mungkin memerlukan analisis psikologis yang mendalam soal otak manusia untuk mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, yang kita tahu adalah bahwa kecintaan industri fashion dengan sepatu hibrida akan tetap ada. Adapun “The Giant Heels” menjadi “sepatu terjelek sepanjang masa,” ada beberapa pilihan throwback yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan gelar itu.

Karena keburukan itu subyektif ada di mata orang yang melihatnya, berikut kami urutkan daftar ini sesuai tahun sepatu terbusuk dirilis.

Coba kalian putuskan, mana yang paling busuk?

Image via eBay

Adidas Kobe Two Sneaker
Dilabeli “sepatu kets terburuk dalam sejarah” oleh banyak orang, Kobe Two dirilis pada tahun 2001 bekerja sama dengan Audi. Sepatu ini sangat jelek sehingga Kobe Bryant sendiri kembali mengenakan Kobe One selama NBA Finals tahun itu, dan segera setelah beralih ke Nike sebagai sponsor sneaker-nya.

Jean Paul Gaultier 1977 Les Plongeuses Fin-Heels
Untuk pertunjukan musim semi / musim panas 07, Gaultier menciptakan banyak hits terbesarnya. Salah satu hit itu termasuk pakaian renang one-piece berkerudung tahun 1977 milik desainer Perancis. Dia memasangkan ini dengan sirip high-heel yang ikonik namun tidak praktis dalam hibrida bertema pantai.

Image via Getty



Adidas x Jeremy Scott “Teddy Bears”
Jeremy Scott pertama bermitra dengan Adidas Originals pada tahun 2008, membawa “Teddy Bears” ke runway pada tahun 2010. Scott dikenal karena desainnya yang liar, dan hibrida mainan-sneaker lembut ini adalah hal langka lalu bikin siapapun ternganga. Kok bisa ada yang mengira ini ide bagus?

Image via Getty

Desain khusus Giuseppe Zanotti untuk sepatu Rihanna
Jika ada yang bisa cocok pakai sepatu bot setinggi paha yang dikaitkan ke ikat pinggang, itu Rihanna. Boots ini dirancang khusus, memakan waktu pembuatan hampir tiga bulan, dan digunakan untuk tur promosi album ANTI di tahun 2016.

Photography Mitchell Sams

Balenciaga “pantashoe”
Desain “pantashoe” Balenciaga yang ikonik adalah perpaduan sempurna antara chic dan aneh. Memulai debutnya di Paris Fashion Week tahun lalu, sepatu lateks yang terinspirasi era 80-an ini lumayan praktis, kamu gak akan kehilangan sebelah sepatu.

Courtesy Yves Saint Laurent

Saint Laurent Stiletto Roller Skates
Anthony Vaccarello merilis sepatu hak stiletto ini sebagai bagian dari koleksi musim gugur ‘17 Saint Laurent di musim pertamanya sebagai direktur kreatif. Karena berjalan di atas stiletto saja sudah cukup sulit, apalagi sepatu ini. Dipakai oleh orang-orang seperti Rihanna dan Céline Dion, sepatu-sepatu ini dijual seharga US$ 1.995.

Image courtesy Hood by Air

Hood Air x Frye double boot
Mengapa punya satu boot kalau kamu bisa punya dua? Sepatu boot barat berwajah ganda ini memulai debutnya di pagelaran Hood oleh Air x Frye musim semi / musim panas 17, menampilkan dua jari kaki runcing dan kulit berwarna cerah.

Image via Nordstrom

Stoking plus sepatu kulit dari Gucci
Gucci pertama merilis versi singkat dari boot “Ilse” di Nordstorm pada awal tahun 2017, merilis versi yang lebih lama di akhir tahun itu. Gagal mengenali berbagai nuansa “nude”, gaya ini jelas tidak inklusif dan, terus terang, sangat jelek.

Image via Getty

Sepatu heels Christopher Kane
Pikirkan hak tetapi dengan beberapa spons cuci piring di antara jari-jari kaki dan sepatu. Hibrida ini memulai debutnya di acara musim gugur / musim dingin 2017.

Image via Getty

Balenciaga “Foam” platform Crocs
Siapa yang bisa melupakan ketika Balenciaga membuat Crocs chic dengan memberi mereka platform 4 inci untuk koleksi musim semi / musim panas mereka. Disebut “Foam”, kolaborasi antara rumah mode prestisius utama ini dan pabrikan sepatu yang dicintai oleh ibu-ibu dan tukang kebun adalah momen mode yang sangat buruk.

UGG / Y/Project thigh-high UGG boots
Dalam kolaborasi lain yang tak terduga, Y/Project tahun ini bekerja sama dengan UGG untuk membuat sepatu shearling setinggi paha. Sepatu ini memiliki tumit stiletto, kaki lebar, dan lapisan cozycore yang sama yang kita semua kenal dan cintai.

Rombaut Boccaccio Cowboy Sneaker
Rombaut sempat merilis sepatu bot koboi ini lewat Instagram merek yang berbasis di Paris itu. Berawal sebagai lelucon dan baru-baru ini dikenakan dalam tur oleh Tommy Cash, hibrida kulit vegan ini terlalu liar bagi kebanyakan orang, terjual sangat sedikit dalam peluncuran pertama mereka di showroom Rombaut.

Image via Nike

Nike Banassi “Fanny Pack” slides
Nike benar-benar ikutan bikin sepatu hibrida dengan merilis sandal Banassi “Fanny Pack”. Menggabungkan dua tren favorit kami, tas pinggang dan sandal, mashup ini adalah barang musim panas yang harus dimiliki semua orang.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D

More VICE
VICE Channels