Game

Seperti Pasar Saham Sungguhan, Stalk Market 'Animal Crossing' Merusak Kesenangan Gamer

Saking sibuknya mengumpulkan dan menjual lobak demi untung jangka pendek, aku sampai lupa dengan kondisi para penduduk desa di pulauku.

oleh Jordan Pearson
22 Mei 2020, 8:15am

Tangkapan layar: Animal Crossing New Horizons

Semua terasa indah dan bahagia ketika aku baru menghuni pulau tenang dalam Animal Crossing: New Horizons. Aku dan pacar mendirikan tenda, menanam bunga, mempersiapkan tempat kencan, dan membangun rumah bersama. Kesibukan kami setiap hari enggak jauh-jauh dari memotong kayu, menempa batu dan mengumpulkan bahan-bahan furnitur. Semuanya berubah setelah aku mengenal yang namanya lobak.

Lobak bagaikan saham dalam game ANCH. Nilainya sangat penting, dan akan menghasilkan keuntungan besar jika kalian tahu cara menjualnya. Kalian bisa mendapatkan harga terbaik apabila membelinya dari Daisy Mae pada Minggu pagi.

Setelah itu, kalian harus rajin memantau pergerakan harga sebelum menjualnya ke Timmy dan Tommy Nook. Kalian wajib melakukannya setiap minggu. Semakin banyak yang dibeli, semakin besar pula lonceng yang akan diperoleh.

Jualan lobak kini menjadi satu-satunya alasan aku main Animal Crossing. Pekerjaan sepele macam memotong kayu tak ada apa-apanya dengan hasil jualan lobak. Aku bisa membeli semua yang diinginkan. Kegiatanku dia akhir pekan menjadi seperti ini sekarang: istirahat main Call of Duty Warzone tiap Minggu pagi buat memborong lobak. Aku lalu mengecek harga dua kali sehari dan mencatatnya. Setelah itu, aku menjual lobak dan berhenti main. Aku baru membuka gamenya lagi minggu depan.

Sudah tiga minggu aku melakukan ini, dan hanya bermain Animal Crossing untuk membeli dan menjual lobak. Penduduk desa mulai bingung kenapa aku enggak pernah kelihatan sekarang. ‘Stalk Market’ sangat penting untukku, dan aku membutuhkan seminggu penuh untuk mencapai keuntungan maksimal. Aku enggak merasa puas sama sekali, tapi itulah satu-satunya pencapaianku dalam game. Dave Thier bahkan pernah menulis begini di Forbes:

“Tugas lain tak ada artinya setelah kalian mengenal lobak. Jualan lobak adalah satu-satunya cara memperoleh kekayaan, dan kalian akan menerima lonceng jauh lebih banyak daripada semua orang yang pernah kalian temui.”

Minggu lalu, saya kehilangan hampir setengah dari investasi lobak karena harganya turun. Aku kepikiran mencari orang yang mau beli lobak-lobakku di Reddit atau platform lainnya, membuatku semakin terikat dengan stalk market. Aku semakin jauh dari tujuan awal bermain Animal Crossing. Aku bahkan harus berhati-hati terhadap para penipu.

Aku enggak yakin bisa kembali lagi seperti dulu, dan berhenti terobsesi dengan jualan lobak. Apakah aku korban dari kebodohan diri sendiri? Bisa jadi. Haruskah aku mengabaikan lobak sepenuhnya dan menjalani hidup lebih santai dalam Animal Crossing? Seharusnya begitu. Tapi satu yang pasti, aku sudah terperosok ke dalam lingkaran setan di balik game anak-anak yang penuh karakter binatang bisa berbicara.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Tagged:
Nintendo Switch
Animal Crossing
animal crossing new horizons
stalk market
jualan lobak animal crossing
lobak animal crossing