Bertanya Pada Pakar

Doyan Makan Sambal Super Pedes Bisa Ngerusak Perut Gak Sih?

Minimal menyiksa kita pas boker... Eh seriusan, berikut keterangan dari pakar kesehatan.
11 Juli 2017, 3:55am
Foto ilustrasi oleh Paula Thomas/Getty Images.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic.

Tonic—situs kesehatan bagian dari VICE.com—sekarang punya rubrik khusus untuk menjawab semua pertanyaan kalian seputar kesehatan yang paling tolol sekalipun.

Senangnya punya teman. Mereka kayak keluarga tapi lebih keren. Apabila anda jatuh, teman anda siap mengangkat kembali. Namun seasik-asiknya teman, mereka juga sering ngelakuin hal-hal bego. Hal-hal yang bikin stres. Kadang-kadang mungkin anda mikir ngapain juga gue nongkrong sama orang-orang yang sering bikin keputusan dongo. Aib-aib yang akan mempermalukan siapapun dengan kehormatan diri. Untungnya, mereka punya teman seperti anda yang bisa menanyakan pertanyaan paling dalam dan memalukan untuk mereka. Untunglah, kami memulai kolom ini dalam rangka menjawab semua pertanyaan-pertanyaan memalukan yang mungkin tak berani ditanyakan kawan-kawan kalian.

Skenario

Temenmu doyan banget sambal pedes. Beneran. Kemana-mana dia bawa botol sambel. Masak telor buat sarapan? Pake sambel. Makan hamburger jam makan siang? Pake sambel. Anda juga pernah melihat sang teman menenggak sambel langsung dari mulut botol. Entah jenis sambalnya Sriracha, Frank's Red Hot, sambal Brasil, atau potongan cabe rawit gitu. Dedikasi teman anda terhadap sambel kadang mengerikan. Masa iya perutnya gak kenapa-kenapa? Paling enggak lubang pantatnya pasti panas tuh. Tapi ternyata lada itu baik buat tubuh, jadi apakah konsumsi sambel bikin umur si temen tambah panjang, atau dia harus siap-siap lambungnya meledak?

Fakta Soal Sambal

Sambal jelas pedes. Sambel bisa bikin seseorang menangis, membakar mulut, dan kalau anda kurang hati-hati menyolek mata setelah menyentuh sambel, ya siap-siap aja buta sesaat. Jadi logikanya sesuatu yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik mestinya harus dijauhi dong? Tapi ternyata makanan pedas justru bisa berdampak positif pada kesehatan.

"Cabe mengandung banyak vitamin A dan C. Kedua vitamin ini memiliki efek meningkatkan sistem ketahanan tubuh dan melawan infeksi," kata Hardeep Singh, pakar pencernaan (gastroenterologis) dari Rumah Sakit St. Joseph, California.

Singh mengatakan negara yang punya budaya menyantap makanan pedas memiliki angka serangan jantung dan stroke rendah (biarpun dia juga mengakui bisa saja ini karena faktor genetik dan bukan konsumsi sambal). Bahan aktif dalam sambel disebut capsaicin, semacam senyawa kimia biasa ditemukan dalam cabe rawit yang mempengaruhi ujung saraf kulit. "Capsaicin dikabarkan mengurangi level kolesterol jahat dalam tubuh, dan biarpun tidak banyak buktinya, capsaicin juga dikabarkan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi berat badan," kata Singh.

Konsekuensi Terburuk

Mungkin anda berpikir: Kenapa sih ada orang yang bisa makan sambel gila-gilaan sementara yang lain bisa dapet diare cuman dari ngeliatin sambel salsa pedes? Toleransi tubuh untuk bahan-bahan bercitarasa pedas memang bervariasi untuk setiap orang, tapi bukan berarti tidak ada efek samping bagi mereka yang makan sambal berlebihan.

"Kepedasan lada itu diukur dengan unit yang disebut SHU," kata Singh. "Apapun yang melewati 1 juta SHU itu sangat pedas. Beberapa orang yang memakan makanan sepedas ini dapat mengalami gangguan pencernaan akut, mual, muntah, sakit lambung, diare dan bahkan jatuh pingsan." Biarpun masih diperdebatkan apakah makanan pedas benar menyebabkan naiknya asam lambung dan mulas—intinya cabai akan memperparah kondisi ini.

Ada penelitian yang menunjukkan efek jangka panjang dari konsumsi makanan pedas dalam kultur yang memang banyak mengkonsumsi makanan pedas—mereka cenderung memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kanker perut dan tenggorokan. Masih inget kasus ketika seorang anak balita diberikan ghost pepper kemudian kejang-kejang dan meninggal. Biarpun tentunya teman anda bukan balita, ngeri kan gimana lada bisa mempengaruhi tubuh manusia (mini).

Apa yang Kemungkinan Besar akan Terjadi

Teman anda kemungkinan akan baik-baik saja, tapi ada penelitian yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat mempengaruhi indra pengecap secara negatif. Asam lambung dan mulas yang tadi kita bahas—mereka dapat menyebabkan sakit perut, kerusakan gigi dan radang tenggorokan. Jadi biarpun konsumsi sambal gila-gilaan bukan kebiasaan yang baik, perut anda tidak akan meledak. Paling teman anda hanya akan sedikit tidak nyaman perutnya dan menghindari makanan-makanan pedas setelah itu.

Apa Nasehat Terbaik Buat Teman yang Doyan Sambal?

Kalau teman anda senang dan sehat, biarin aja dia makan sambal sesuka hati. Tapi kalau anda ngotot bahwa tingkat konsumsi dia tidak sehat, coba suruh dia perhatikan keadaan fisik. Kalau ada rasa tidak nyaman atau dia menghabiskan terlalu banyak waktu di toilet, mungkin perlu direm sedikit makan sambelnya.

Leslie Korn, dokter yang biasa meneliti apakah pola makan seseorang mempengaruhi kesehatan mental, menganjurkan kita mengeksplorasi aspek psikologis tukang makan sambal. "Apakah pasien merokok atau membubuhkan terlalu banyak garam di makanan, dan akibatnya agak kehilangan sensitivitas indra pengecap?" tanyanya. "Atau dalam sambelnya ada kandungan cuka atau gula yang memberikan energi? Setiap kali saya meneliti pola konsumsi makan seseorang saya bertanya: Kamu sebetulnya dapet apa sih dari makan itu?"