Soundcheck

Matter Halo, Mamang Kesbor, Sheryl Sheinafia: Musik Pilihan VICE di Era Ketidakpastian

Kolom bulanan 'Soundcheck' kembali lagi, menawarkan kompilasi single musisi Indonesia yang mengusung energi, optimisme, dan menyulut keberanian buat menikmati hidup sepanjang Juni hingga awal Juli.
11 Juli 2020, 4:15am
Rekomendasi Musik Indonesia Pilihan VICE Juli 2020 Matter Halo Sheryl Sheinafia Mamang Kesbor
Kolase oleh VICE. Dari arsip video klip Sheryl Sheinafia/Musica Studio; Mamang Kesbor; dan the Sugar Spun/Orange Cliff Records

Meleset dari perkiraan banyak orang, pandemi belum kunjung pergi di pertengahan 2020. Memasuki Juli kita tetap dihadapkan pada berbagai ketidakpastian. Kabar adanya risiko pandemi baru, entah itu flu babi ataupun pes yang lagi-lagi datang dari Tiongkok, hanya memperburuk beban pikiran.

Kita masih harus berkutat dengan social distancing, menghindari kerumunan, dan pengukuran suhu tubuh tiap memasuki gedung dan pusat perbelanjaan. Memang ini semua normal yang baru, tapi rasanya tak ada yang mengharapkannya bertahan selama-lamanya.

Untunglah, sejak awal Juni hingga permulaan Juli, musisi Indonesia terus menemukan energi untuk menghibur sesama. Termasuk merilis materi-materi berkualitas, sekalipun mereka sendiri menjadi yang cukup parah terdampak pandemi lantaran belum bisa menggelar konser seperti dulu.

Optimisme para musisi itu cepat menular, baik yang di ranah arus utama, maupun sirkuit independen, hingga yang politis dan tidak mempedulikan pasar. Maka, untuk memperbesar penularan semangat hidup, yang bisa menjadi modal baik menghadapi masa depan serba tak pasti, redaksi VICE kembali menghadirkan "Soundchek", kolom berisi sepilihan lagu-lagu terbaik versi kami dari kancah dalam negeri sebulan terakhir untuk pembaca sekalian. Genre yang diwakili tetap beragam, mulai dari pop, hip hop, hingga punk. Semua nama-nama yang muncul dalam playlist ini kami anggap menghadirkan gagasan yang kuat, baik dari lirik maupun musikalitasnya.

VICE menyusun rekomendasi ini dengan bias selera personal awak redaksi, karena satu keyakinan bahwa manusia lebih tulus dibanding algoritma. Memang benar, di era masa sekarang, media mungkin sudah tidak mempengaruhi "selera" pendengar musik, mengingat kecerdasan buatan layanan streaming lebih efektif memetakan seleramu. (Namun kalau benar-benar ingin mendukung musisi independen favoritmu, atur pola konsumsi musikmu secara bijak.)

Kami justru berangkat dari semangat untuk menantang zona nyaman semua orang, termasuk diri kami sendiri. Zona yang mungkin sekilas bukan selera alamiah kalian. Awak redaksi menyelami puluhan single baru tiap bulan, menemukan teritori asing yang semoga penuh semangat artistik mengasyikkan di sana.

Pastinya pilihan yang masuk ke daftar ini subyektif. Tapi justru itu poinnya. Kami bukan robot, begitu pula kalian, para pecinta musik di luar sana.


LEPAS LANDAS MENUJU ESKAPISME

Matter Halo - Runway Lights

Duo Ibnu dan Gani kebanggan Tangerang Selatan mencatatkan home run saat melepas single yang menandai rilisnya album kedua mereka. Matter Halo menguasai betul visi yang hendak mereka sajikan, terlepas materi-materi baru itu kelak tetap akan mereka namai Aeronautical Folk atau tidak. Versi awal "Runway Lights" sudah dibawakan di beberapa konser Matter Halo pada 2019. Sesudah diperam dalam studio, hasilnya adalah indie rock matang dengan kesiapan lepas landas, penuh kepercayaan diri, dan siap membakar arena-arena konser ketika dunia kelak kembali normal. Aransemennya megah, dengan harmonisasi vokal rancak yang menambah dosis eskapisme dari karut marut hidup. "Runway Lights" merupakan salah satu single terbaik yang ditawarkan musik Indonesia sepanjang 2020.


AMUKAN ENERGI MITSUBISHI

Amok - Racun Kota (Prontaxan Remix)

Dugtrax adalah netlabel asal Yogyakarta yang pernah dinobatkan VICE Indonesia masuk barisan penjaga gigih punk agar terus menyala terang. Sebagai sublabel dari Yes No Wave dan digawangi personel yang sama, wajar bila Dugtrax mahir menghadirkan kurasi ekletik. Amok (salah satu roster terbaik mereka selain DOM 65), mendapat treatment spesial: satu single album 2018 lalu di-remix oleh musisi tamu dari kancah elektronik. Hasilnya amat bersinar, karena pelakunya adalah unit funkot yang diidolakan awak redaksi VICE: Prontaxan.

"Racun Kota" yang dari sononya sudah ngebut, dibikin jadi lebih kencang berkat energi mitsubishi BPM oktan tinggi khas Prontaxan. Kami tidak sabar menyelundupkan track ini ke playlist diskotek dan pesta pinggiran, mengajak para pendengar memupuk kemarahan pada ketimpangan sosial kota besar, merenungi sisipan lirik "Darah Juang", lalu meminta mas operator sound system menggeber irama funkot ini sampai pol mentok.


POGO MENGENANG ZARIMA™

taRRkam - Wanita Ekstasi

Bisa dibilang taRRkam merupakan unit punk lokal yang punya sensibilitas amat tinggi pada groove. Itulah sebabnya mereka gemar meracik komposisi oplosan genre lain, seperti surf rock hingga grindcore. Single-single mereka seakan menitikberatkan fokus agar pendengar bergoyang (pogo atau joget apapun yang kalian bisa) di moshpit. Semangat itu tetap dijaga oleh taRRkam saat mengisi album kompilasi Adiksi Adaptasi dari berita angkasa records yang diniatkan sebagai upaya tetap produktif selama momen WFH. "Wanita Ekstasi" menjadi track yang amat menonjol di kompilasi tersebut, menceritakan femme fatale yang bisa membuat lawan jenis jatuh dalam bencana. Meski sulit juga melepas sepenuhnya makna lirik wanita ekstasi dari asosiasi sosok legendaris Zarima, ratu ekstasi yang menggemparkan jagat peredaran narkoba di Indonesia era 90-an. "Wanita Ekstasi" adalah jenis lagu yang kita putar untuk berjoget menyambut nasib buruk mengadang di depan mata.


PERCAYALAH, KITA BAIK-BAIK SAJA

Sheryl Sheinafia - Okay

Solois 24 tahun ini melesat di kancah arus utama industri musik Indonesia selama empat tahun terakhir, mencatatkan single yang rutin masuk playlist top 40, membintangi iklan, hingga film. Namun, momen swakarantina membuat Sheryl Sheinafia meluncurkan single di jalur yang lebih retrospektif, meski penulisan lagunya dilakukan setahun sebelum pandemi menghajar dunia. Dengan sentuhan pop mengawang (dibantu Petra Sihombing dari balik layar) yang cocok didengar selepas kalian menjalani hari yang melelahkan, Sheryl merenungkan perlunya setiap orang melatih diri. Khususnya untuk menerima kenyataan bahwa bersedih dan patah hati adalah keniscayaan hidup. Vokal Sheryl berhasil meyakinkan siapapun bahwa kalian baik-baik saja, dalam keadaan yang buruk sekalipun. Dan pendengar akan percaya pada kekuatan pesan itu.


PUNCAK ESTETIKA SHITPOSTING

Mamang Kesbor - Rancak Bana

Mardial, eh maaf kali ini pakai moniker Mamang Kesbor, lebih dikenal sebagai raja shitposting Indonesia. Tapi, saatnya semua pihak mengakuinya sebagai produser kompeten yang konsisten menghasilkan banger demi banger. "Rancak Bana" merupakan single dari album Mamang Kesbor yang menggegerkan, lantaran dirilis perdana di platform pornografi Pornhub. Uniknya tak sekalipun materi Album Terbaik di Tata Surya terdengar bagai gimmick pengundang tawa belaka, termasuk "Rancak Bana" yang kentara memuat parodi pakem mumble rap. Kapan lagi kalian mendengar lirik "kugugat ke Mahkamah Konstitusi" dan "Shawty" diucapkan dalam satu tarikan napas, diiringi beat yang berisiko membuat pecah suasana klub manapun?

