Saya Iseng Daftar Kontes Makan Burger Tarantula, Ujung-Ujungnya Nyesel Abis

Kenapa saya melakukan hal sebodoh ini?

|
03 Mei 2018, 4:15am

foto via akun twitter @BullCityBurger

 

Saya ini orangnya senang bergabung dalam kontes online yang sebenarnya tidak penting-penting banget dan cenderung menghabiskan uang. Dari sekian banyak kontes yang saya ikuti, saya tidak pernah menang sama sekali. Makanya saya nekat daftar di kompetisi makan burger tarantula karena yakin tidak akan terpilih. EH TAUNYA SAYA LOLOS UNTUK IKUT LOMBA. APES BANGET EMANG!

Bull City Burger Brewery mengadakan lomba makan burger tarantula zebra dengan jumlah dan waktu yang terbatas dalam rangka merayakan Exotic Meat Month yang keenam. Karena jumlah tarantula yang mereka sajikan sangat terbatas, maka siapa saja yang tertarik bergabung di kontes Spider Challenge mereka harus datang langsung ke restoran Durham, NC untuk mendaftar. Nama yang lolos akan diambil dari daftar peserta yang bersedia mengikuti lomba. Pengumuman akan diposting ke medsos pihak penyelenggara, dan peserta diberi waktu 48 jam untuk mengkonfirmasikan kesediaannya.

Saya meminta tolong Tom, teman yang tinggal di Durham, untuk mendaftarkan nama saya. Ini memang hal tergila yang pernah saya lakukan. Daripada ikut kontes makan tarantula, mending juga saya ikut kontes lain yang lebih masuk akal gitu ya. Tapi apa mau dikata. Nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak bisa mundur begitu saja. Apalagi ada anak perempuan 11 tahun yang berani makan arachnida karena namanya lolos undian. Masa saya yang sudah bangkotan tidak berani? Malu lah sama anak kecil.

“Saya suka binatang dan senang kalau orang-orang takjub dengan kelakuan saya. Keren banget kayaknya kalau bisa ikut kontes ini,” kata Jada Chasteen kepada MUNCHIES. “Teman saya yang fobia laba-laba bilang saya gila.” Chasteen menerangkan kalau dia sampai bolos sekolah untuk makan tarantula. Katanya dia juga sudah tidak sabar untuk melakukannya.

Menurut WRAL, burger seharga $30 (Rp419 ribu) merupakan daging sapi yang dibudidayakan di North Carolina, dengan topping keju Gruyere, saus pedas, dan tarantula panggang. Peserta juga dapat kentang goreng sebagai camilan. Bagi peserta yang mampu menyelesaikan kontes, mereka akan dapat kaus berlogo seperti Rolling Stones dengan tarantula di atasnya. Restoran tersebut mengatakan kalau daging tarantulanya “sedikit asin dan dipanggang oven.” Jurnalis WRAL, Kathy Hanrahan, tampak mencelupkan daging ke saus, terkejut saat pertama kali mencicipi, dan mengatakan kalau rasanya “pahit.” (Wanita yang duduk di meja sebelah berseru, “Ya Tuhan, saya khawatir!”)

“Rasanya enak banget. Kakinya garing seperti ekor udang, tapi di bagian perutnya seperti ada butiran kecil. Kalau bagian kepala rasanya seperti kepiting,” ujar Chasteen.

Tampaknya dari semua peserta yang bersedia mengikuti kontes, hanya Chasteen yang sangat antusias memakan burger tarantula. Surat Kabar Inggris Telegraph menganggap pengalaman makan perut tarantula “mengganggu,” karena di dalam perutnya “terdapat pasta cokelat gelap yang berisi telur, jantung dan kotoran.”

Selain tarantula, mereka juga menyediakan daging lainnya untuk Exotic Meat Month seperti steak daging aligator, burger unta, kari piton, dan berbagai macam serangga lainnya. Spider Challenge akan berlangsung sampai Bull City kehabisan stok tarantula. Semoga saja dagingnya habis sebelum nama saya keluar di undian.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE AS