Pilot Angkatan Laut AS Gambar 'Penis' di Langit Pakai Pesawat Tempur

Si pilot jago banget, tapi atasannya marah-marah. Penyelidikan pun digelar.

|
16 Mei 2019, 11:39am

Sumber foto: Adam Gessaman/Twitter


Pada November 2017, ada pilot Angkatan Laut AS menggambar penis raksasa di langit Negara Bagian Washington. Dua hari lalu, Navy Times berhasil memperoleh salinan rekaman percakapan yang terjadi di dalam pesawat atas izin Freedom of Information Act (FOIA). Audio itu memperdengarkan pembicaraan antara dua pilot ngawur. Rekamannya benar-benar menggelikan.

Gambar alat vital laki-laki, yang terbuat dari jejak putih pesawat jet, pertama kali disadari penduduk Washington. Stasiun Udara Angkatan Laut Whidbey Island menyatakan bertanggung jawab atas insidennya, dan akan segera menyelidiki tindakan “tak sopan” itu.

Baru sekarang kita mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Aksi konyol ini ternyata dilakukan oleh dua anggota junior dalam pasukan Electronic Attack Squadron 130, juga dikenal sebagai “Zapper”, saat menerbangkan pesawat perang elektronik EA-18G Growler. Saat itu, mereka sedang latihan terbang ketika terbesit ide jahil.

“Eh, coba gambar penis deh,” kata pendamping pilot, yang terdengar dari rekaman.

“Gampang itu mah,” jawab sang pilot. “Saya bisa gambar angka delapan lalu putar balik. Saya bakalan menurunkan pesawat dan meningkatkan kecepatannya agar lapisan jejak putihnya tidak nyambung.”

Sebagaimana ditulis Deadspin, kalian harus membaca keseluruhan transkripnya. Silakan disimak:

“Yah, bijinya tidak seimbang,” tutur pilot.
“Nah, sudah benar sekarang,” lapornya beberapa saat kemudian. “Saya cuma perlu ke arah sini untuk bikin batangnya.”
“Batangnya dibikin ke arah mana?” tanya petugas pesawat perang elektronik (EWO).
“Ke kiri,” jawab sang pilot.
“Batangnya harus gede,” saran EWO.
“Saya tidak mau kelihatan kayak punya tiga biji,” kata pilot.
“Yuk kita buat sekarang,” ujar EWO. “Jangan lupa bikin kepala penisnya tebal.”

Navy Times menyatakan salah satu dari mereka menghapus fotonya dari ponsel karena malu dan tak mau aksi konyolnya tersebar. Kedua penerbang militer itu langsung meminta maaf.

Penyelidikan FOIA menghapus nama mereka, dan tidak menyebutkan apakah dua orang ini akan dikenakan hukuman. Namun, menurut Navy Times, komandan skuadron menyebut mereka “jagoan” dan “junior terbaikku."

Sementara itu, Federal Aviation Administration mengatakan mereka tidak akan melakukan apa pun karena aksinya tidak menimbulkan risiko penerbangan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard