Investigasi Arti Julukan 'Mamah Muda': Apakah Ini MILF Versi Indonesia?
Ilustrasi mamah muda oleh Ilham Kurniawan.
Obyektifikasi Perempuan

Investigasi Arti Julukan 'Mamah Muda': Apakah Ini MILF Versi Indonesia?

Batas antara obyektifikasi atau sebutan netral pada perempuan muda yang punya anak, beda-beda tipis. Kami meminta tiga perempuan menilai istilah yang semakin populer itu.
23 Mei 2017, 10:40am

Apa ya penyebab banyak orang di Indonesia terobsesi pada sebutan 'mamah muda'? Cukup sulit menyelidiki kapan istilah ini ramai digunakan dan siapa yang mempopulerkannya tiga tahunan terakhir. Setidaknya jika kita mencatat pemakaiannya sekarang, mamah muda cenderung menjadi seksualisasi dan obyektifikasi perempuan yang telah memiliki anak, namun kondisi fisiknya masih prima. Maknanya bukan lagi pujian buat perempuan, melainkan bergeser jauh menjadi obyek fantasi seksual kolektif yang aneh. Sampai ada postingan di situs jurnalisme warga yang menjabarkan keunggulan mamah muda dibanding gadis abege.

Selain itu, coba simak saja judul-judul berita berikut ini: "Mamah Muda Rela Jual Tubuh Layani Seks Tiap Pria Demi Kecantikan"; "10 Mama Muda Paling Menawan se-Indonesia Bikin Cowok Megap-Megap"; atau "Mama Muda Ini Tak Kapok Tidur Bareng Selingkuhan".

Sialnya, beragam platform media melanggengkan tafsiran baru soal mamah muda. Banyak guyonan tak lucu yang beredar di grup whatsapp alumni sekolah sering menyinggung istilah 'mahmud abbas' (mamah muda anak baru satu). Semacam kombinasi lelucon menyerempet seksis sekaligus parodi nama pemimpin Otoritas Palestina. Absurd? Kami aja juga bingung kok.

Untuk membuktikan popularitas istilah ini dalam pemakaian berkonotasi seksual, mari kita tengok kasus April lalu, ketika Polres Dumai di Provinsi Riau mengungkap jaringan bisnis prostitusi online. Para mucikari itu mempekerjakan 20 perempuan yang selanjutnya terkuak sebagai korban perdagangan manusia. Akun prostitusi online di medsos BIGO Live jaringan tersebut diberi nama, yak, apalagi kalau bukan "Mama Muda".

Penyanyi dangdut yang tampaknya selalu peka pada isu-isu populer semacam ini, segera ikut serta dalam arus pemakaian dan pemaknaan baru Mamah Muda. Penyanyi Melinda merilis lagu dangdut tahun lalu diberi judul singkat, padat, jelas, bertajuk: "Mamah Muda". Lirik lagunya menggambarkan tokoh 'aku' sebagai mama muda yang sedang menggoda seorang lelaki—yang ngebet menjadikannya istri kedua—karena dia adalah mamah muda yang digilai banyak orang.

"aku tau… //kau mencari mamah muda //kau mendekati merayu-rayu menggoda aku tau… // kau mencari mamah muda // aku tau kamu tak betah dirumah kau dekati diriku // untuk menjadi mamah muda // kau rayu aku // untuk jadi madunya."

(P.S: ada banyak lagu dangdut lain, termasuk dari skena Pantura dan Banyuwangi, yang jauh lebih oke dari lagu ini).

Dalam video klip di atas, Melinda berkeliling kota, menarik perhatian banyak lelaki yang tergoda melihat penampilannya. Beberapa pria sampai mengusung poster, selain mempromosikan lagu ini, juga melakukan upaya seksualisasi terhadap Melinda—yang barangkali bisa kita anggap citra mamah muda ideal dalam bayangan penggemar istilah mahmud abas. Kira-kira begitu.

Intinya, istilah ini bikin kami penasaran. VICE Indonesia mengajak bicara tiga perempuan muda yang sudah menikah dan kini mengasuh anak. Kami mencari tahu seperti apa reaksi mereka saat mendengar istilah "mama muda" di masa kini yang cenderung multitafsir dan merendahkan.

