Seni Jalanan

Potret Grafitti dan Mural yang 'Dilegalkan' Pemerintah Singapura

Berikut adalah seri foto grafitti terbaik pernah kami temukan dari gang-gang kecil Singapura. Bikin mural atau grafitti sebenarnya melanggar hukum. Tapi ada pengecualian di beberapa lokasi.

oleh Edoardo Liotta
15 Agustus 2019, 4:40am

Semua foto oleh  Edoardo Liotta.

Singapura bukan cuma menyuguhkan gedung pencakar langit, museum seni modern, atau restoran mewah, tetapi juga beragam seni jalanan. Sayangnya, pemandangan grafitti atau mural di dinding sulit ditemukan di pusat kota. Kamu harus telaten mencarinya di gang-gang kecil yang mampu bertahan di tengah lanskap perkotaan yang terus berubah.

Peraturan ketat di Kota Singa menghambat seniman jalanan menorehkan aspirasinya di tempat umum. Mereka bisa diamankan polisi apabila tertangkap basah membuat grafitti. Perubahan tata kota sama saja artinya dengan pemusnahan karya seni beserta bangunan-bangunan yang menopangnya.

Seni jalanan sudah lama ada di Singapura, dan semakin meningkat popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir. Menyadari perkembangan ini, pemerintah akhirnya menyediakan tempat khusus bagi para seniman grafitti untuk meluapkan ide kreatif mereka. Dengan begini, mereka seharusnya tak perlu lagi melanggar hukum.

Kebijakannya ternyata malah membuat kancah seni jalanan di Singapura tampak ganjil. Selain menunjukkan kesenjangan antara mana karya legal dan tidak, komunitas seni jalanan merasa tidak puas dengan ruang geraknya yang amat terbatas. SADAR, penulis asal Toronto yang tinggal di Singapura, memberi tahu VICE bila komunitas [seni jalanan] di negara kota itu memiliki ikatan kuat. "Tetapi berulang kali melukis di tembok yang itu-itu lagi sama sekali tidak menantang. Ini juga tidak memberikan pengalaman menggetarkan yang biasa dialami seniman grafiti."

Meskipun demikian, pelegalan grafiti dan seni jalanan masih ada sisi positifnya juga. Singapura kini memiliki beragam tempat yang memamerkan seni jalanan legal, baik itu di lapangan skateboard maupun gang-gang kecil. Warga juga mendapat penghasilan tambahan dan kesempatan mencoba berkarya di jalanan sekitar dan daerah perkotaan. Walaupun terbatas, seniman jalanan tak perlu lagi sembunyi-sembunyi melukis grafiti. Sekarang, orang biasa pun bisa meninggalkan jejaknya di tembok kota.

Simak beberapa foto seni jalanan yang berhasil kami temukan di seantero negara kecil ini:

1565749706607-zgpRDbPNTtyNdw7iHv8XEA_thumb_d5
1565748965860-ssP2dtZNQdKrOsPYD7jHHQ_thumb_d1
1565749123683-MZ433EIxSM2XT3UGkM61xw_thumb_d2
1565749233175-IekijctdSUaQw5vnaCHvA_thumb_d3
haji lane street art
singapore grafitti
traditional street art singapore history
singapore street art
sg street art grafitti illegal

Follow Edoardo di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.