Lukisan Buatan Manusia Tertua di Dunia Ditemukan di Afrika

Gambar ini dari hasil pemeriksaan telah ada 73.000 tahun lalu, lebih tua dari lukisan gua sebelumnya yang berumur 30.000 tahun.

|
Sep 14 2018, 11:30siang

Foto dari arsip: Craig Foster

Para arkeolog baru saja menemukan gambar di atas bongkahan batu yang ada di pantai Afrika Selatan. Mereka meyakini coretan ini sebagai gambar tertua yang pernah dibuat manusia. Gambarnya diduga berumur 73.000 tahun, dan terdiri dari tiga garis lurus yang bersilangan dengan enam garis miring, menyerupai tanda pagar (#).

Gambarnya ditemukan di dalam Gua Blombos, yang berjarak 300 kilometer dari timur Cape Town. Gua tersebut mulai didatangi manusia purba sejak 100.000 tahun lalu, yang dibuktikan oleh penemuan gambar simbolik dan peralatan menggambarnya. Temuan ini disebutkan dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature, dan dipimpin oleh arkeolog Christopher Henshilwood dari University of Bergen. Henshilwood sudah mengeksplorasi Gua Blombos sejak 1991.

Sumber gambar: D'Errico/Henshilwood/Nature

"Penemuan penting ini mengalahkan gambar tertua berusia 30.000 tahun yang sudah ditemukan sebelumnya," tulis Henshilwood sebagai kepala peneliti dalam laporannya. "Gambar ini menunjukkan kemampuan manusia purba Homo Sapiens di Afrika Selatan untuk menggambar pada berbagai media menggunakan beragam teknik."

Sebelum ini, gambar tertua juga pernah ditemukan di sebuah gua di Sulawesi. Gambarnya berupa lukisan stensil tangan yang berumur lebih dari 40.000 tahun. Neanderthal juga pernah menggoreskan lukisan di dalam gua-gua yang ada di semenanjung Iberia sekitar 64.000 tahun lalu.

Untuk memastikan kalau gambarnya dilukis manusia, peneliti mengamati pola gambarnya dengan mikroskop optik dan elektron, dan spektroskopi RAMAN, yang merupakan teknik pencitraan untuk menjelaskan struktur molekul yang tepat dalam sampel. Tesnya menunjukkan bahwa garis-garisnya digambar dengan pigmen berwarna merah oker, yang kemungkinan dibuat dari tanah liat, pasir, dan oksida besi oleh penghuni gua.

Sumber: Cayho Ramadhani

Para peneliti juga merekonstruksi alat yang dapat digunakan untuk menciptakan pigmen warna. Mereka menyimpulkan bahwa garis-garisnya dibuat oleh krayon primitif yang ujungnya berukuran sekitar satu sampai tiga milimeter.

Akan tetapi, peneliti masih belum bisa menemukan makna dari gambar itu. Mereka tidak yakin apakah simbolnya sudah lengkap atau hanya bagian kecilnya saja.

Peneliti Francesco d’Errico mengatakan bahwa mereka sedang mencari petunjuk yang bisa membantu mereka memahami gambar yang ada di Gua Blombos tersebut.

Blombos Cave interior. Image: Magnus M. Haaland

"Kami bekerja sama dengan ahli saraf dan membuat protokol eksperimental untuk menyelidiki bagian otak sebelah mana yang aktif saat manusia purba mengukir gambar di atas batu," kata d’Errico lewat email.

"Kami juga masih menganalisis bukti dari Afrika Selatan yang belum dipublikasikan. Kami ingin melihat bagaimana dan kapan perilaku serupa muncul di wilayah Timur."

Meskipun kita belum mengetahui alasannya, tetapi gambar ini membuktikan bahwa naluri manusia untuk menggambarkan pemikiran abstrak sudah terjadi sejak zaman purba.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

More VICE
Vice Channels