Ixora Tri Devi, 27, Narablog

Seperti apa perasaanmu menjadi ibu di usia muda?
Saya jadi ibu di usia 25 tahun, katanya sih di usia 25 tahun itu tubuh sudah "matang", maksudnya saya sudah enggak terlalu "muda". Kalau kebanggaannya mungkin sama dengan setiap ibu, ibu "tua", ibu "muda", ibu satu anak, ibu lima anak, ibu guru: bangga karena bisa memberi ruang untuk kehidupan.

Di Indonesia sebutan "mamah muda" sedang populer. Menurut kamu apakah istilah ini mengalami pergeseran dan terkesan mengobyektifikasi perempuan?
Kayaknya emang dari awal emang sexualizing kan ya? Istilah hot mom atau mama muda atau mahmud, mungkin setara dengan MILF di Amerika ya? Kalau benar hot mom dan mama muda sebenarnya eufemisme dari MILF, berarti [istilah] ini emang dibikin atas dasar fantasi kalangan tertentu tapi kemudian mungkin sekarang jadi lebih casual penggunaannya.

Pernah ga mengalami dampak buruk gara-gara sebutan mamah muda? Contohnya, jadi candaan orang barangkali?
Sejauh ini temen-temen yang menyebut kata "mama muda" ke saya adalah teman-teman baik, beberapa juga perempuan atau ibu. Maksudnya memang lebih ke menggoda sih, tapi saya baik-baik aja kalau yang bilang sesama perempuan. Tapi saya lebih kesel sama orang di dunia nyata yang masih catcall walaupun saya lagi gendong anak beberapa kali terjadi waktu saya di Indonesia. Pengalaman saya waktu di Indonesia catcall-nya belum "euy mahmud euy.." tapi lebih yang oldschool. Kalau ada segerombolan laki-laki catcall pake kata "mahmud.. hot mamah" pasti lebih kesel daripada kalau temen yang cuma menyatakan kenyataan kalau saya memang sudah jadi mama dan (masih) muda.

Artinya, jika mendengar "mamah muda" lebih banyak unsur merendahkan perempuan atau malah pujian?
Tergantung konteks sih, siapa yang bilang, pada saat apa. Hehehe. Sejauh ini saya anggap lebih ke "menggoda". Hmm apa ya Bahasa Indonesia yang paling tepat untuk teasing, jadi menurutku belum ke "bully".

Bagaimana kamu melihat tren media masa kini ikut memakai istilah mamah muda untuk fantasi seksual tertentu?
Ini yang bikin kesel, tapi apa sih yang engga dikomodifikasi sama media sekarang? Misalnya, "Lima penjual pecel lele paling cantik di Jakarta", "Sepuluh ibu berbadan seksi di Antariksa". Semuanya emang dibikin atas fantasi mereka. Kaya engga ada yang bisa dibicarakan selain cantik dan seksi. Hahaha…

Fanni Imaniar, 29, Pekerja Swasta

Apa sih kebanggaan terbesar buatmu menjadi ibu di usia muda?
Kebanggaan terbesar menjadi ibu muda adalah di usia yang bisa dibilang masih menjadi prime time wanita ini, saya bisa berjuang belajar membagi peran, baik sebagai ibu, istri, pekerja profesional, dan juga sekaligus bagian dari masyarakat. Memang masih jauh dari sempurna. Tapi saya bisa dengan bangga mengatakan, saya sudah memulai itu semua dalam usia di bawah 30 tahun.

Kamu ngerasain ga mulai ada pergeseran istilah "mama muda" dari yang awalnya pujian jadi terkesan sexualizing?
Iya, saat ini ada pergeseran berbau seksual terhadap kata "Mama Muda". Tapi tidak heran. Istilah tersebut saya rasa bergerak sesuai perkembangan budaya dan lifestyle perempuan saat ini. Khususnya di Ibu kota.

Menurutmu kenapa maknanya sekarang bergeser?
Dulu mama muda identik dengan gadis menikah muda dan tidak lama setelah itu punya anak, tapi kehidupan sehari-harinya lebih banyak dihabiskan di rumah. Sebagian besar dari mereka jarang merawat diri sendiri serutin saat mereka masih gadis dengan alasan tidak ada waktu. Namun saat ini, karena adanya perkembangan teknologi yang juga mendukung, perawatan bagi diri sendiri bisa dicapai dalam waktu tidak lama. Sehingga bagi para wanita yang sudah menjadi Ibu memiliki alasan tetap bisa menjaga their healthy and beauty lifestyle, sekaligus berusaha membagi waktu dengan prioritas mereka masing-masing. Baik keluarga maupun pekerjaan. Kalau dilihat secara psikologis.

