Iklan
Rute Penerbangan Terlama

Qantas Uji Coba Penerbangan Nonstop 20 Jam, Terlama Sepanjang Sejarah

Penerbangan uji coba dari Sydney ke London akan melibatkan staf maskapai Australia itu. Penumpang harus menjalani pemeriksaan medis terlebih dulu.

oleh Gavin Butler; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
29 Agustus 2019, 6:21am

Foto ilustrasi maskapai Qantas via  Pixabay.

Pekan lalu, maskapai Qantas mengumumkan rencananya menguji coba penerbangan langsung dari New York dan London ke Sydney. Uji coba ini nantinya melibatkan sejumlah staf maskapai untuk melihat apakah tubuh manusia dapat bertahan dalam perjalanan tanpa henti selama 20 jam. Dilansir Bloomberg, Qantas akan memulai dengan menguji muatan 40 penumpang dan awak kabin pada penerbangan terpanjang pertama di dunia. Sebelum terbang, peserta uji coba diwajibkan menjalani sejumlah pemeriksaan medis untuk mengukur dampak kesehatan dari perjalanan ini.

"Hasil dari uji cobanya dapat menentukan seberapa layak penerbangan langsung ini," ujar Alan Joyce selaku CEO Qantas. Joyce yakin perjalanan langsung transglobal mewakili batas akhir aviasi.

Penerbangan uji cobanya akan menggunakan Boeing Co. Dreamliners—pesawat jarak jauh berukuran sedang yang biasanya dapat menampung 240-330 penumpang. Sementara model pesawatnya belum bisa dipastikan. Mencari model pesawat yang mampu mengangkut penumpang beserta bagasinya dan terbang sejauh 16.000 kilometer bukan tugas mudah. Selain itu, ada juga kekhawatiran penumpang stres karena cuma bisa duduk seharian di pesawat ekonomi.

Qantas sudah lama mempertimbangkan layanan penerbangan langsung. Sebelumnya, mereka tertarik menyediakan fasilitas seperti ranjang, tempat tidur dan alat kebugaran agar penumpang kerasan di pesawat selama perjalanan panjang. Namun, maskapai Australia itu mendadak berubah pikiran. Joyce mengumumkan awal tahun ini bahwa Qantas akan memberikan ruang untuk peregangan otot dan minum bagi penumpang yang kebosanan. Dia kemudian melanjutkan pilot Qantas harus setuju dan siap bekerja lebih lama.

“Banyak rintangan yang harus kami atasi terlebih dulu, tapi kami yakin bisa mewujudkannya,” tutur Joyce. “Masih belum ada muatan penuh pada setiap pesawat, tapi rasanya kami sudah bisa membuat pesawatnya layak secara komersial.”

Apabila uji coba mereka berjalan lancar, Qantas berharap rute perjalanan komersial ini bisa tersedia untuk umum pada 2022.

Follow Gavin di Twitter atau Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia