Penggemar musik metal dan punk. Mengenal Komunitas Punk dan Metal yang Dituduh Memuja Setan di Maroko
Penggemar musik metal dan punk di kota Casablanca Maroko. Semua Foto oleh Joseph Ouechen. 
Musik

Mengenal Komunitas Punk dan Metal yang Dituduh Memuja Setan di Maroko

Fotografer Joseph Ouechen terpincut dengan budaya dan gaya para penggemar musik keras di negara asalnya.
16 Maret 2020, 4:12am

Lelaki 36 tahun bernama Joseph Ouechen adalah fotografer asal Kota Casablanca, Maroko yang belajar memotret secara otodidak. Sebelum memulai kariernya sebagai fotografer pada 2013, dia membuat blog yang menyoroti karya para fotografer mode pada 2010.

Sejak saat itu, Joseph menjadi salah satu fotografer jalanan terkenal di Maroko. Dia paling suka mengabadikan kancah metal yang masih dicap “pemujaan setan” di sana. VICE berbincang dengan Joseph untuk mengulik lebih dalam tentang karyanya seputar anak kancah punk dan metal.

1574755915972-IMG_9951

Fotografer Joseph Ouechen. Semua foto diunggah seizinnya.

VICE: Kamu tidak pernah sekolah fotografi, apakah sulit menjadi fotografer?
Joseph Ouechen: Saya lahir di Sidi Moumen, daerah miskin di Casablanca. Saya dikeluarkan dari SMA karena tidak bisa mengikuti pelajaran. Berhubung saya lebih suka belajar semuanya sendiri, jadi mulai menekuni fotografi lewat internet.

**Apa yang membuatmu tertarik mengabadikan kancah metal di Maroko?**Idenya terpikir 2003 silam, ketika ada band metal yang ditangkap saat manggung di festival L’Boulevard di Casablanca. Mereka dituduh “memuja setan”. Tuduhan tersebut tidak benar tentunya, mereka cuma main musik metal. Sejak itu, saya mulai mendatangi konser metal dan cari tahu lebih banyak soal genre yang belum terlalu dikenal di Maroko. Saya menyukai gaya, rambut dan aksesori mereka, serta simbol dan slogan-slogan di pakaian mereka.

1574756101705-metal_LBOULEVARD19_by_josephouechen-1

Bisa ceritakan sedikit tentang proyek kamu yang lain, "On the Streets"?
Proyeknya masih berlangsung. Saya mendokumentasikan kehidupan modern di Maroko untuk menentang stereotip yang disematkan pada kami.

Menurutmu, foto jelek itu seperti apa?
Yang biasa saja atau tidak spontan. Pada 2013, saya mendokumentasikan demonstrasi [melawan Presiden Mesir Mohamed Morsi] di Tahrir Square. Itu pengalaman pertamaku jadi jurnalis foto. Saya tidak punya keterampilan, dan minta orang berpose. Lama-kelamaan saya sadar caranya salah, dan peristiwa semacam itu seharusnya diabadikan apa adanya. Kita harus menangkap momen, bukan malah menciptakannya.

Simak beberapa foto Joseph Ouechen di bawah ini:

1574756125499-metal_LBOULEVARD19_by_josephouechen-5
1574756175783-metal_LBOULEVARD19_by_josephouechen-2
1574756574336-metal_LBOULEVARD19_by_josephouechen-4
1574756554720-lboulevard_sept2019_by_josephouechen-2
1574756351538-portfolio_josephouechen-31
1574756370739-portfolio_josephouechen-37

Dari proyek "On the Streets"

1574756388578-portfolio_josephouechen-50

Dari proyek "On the Streets"

1574756434327-HairStyle_streetstyle_by_josephouechen

Dari proyek "On the Streets"

1574756277149-Adil_nevada_by_josephouechen

Dari proyek "On the Streets"

1574756231245-streetstyle_josephouechen-1

Dari proyek "On the Streets"

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Arabia.