Seni Tato

Kami Bertanya ke Anak Muda yang Bikin Tato Pertama Langsung di Wajah: 'Kenapa Nekat?'

Tato pertama pasti bikin siapapun deg-degan. Nyatanya sekarang ngetren remaja tanggung ambil risiko bikin rajah di muka. Kata seniman tato, tren ini tidak menghormati tradisi yang lazim lho.
19 Mei 2020, 7:56am
Tren anak muda bikin tato pertama di wajah
Kolase narasumber VICE yang bikin tato pertama langsung di wajah. Foto dari arsip pribadi.

Sebelum lancar mengendarai sepeda, kamu harus belajar dulu cara mengayuh pedal dan menyeimbangkan tubuh di sadel. Sebelum fasih berbahasa asing, kamu harus mempelajari dulu tata aturan bahasanya. Nah, dunia seni tato pun begitu. Biasanya orang enggak langsung main minta tato di muka (Kebayang gak reaksi orang tuamu pas ngeliat? Besar peluang kalian dicoret langsung dari KK).

Lazimnya kamu mulai dengan tato lirik lagu kesukaanmu, atau mungkin tato imut binatang peliharaan di lengan. Ketika udah mulai pede memiliki tinta permanen dirajah di atas kulit, barulah kamu punya lampu hijau melakukan eksperimentasi, termasuk bikin tato di area wajah. Tato muka biasanya cuma buat orang yang sudah sering bertato. Tapi beberapa tahun terakhir, tren berubah. Di banyak negara, remaja-remaja tanggung usia SMP/SMA tanpa ragu merajah wajah mereka sebagai tato pertama dalam hidupnya.

Beberapa seniman tato akhirnya menolak mengabulkan permintaan tato wajah dari seseorang yang bagian tubuh lainnya belum tersentuh tato. Rob Lake, seniman tato asal Brighton, Inggris, mengatakan ada jutaan alasan kenapa tato pertama seseorang sebaiknya bukan tato wajah. "Saya tidak mendukung tren ini," ujarnya tegas.

Ingat, penolakan itu datang dari Rob Lake, lelaki yang memiliki tato karakter aksara kuno Skandinavia di antara alis wajahnya, serta tulisan “Made It” tercacah di bawah mata kanannya loh.

"Perilaku kayak gitu tidak menghormati industri tato," kata Memphis Mori, seniman yang memiliki studio tato dan lima tato di wajah. "Tato muka itu bisa menghancurkan masa depan, hubungan asmara, dan prospek karier seseorang lho. Jangan sembarangan menato wajahmu, kecuali memang kamu siap melanjutkan hidup dengan tato tersebut."

Bahkan rapper-rapper SoundCloud seperti Lil Xan atau Smokepurpp—yang dianggap mempopulerkan tren tato wajah—awalnya ditato di bagian tubuhnya yang lain dulu sebelum mulai naik ke bagian pipi, dahi, dan alis.

Tetap saja banyak orang-orang nekat—tipe orang yang tidak memikirkan konsekuensi dan bagaimana kelak mereka akan mencari nafkah—langsung minta tato wajah. Aku memutuskan untuk mengobrol dengan anak muda macam itu buat mencari tahu: ngapain harus nekat sih?

1586971519528-VICE-IMG-TEMPLATE

Jacob, 26 tahun, asal Columbus, AS

VICE: Kenapa kamu harus banget bikin tato pertama di muka sih?
Jacob: Aku ingin membuat pernyataan yang tegas. Dua tahun lalu aku baru keluar dari rehabilitasi untuk pecandu heroin dan ingin fokus di dunia musik. Jadi tato wajahku merupakan semacam pernyataan “Aku total di bidang ini”. Kebanyakan musisi yang aku dengarkan saat itu punya tato muka, dan mereka kariernya cepat naik di industri musik, jadi aku merasa kalau punya tato muka, aku akan dianggap lebih serius. Aku pergi ke kedai tato teman dan meminta tato jus kotak di bawah mata kiri. Itu pertama kalinya juga dia menato wajah seseorang, jadi itu pengalaman baru buat kami berdua.

