Manusia Sukses Memotret Lubang Hitam Untuk Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah
Inilah penampakan lubang hitam. Foto oleh EHT 
Peristiwa Bersejarah

Manusia Sukses Memotret Lubang Hitam Untuk Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah

Proyek Event Horizon Telescope akhirnya sukses memotret lubang hitam, lebih dari seabad setelah Albert Einstein menulis teorinya. Katie Bouman jadi astronom perempuan berjasa memimpin tim ilmuwan tersebut.
11 April 2019, 11:30am

Siapa sih yang belum tahu Lubang Hitam? Sebagian besar dari kita pasti pernah mempelajarinya sewaktu sekolah dulu. Lubang hitam akan menyerap apa pun yang ada di sekitarnya, termasuk cahaya. Objek ini lalu menciptakan riak-riak dalam struktur ruang waktu, dan bisa saja ditemukan di dekat Galaksi Bima Sakti.

Namun, tak ada satu pun yang pernah melihat bentuknya sejak Albert Einstein berteori tentang lubang hitam lebih dari seabab lalu. Berkat kerja keras para ilmuwan hebat, akhirnya umat manusia bisa menyaksikan sendiri lubang hitam.

Para ilmuwan dari seluruh dunia bertemu dalam konferensi pers, Rabu (10/4) di AS, Belgia, Chile, Taiwan dan negara-negara lainnya. Semuanya sama-sama mengungkapkan foto pertama lubang hitam.

"Kami ingin melaporkan kepada kalian semua bahwa kami baru saja melihat apa yang selama ini kita pikir tidak bisa dilihat," kata Shep Doeleman, direktur proyek Event Horizon Telescope yang mengabadikan gambar lubang hitam, dalam konferensi pers National Science Foundation di Washington, DC.

Sang fotografer lubang hitam itu adalah Katie Bowman, astronom perempuan yang mengoperasikan proyek Event Horizon. Dia sekaligus programmer yang merancang komputer agar punya kemampuan memproses foto obyek luar angkasa semassif lubang hitam—dengan mengumpulkan hasil observasi berbagai teleskop dunia.

Gambarnya menangkap cakrawala peristiwa dari lubang hitam—yang merupakan penghalang antara ruang interior dan eksterior lubang hitam. Itu adalah titik di mana cahaya tidak mungkin keluar dari lubang hitam, yang kemudian menginspirasi judul film horor terbaik Sam Neill.

Lubang hitamnya dipotret menggunakan data teleskop di seluruh dunia. Event Horizon Telescope sebenarnya adalah kumpulan dari berbagai teleskop. Seluruh dunia seolah-olah diubah menjadi satu teleskop raksasa yang diarahkan ke galaksi Messier 87, lokasi lubang hitam yang diamati. Upaya ini memungkinkan fotonya memiliki resolusi yang sangat tinggi.

Gambarnya tak hanya menjadi puncak dari sains selama satu abad, tetapi juga upaya kolaborasi besar-besaran yang terjadi di seluruh dunia.

“Kamu membutuhkan orang dari 40 negara di seluruh dunia untuk mengabadikan sesuatu yang sudah lama diimpikan banyak orang,” tutur Carlos Moedas, Komisaris Riset, Sains dan Inovasi Uni Eropa pada konferensi pers di Brussels.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard