WTF

Tantangan Bodoh 'Bakar Maskermu' Bermunculan di Media Sosial

Kelompok yang menolak percaya pandemi Corona di AS mengajak orang-orang membakar masker pakai tagar "Burn Your Mask'. Padahal kasus penularan Covid-19 masih terus naik.
22 Juni 2020, 9:55am
orang bakar masker dalam wajan
Tangkapan layar via Facebook

Mary-Ann Baldwin selaku wali kota Raleigh, North Carolina mewajibkan seluruh penduduk kota untuk memakai masker mulai Jumat sore pekan lalu. Mereka harus bermasker setiap keluar rumah dan naik transportasi umum.

Beberapa kota dan kabupaten AS telah mengambil langkah ini, sedangkan gubernur Roy Cooper mengatakan awal pekan lalu peraturan tersebut “tengah diperbincangkan” karena jumlah kasus positif Covid-19 dan pasien terduga corona terus naik dalam tingkat mengkhawatirkan.

Terlepas dari kewajiban itu, admin grup Facebook ReOpen NC mengajak para pengikutnya untuk membakar masker. Dalam video terbaru, co-founder Ashley Smith berlagak menakutkan saat ngomong seperti ini:

“Kalian semua tahu kelompok kami menentang apa saja yang diwajibkan. Kami menjunjung tinggi kebebasan pribadi. Kali ini saya ingin memulai kampanye yang saya harap bisa diikuti semua orang,” ujarnya. “Dengan ini saya menegaskan ‘tidak akan mematuhi peraturan.’”

“Ini [masker] tidak mampu mencegah penyebaran Covid,” kata Ashley, sambil menarik tali masker bedah secara dramatis. “Benda ini bukanlah tanda kasih sayang atau peduli dengan satu sama lain. Ini menandakan kontrol yang harus dipatuhi.”

Ashley menantang “semua orang yang menonton video ini” untuk membeli sekotak masker bedah dan membakarnya. Dia lalu menaruh selembar masker pada penggorengan, dan lanjut berkata “Saya harap kalian semua tetap menjaga kesehatan” sambil membakarnya. Ironis banget, kan? (“Suhu apinya mencapai 300 derajat Karenheit,” seorang pengguna Facebook berkomentar.)

Dalam video kedua, lagu Star Spangled Banner menggelegar dari speaker portable di saat seseorang memanggang sosis di atas masker yang terbakar. Kedua postingan ini mengajak pengikut menggunakan tagar #IgniteFreedom. Sayangnya, ReOpen NC tidak sadar #IgniteFreedom adalah kampanye anti perdagangan manusia yang diinisiasi oleh organisasi kemanusiaan Swiss, Youth Underground, pada Januari. Tagar itu untungnya tidak dirusak tantangan bakar masker di Instagram. (Hanya ada beberapa postingan tentang ini.) Anak Twitter dan TikTok tampaknya juga belum—dan semoga tidak—ikut tantangan tolol ini.

Tampaknya ini bukan kali pertama keluarga Smith melakukan hal bodoh. Dalam video Siaran Langsung Facebook pada akhir Mei, Adam Smith berkendara sambil memperingatkan penonton kalau dia akan membunuh untuk melindungi negara dari “Tatanan Dunia Baru”. Video itu dibuat menanggapi perintah di rumah saja. Dia bersikeras siap melawan supaya bisa makan di luar.

“Kami tidak mau membunuh siapapun, tapi apakah bersedia melakukannya? Siapkah kami mengorbankan hidup?” tanyanya. “Kami harus menjawab ya. Apakah ini termasuk bentuk kekerasan? Terorisme? Tentu bukan terorisme. Maksud saya bukan untuk menakut-nakuti orang, tapi untuk menekankan pesan ini: Kami akan bertindak keras, jika kalian bertindak keras. Jika kalian membawa senjata, maka kami juga akan membawa senjata.”

Beberapa hari sebelumnya, Adam berdemonstrasi bersama kelompok bersenjata “Blue Igloo”—namanya mirip Boogaloo—di pusat kota Raleigh. Foto News and Observer menunjukkan Adam dikawal anggota polisi saat keluar dari gedung State Capitol. Seorang co-founder ReOpen NC keluar dari grup karena insiden ini.

“Gerakan ini bergerak ke arah yang tidak kami sepakati. Ashley bertindak atas kemauan sendiri kemarin dan hampir memicu kerusuhan,” tulis Kristen Cochran dalam Facebook. “Ashley mengubah narasi gerakan ini, dan saya tidak bisa mendukungnya.”

Walaupun begitu, Adam dan Ashley sangat gigih membuat tantangan bakar masker ini diikuti banyak orang. “Dalam hal hak warga negara dan apa yang dijamin konstitusi kepada rakyat Amerika, saya berhak membeli sesuatu dan merusaknya,” Ashley memberi tahu WFMY.

Pada Rabu pekan lalu, North Carolina mengumumkan 1.200 kasus baru dalam satu hari. 849 orang dirawat karena diduga menderita Covid-19. ReOpen NC tidak menanggapi permintaan VICE untuk berkomentar_._

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US