Terutama untuk lawan jenis, melihat bagaimana perempuan bisa tetap menjaga kecantikan mereka dengan status sudah memiliki anak, tampaknya mendatangkan kenikmatan tersendiri. Terutama secara visual, ya. Sehingga inilah yang menjadi akar dari budaya sexualizing para ibu muda. Normal. Sama seperti budaya sexualizing gadis SMA yang fisik dan pergaulannya tumbuh lebih cepat daripada umur mereka yang sebenarnya. Masalahnya kalau ke anak SMA, jadi ilegal karena di bawah umur. Sementara ke ibu muda, legal. Para ibu tidak bisa menuntut secara hukum. Kecuali ada bentuk kekerasan verbal dan fisik langsung yang merugikan mereka dan keluarga.

Bagaimana sebaiknya para ibu muda bersikap kalau ada yang memanggil "mamah muda"?
Menurut saya itu harus menjadi catatan untuk kami para ibu muda. Bagaimana kita masing-masing ingin dilihat oleh masyarakat saat ini. Anda ingin punya imej sebagai ibu muda yang sederhana dan bersahaja? Anda ingin punya imej sebagai ibu muda yang masih gaul dan memiliki lifestyle yang tidak kalah aktifnya dengan gadis remaja? Atau anda ingin punya imej sebagai ibu muda tipikal MILF bagi pria-pria di luar sana? Pilihan ada di kita masing-masing. Kita berada dalam zaman di mana kita bebas menentukan ingin dilihat seperti apa oleh orang lain.

Lury Prastianty, 28, Jakarta, Pekerja Swasta

Apa sih kebanggaan terbesarmu sebagai ibu muda?
Anakku usianya baru 22 bulan. Jadi seorang ibu memang bagi sebagian perempuan ya sudah sewajarnya. Soalnya kalau menurut saya punya anak di usia muda lebih bisa menikmati waktu bersama anaknya. Karena secara usia masih muda dan masih bisa main sama anaknya.

Menurutmu, apakah terjadi pergeseran makna julukan 'mamah muda' yang sekarang menonjolkan sisi seksualitasnya saja?
Saya enggak setuju. Karena jujur, saya sendiri pun sering dibilang "Mahmud". Saya sih tidak menganggap itu negatif. Panggilan tersebut muncul karena sekarang ini mungkin banyak perempuan muda yang memutuskan menikah dan punya anak. Makanya jadi terciptalah panggilan tersebut.

Pernahkah kamu mengalami situasi kurang enak karena dicap "mamah muda"?
Engga sih, biasa saja. Memang saya masih muda dan sudah punya anak. Pujian juga bukan. Memang buat saya tidak jadi sesuatu yang berarti sih dipanggil mamah muda itu. Ya karena memang faktanya saya masih muda. Bahkan ada beberapa orang yang enggak percaya saya sudah punya anak. Teman-teman kantor saya pun suka manggil "mamah muda".

Kalau dilihat dari fenomena secara keseluruhan misalnya di internet, saat kita search di google image pakai kata kunci 'mamah muda', yang keluar justru hal-hal berbau fantasi seksual. Bagaimana kamu melihat fenomena itu?
Kalau menurutku orang yang membuat istilah tersebut bergeser, pikirannya sempit yah. Itu efek dari, namanya juga perempuan, masih mudah tapi dia sudah jadi seorang ibu. Sekarang cap jadi seorang ibu kan bukan cuma yang pakai daster. Sekarang secara penampilan pun sudah banyak ibu-ibu baik yang muda ataupun yang sudah berumur penampilannya semakin oke lah. Mungkin dari situ, makanya orang-orang banyak yang mengambil istilah mamah muda itu jadi negatif. Foto-foto di internet engga ada yang sama anaknya, menurutku itu hanya orang-orang yang berpikiran sempit yang enggak ngerti makna "mamah muda" yang sebenarnya. Meskipun menurutku awalnya istilah "mahmud" juga bukan karena foto-foto yang mengandung unsur seksualitas. Itu bikinan sebagian orang aja yang punya fantasi demikian.