penelitian

Ada Orang yang Pekerjaannya Sehari-Hari Nonton Film Bokep Amatir ala 3gp

Sosiolog Sven Lewandowski adalah sosok semacam itu. Dia sedang meneliti dan mendalami seksualitas manusia modern.

oleh Yannah Alfering
15 Maret 2020, 7:00am

Gambar ilustrasi via imago | Waldmüller

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Jerman.

Sven Lewandowski digaji buat nonton film porno setiap hari. Dia bahkan melakukannya untuk kepentingan sains. Seriusan.

Sejak setahun terakhir, lelaki 50 tahun itu bekerja sama mendalami seksualitas manusia dengan tim ilmuwan dari Universitas Bielefeld. Mereka menonton dan menganalisis video dewasa amatiran yang menampilkan pasangan sungguhan.

Mereka lalu mewawancarai subjek, dari berbagai orientasi seksual dalam hubungan kasual dan serius, tentang perilakunya di ranjang. Sven tertarik mempelajari kebiasaan seksual manusia yang unik, dan mencari tahu bagaimana perilaku itu terbentuk.

Sven mencari subjek lewat pengumuman kampus, postingan di situs kencan online, selebaran, dan toko orang dewasa. Penelitiannya akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Tertarik ikutan? Silakan hubungi dia langsung.

VICE berbincang dengan Sven untuk tahu lebih banyak soal proyek ini.

Sven Lewandowski vor einem Bücherregal
Foto milik Sven Lewandowski.

VICE: Mengapa kamu begitu tertarik dengan sex tape amatir?
Sven Lewandowski: Orang-orang cenderung enggak bisa menjawab ketika ditanyakan apa saja yang mereka lakukan selama berhubungan intim. Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Penelitian terkait seks bahkan tak mampu menjelaskan seperti apa interaksi seksual itu. Video amatiran terjadi secara alami dan enggak ada unsur paksaan, sehingga jadi pilihan tepat buat sosiolog.

Apa manfaat penelitian ini?
Kami mengajukan dua pertanyaan: bagaimana cara kerja seksualitas manusia? Seperti apa sebenarnya pornografi amatiran? Saya yakin seksualitas manusia terjadi tanpa sadar seperti aktivitas fisik lainnya. Kayak main bola. Setiap orang punya gayanya sendiri dalam bermain, begitu pula halnya dengan seks. Di saat mereka ingin bermain peran sekalipun, video menunjukkan mereka masih sering melakukan apa yang sudah biasa dilakukan selama bercinta. Manusia enggak pintar berperan dalam kehidupan sehari-hari.

Berapa banyak orang yang sudah diwawancara?
Cukup banyak. Jika dilakukan baik-baik, prosesnya sangat lambat. Kami pernah enam jam mewawancarai subjek. Hanya orang dewasa yang sudah saling setuju yang boleh bikin film dan mengikuti penelitian ini. Kami meneliti interaksi seksual, jadi enggak menerima video masturbasi. Jenis hubungannya bukan hal terpenting untuk kami. Bebas apa saja, mau itu pacaran, temenan atau hubungan serius.

Orang macam apa saja yang bikin sex tape amatiran? Apa alasannya?
Orang-orang biasa yang takkan mungkin bisa kamu tebak. Alasannya pun beragam. Ada yang untuk dokumentasi, ada pula yang suka merekam dan menontonnya di kemudian hari. Sedangkan lainnya bikin sex tape untuk disebar di platform kencan dan seks online. Zaman sekarang, kebanyakan orang suka mengabadikan kesehariannya dan membuat film secara spontan. Kalau memposting makanan dan anak-anak saja bisa, masa seksualitas mereka enggak bisa? Saya rasa itu hal yang biasa saja.

Apakah video amatiran menggambarkan seksualitas orang kebanyakan?
Ya, orang-orang cepat lupa sedang direkam, terutama kalau mereka melakukannya di rumah. Terkadang memang ada yang sengaja dilebih-lebihkan dari kebiasaan, apalagi jika videonya dimaksudkan untuk menjadi konsumsi publik. Tapi kamu bisa membedakan sendiri mana yang akting, mana yang alami.

Bagaimana caranya?
Kami pernah mengamati adegan yang sangat luar biasa karena gerakan mereka begitu selaras. Perempuan menggeliat di kasur dan lelaki menarik bokongnya lewat kaki. Gerakannya sangat terkoordinasi, jadi enggak mungkin mereka akting. Perempuan itu sepertinya melakukan hal sama setiap mereka berhubungan seks.

Kamu juga bisa melihat sendiri kedekatan mereka, seperti misalnya ada kesalahan. Baik itu enggak sengaja copot atau mencubit kekencangan. Pasangan yang sudah sering bersetubuh bisa menanganinya dalam hitungan detik, tanpa ngomong apa-apa. Pertanyaannya bagaimana orang dan pasangan menciptakan gaya seksual mereka? Enggak ada latihan resmi untuk ini.

Menyenangkan gak sih menonton video kayak begini?
Semua orang mengira nonton bokep di kantor itu seru, tapi sebenarnya enggak. Kamu harus mengambil pandangan profesional. Alias kamu enggak harus bisa menyaksikan seksualitas seseorang tanpa terangsang. Kami menontonnya dengan cermat. Kami mempercepat dan memutar ulang videonya. Kami butuh seenggaknya 10 halaman untuk menggambarkan video satu setengah menit dengan baik. Secara total, satu video pendek bisa selesai dua minggu.

Apa temuan paling menarik sejauh ini?
Seksualitas manusia sangat beragam. Hasrat, praktik, dan pendekatan mereka semuanya berbeda. Interaksi kecil menjadi paling menarik. Alur yang biasanya kurang diperhatikan sangatlah penting guna memahami cara kerja interaksi seksual.




Universitas Bielefeld masih mencari subyek penelitian, nih. Jika kalian berminat gabung, silakan pelajari informasinya lebih lanjut di sini dan hubungi Sven Lewandowski lewat email di amateurpornographie@uni-bielefeld.de.

Tagged:
Seks
film porno
Seksualitas
Penelitian ilmiah
Pornografi
bokep
Konten Dewasa