Kalian awalnya mungkin terhibur karena muatan komedi dan shitposting dari liriknya (meneruskan tradisi seperti di track "Soto Ayam Bu Karti" atau "Amer"). Masalahnya setelah memutar lagu ini 69 kali, kalian akan ikut berteriak "Rancak Bana", mengangkat tangan ke udara, lalu berharap bisa bertemu sosok neng geulis yang berbakat jadi talent acara dunia lain.


JAZZ LEBIH ASYIK DARI RUMPUT TETANGGA

Ricco - Seberapa Hijau

Pianis-vokalis asal Palembang ini terlalu lama berada di bawah tanah, lebih sering beredar di sirkuit jazz. Sejak disebut Harry Toledo sebagai bakat terpendam lebih dari satu dekade lalu, kini Ricco menyentuh teritori pop, tapi dengan progresi chord yang tetap jazzy. "Seberapa Hijau" menyegarkan kembali semangat pop kreatif yang pernah menguasai Indonesia pada dekade 80'an dengan bebunyian masa kini. Ajakan Ricco di single perdana ini, dengan vokal lembutnya, memang bersahaja. Jangan terlalu sering mengharapkan sesuatu yang di luar jangkauan. Betul belaka. Sebagian pecinta musik menganggap pop kreatif bermutu lebih mudah didapat dari kancah Jepang dengan label "city pop"-nya. Padahal ada yang tak kalah segarnya di rumput negara kita sendiri. Ricco salah satunya.


ANTHEM SENGGOL BACOK

Maio - Circle Jerks

Maio, kolektif punk mengaku kere asal Bandung, membenci jenis manusia tongkrongan yang demen ngomong di belakang, atau pura-pura baik di hadapan kita padahal hobinya menggunting dalam lipatan. Distorsi dalam pakem 80's punk sepanjang durasi 'Circle Jerks' (dengan kejutan solo gitar menyenangkan di bagian akhir) mengajak siapapun menerapkan attitude senggol bacok, yang kalau meminjam kata-kata pesepakbola Jamie Vardy: "Chat Shit Get Banged!", khususnya untuk menghajar tukang gosip di skena yang sering mengadudomba kawan sendiri. Putar track ini ketika kalian sedang butuh melampiaskan emosi murni tanpa dicampur terhadap jenis mahluk toxic di lingkaran pergaulan.


MEMAMPATKAN KEGILAAN HIDUP

Kink Yosef & Tacbo - You Look Everywhere (Except)

Pasha Maulana Yusuf dengan moniker Kink Yosef, rapper muda asal Jakarta, menawarkan track kontemplatif tentang kegilaan hidup (sekaligus menjaga ambisi bersenang-senang sambil melindungi orang-orang yang kita sayang) dalam track hip hop lokal yang memuat sound amat ekletik. "You Look Everywhere (Except)" menyodorkan wordplay dan alegori cerdas, seperti hantaman tinju tangan kiri yang tak terbaca sekali lihat, "Leave the barrel empty/it's the kinky invasion...//the scribbles are bipolar/I feel a lot of things upon this crazy ass nation".

Hormat untuk Tacbo, sekaligus berperan selaku produser, yang sukses menyerap semua hal baik dari karakter komposisi ala Slums Collective dan menggubahnya menjadi beat yang teramat "sakit" (lengkap dengan perubahan sample di fase kedua track). Kink Yosef dan Tacbo bersama label Bureau Mantis patut terus dipantau, karena berpeluang makin berbahaya di kancah hip hop eksperimental ibu kota.


GELOMBANG NADA PENCARIAN JATI DIRI

The Sugar Spun - Ocean Tides

Single ini membuktikan lagu kadang sulit dipisahkan dari konsep visual dari klipnya. Suasana Berlin di pagi hari, Lyla MN dan Gillian Joleen—dua penari kontemporer—menerobos area parkir bertingkat yang belum buka, lalu musik hadir membawa pasang-surut gelombang yang mengantar pikiran pendengar melanglangbuana sejenak. Single terbaru trio alternative rock asal Bandung ini menjelajahi perkawinan silang synth, hook vokal, dan gitar ritmik yang cepat menempel di telinga. "Ocean Tides" bahkan di beberapa bagiannya dapat bertransformasi menjadi rock untuk skala stadion, sembari menawarkan lirik tentang pencarian jati diri menuju kedewasaan, yang menjadi andalan mereka sejak EP perdana. Formula ini tak terasa klise dalam "Ocean Tides". The Sugar Spun, andai konsisten, bakal menjadi roster label Orange Cliff yang amat kuat dan punya masa depan menjanjikan.


*Honorable Mentions: