The VICE Guide to Right Now

Polisi: Mulai Ada Perampok di Indonesia Menyamar Jadi Tenaga Medis Virus Corona

Polisi mengklaim modus ini terjadi di beberapa kota, yang sejauh ini dilaporkan dari Aceh dan Kalimantan Tengah.
10 Maret 2020, 7:33am
Polisi peringatkan modus perampok menyamar jadi tenaga medis virus Corona di Indonesia
Prosedur standar pemeriksaan suhu tubuh oleh tenaga medis resmi demi menangkal virus Corona. Foto oleh Banaras Khan/AFP

Penjahat yang memanfaatkan situasi terpuruk bisa kali disebut penjahatnya penjahat. Polda Aceh adalah salah satu lembaga yang udah mulai mewanti-wanti masyarakat soal ini. Dalam konferensi pers, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono mengatakan bahwa polisi udah dapet laporan kejahatan tentang sekelompok perampok yang pura-pura jadi tenaga medis pencegahan virus corona.

Komplotan pelaku datang ke rumah korban mengaku sebagai utusan pemerintah untuk melakukan penyemprotan rumah sebagai langkah pencegahan virus, sebelum akhirnya melakukan pencurian atau perampokan.

"[Modus yang sama] sudah terjadi di daerah lain di luar Aceh. Mereka menyamar berpura-pura menjadi tenaga medis datang ke rumah-rumah masyarakat dengan alasan untuk melakukan peyemprotan terhadap virus COVID-19 atau virus corona. Setelah itu, baru melakukan aksi kejahatan baik perampokan atau pencurian," kata Ery dilansir Serambinews.

Dari sana, ia berpesan agar masyarakat lebih hati-hati kalau ada orang mencurigakan yang berkeliaran sekitar rumah dan ngaku-ngaku mau nyemprot desinfektan. Kalau ada, Ery mohon untuk segera melapor ke tetangga atau perangkat desa.

Selain di Aceh, imbauan serupa dari polisi juga dilakukan di Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah. Dengan narasi yang sama, kepolisian Mura lewat Kapolsek Mura Ipda Yuliantho meyakinkan modus ini memang nyata terjadi.

"Bukannya membuat masyarakat tenang, [gara-gara ada kejahatan] malah membuat kepanikan baru. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada. Jangan karena kita panik melihat pemberitaan di media cetak, online, maupun elektronik tentang virus corona, lalu mempersilahkan semua orang yang menawarkan jasa tanpa identitas yang jelas masuk ke rumah," kata Yuliantho kepada Radar Kalteng.

Sama kayak polisi Aceh, Yuliantho meminta warga menemukan tenaga medis tidak jelas yang menawarkan jasa semacam itu, agar segera melapor ke polsek atau aparat keamanan di lingkungan setempat. Ia juga menginformasikan setiap kegiatan pelayanan kesehatan pasti memiliki surat tugas resmi dari pemerintah daerah setempat atau dinas terkait. Jadi, verifikasi terhadap setiap orang yang mengaku petugas medis wajib dilakukan.

Untuk catatan, sampai tulisan ini diterbitkan, belum ditemukan satu pun berita kasus perampokan dan pencurian di Indonesia dengan modus yang diklaim polisi ini.

Terlepas kabar bahwa virus corona membuka kesempatan buat kriminal, kepanikan masyarakat wabah juga berhasil menyelamatkan seorang wanita dari perampokan.

Yi Nu, perempuan asal Tiongkok, memergoki Xiao Nan, tetangganya, saat sedang melakukan aksi pencurian di rumahnya. Xiao Nan yang panik langsung memegang leher dan menutup mulut Yi Nu.

Saat keselamatannya terancam, Yi Nu pura-pura batuk dan mengaku kena corona. "Saya baru saja pulang dari Wuhan dan saya terjangkit virus corona. Karena itu, saya tinggal sendirian dan mengisolasi diri di rumah," kata Yi Nu. Mendengar itu, Xiao Nan panik dan langsung melarikan diri sembari ngambil barang seadanya. Tidak lama berselang Xiao Nan dilaporkan menyerahkan diri ke polisi.