Apa makna tato jus kotak (Juice Box) di wajahmu itu?
Itu nama panggilanku semenjak kecil. Aku sering main skateboard, dan orang tuaku selalu mengirimkan jus kotak atau Gatorade, jadi semenjak itu semua orang memanggilku “jus”. Jus kotak punya banyak makna bagiku dan hari ini aku sudah empat tahun dan empat bulan bersih dari heroin. Musik dan tato menyelamatkan hidupku.

Lantas, reaksi orang-orang gimana?
Ada yang menilai aku mengambil keputusan buruk, tapi sekarang mereka sudah menerimaku apa adanya. Sekarang aku punya lima tato muka dan yang terakhir adalah tulisan “Eat Shit” di atas mata kanan. Biarpun tato pertamaku lebih seperti sebuah pernyataan, aku suka semua tatoku. Mereka bagian dari diriku selamanya dan aku sama sekali tidak menyesal.

1586971755762-VICE-IMG-TEMPLATE

Julian, 18 tahun, asal Innsbruck, Austria

VICE: Apa cerita di balik tato wajahmu?
Julian: Aku berumur 15 tahun, hampir 16 waktu itu. Aku besar di lingkungan yang penuh kriminal. Sebetulnya sih aku berasal dari daerah suburban di pegunungan, tapi kemudian pindah dan bertemu orang-orang yang salah. Jadi aku ingin membuat pernyataan, agar orang mengerti aku tidak mendengar, tidak melihat dan tidak berbicara. Itulah arti dari tato titik-titik di atas alisku.

Jadi waktu ditato kamu masih tinggal sama keluarga?
Iya, keluargaku bertato semua, jadi ini bukan masalah. Aku sering menggambar di wajah dan lengan di sekolah juga. Aku masih tinggal dengan ibu sekarang, karena aku sekarang masih berumur 18 tahun, aku aku sering menginap bareng teman-teman dan travelling.

Kamu ternyata merilis musik di SoundCloud. Apakah menurutku tato wajah itu punya peranan penting dalam kesuksesan musisi SoundCloud?
Musikku tidak ada hubungannya dengan tatoku. Di Amerika, banyak orang mengejar ketenaran dan berpikir mereka akan terkenal apabila memiliki tato wajah. Tapi kalau musikmu jelek ya tato wajah enggak akan membantu. Aku membuat musik sebelum wajahku ditato. Ketika masih kecil, aku selalu memainkan drum sebelum akhirnya beralih ke vokal. Aku selalu ingin mengekspresikan diri sendiri, dan aku sangat tertarik dengan Edgar Allan Poe dan para penyair pada umumnya.

1586971950042-VICE-IMG-TEMPLATE

Lee, 31 tahun, asal Oxford, Inggris

VICE: Kenapa tato pertamamu harus langsung yang sangat terlihat?
Lee: Sebetulnya bukan masalah terlihat atau enggak. Waktu itu aku berumur 18 tahun dan bekerja di sebuah studio tato milik teman baik. Aku mengurus janji temu orang-orang dan para klien kebanyakan ingin tato lengan, kaki, atau dada. Aku selalu ingin jadi beda, baik dalam pakaian atau penampilan, jadi aku dan seniman tatoku setuju untuk membuat tato kecil di wajah. Tatoku merupakan logo film Batman favoritku.

Masa kamu enggak khawatir tato wajahmu bisa menghalangi karier?
Aku meyakini tato wajah justru membantu karier sebagai model, dan caraku mengekspresikan diri lewat image merupakan sesuatu yang unik saat itu. Aku telah mendapatkan pekerjaan model untuk brand, majalah, di catwalk di Eropa dan London Fashion Week. Menurutku itu semua pencapaian yang baik.

Lalu, apa enggak enaknya punya tato wajah?
Orang cepat menghakimi kami-kami yang punya tato wajah. Jelas kebanyakan orang tidak paham bahwa ini adalah bentuk seni atau cara mengekspresikan diri. Tapi aku percaya bahwa tidak peduli apapun yang kamu lakukan atau katakan, orang akan menghakimi, jadi sekalian saja jadi diri sendiri sepenuhnya.


Follow penulis artikel ini di akun Twitter @theotherjenhahn

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.