Iklan
Covering Climate Now

Semua Penyu yang Diteliti Dari Tiga Samudra Menelan Mikroplastik Dalam Perutnya

Dari sampel tujuh spesies penyu, semuanya jadi korban hobi manusia nyampah dan membuang unsur mikroplastik ke lautan. Suram...

oleh Kaleigh Rogers
12 Desember 2018, 5:03am

Sumber foto: Wikipedia 

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa plastik tidak hanya mengotori lautan kita, tetapi juga mencemari saluran pencernaan setiap spesies penyu. Dari ketujuh jenis tersebut, peneliti mengetes lebih dari 100 penyu yang ada di tiga samudra. Mereka menemukan kalau masing-masing spesies telah terkontaminasi mikroplastik.

"Penelitian ini berhasil dilaksanakan, tapi kami merasa amat gagal karena menemukan mikroplastik dalam perut setiap penyu yang telah kami teliti," kata Penelope Lindeque, salah satu anggota tim peneliti dan ahli ekologi molekuler di Plymouth Marine Laboratory, dalam siaran persnya.

"Setelah bertahun-tahun meneliti, kami menemukan mikroplastik di hampir semua spesies hewan laut, mulai dari zooplankton kecil di dasar rantai makanan laut, larva ikan, lumba-lumba hingga penyu."

Polusi plastik merupakan ancaman serius bagi kehidupan laut karena masalahnya tidak sekadar apa yang kita lihat di luarnya saja. Penyu yang hidungnya tersangkut sedotan plastik hanyalah satu contoh kecil dari dampak yang diakibatkan oleh sampah plastik. Partikel-partikel kecil plastik adalah bentuk pencemaran laut yang lebih luas dan berbahaya. Penelitian ini, yang diterbitkan dalam Global Change Biology, menggunakan metode pemeriksaan pencernaan yang canggih untuk mencari keberadaan mikroplastik di dalam perut penyu di seluruh dunia.

Sampel pencernaan 102 penyu dikumpulkan dan diteliti menggunakan mikroskop stereo digital untuk menemukan potongan-potongan plastik yang besarnya tidak sampai lima milimeter. Total partikel plastik yang ditemukan oleh peneliti melebihi 800 keping. Sebagian besar mikroplastik tersebut adalah serat yang berasal dari bekas pakaian sintetis, ban, filter rokok, dan tali yang sudah terurai.

Kita semua tahu kalau potongan plastik yang lebih besar bisa menyumbat saluran pencernaan hewan laut. Akan tetapi, peneliti menjelaskan bahwa sampah plastik yang mereka temukan sangatlah kecil sehingga partikel-partikel ini dapat memasuki pencernaan penyu dengan sangat mudah.

Namun, bukan berarti sampah-sampah tersebut tidak berbahaya bagi penyu.

“Kami belum mengetahui apa dampak mikroplastik ini terhadap penyu," kata Emily Duncan, ketua penelitian ini sekaligus mahasiswi ekologi di University of Exeter, dalam siaran persnya. "Penelitian selanjutnya perlu membahas soal dampak tidak langsung mikroplastik terhadap organisme air. Misalnya, sampah itu mungkin membawa kontaminan, bakteri atau virus, atau plastiknya bisa mencemari tubuh penyu pada tingkat seluler dan subseluler."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Tagged:
penelitian
Lingkungan
Mikroplastik
Satwa liar
Ekologi
Lautan
penyu
Polusi Plastik