Melawan Bosan

Jajanan Mal yang (Mungkin) Bisa Kamu Bikin Sendiri Pas Kumpul-Kumpul Keluarga

Tak terima harga jajanan di mal kelewat mahal? Merasa bisa bikin sendiri? Awas, jangan takabur, cobain dulu dong bikin baru komentar lagi.

oleh Ananda Badudu
24 Juni 2018, 10:42am

Segentong thai tea untuk acara keluarga. Semua foto oleh penulis

Jajanan mal datang dan pergi silih berganti. Ada yang terbukti tak lekang oleh waktu, tapi ada juga yang gulung tikar karena makin lama makin tak laku . Apapun itu jajanan mal yang tengah ngetrend, satu hal yang pasti, harganya lumayan meres kantong alias mahal. Masak roti bakar doang Rp20 ribu? Jagung-susu-keju gelas kecil Rp17 ribu? Es teh pakai potongan puding Rp25 ribu? Kayak yang enggak rela bayar mahal untuk jajanan yang (mungkin) bisa kita bikin sendiri di rumah.

Tapi tentu kita tak boleh takabur, dengan sembrono bilang jajanan-jajanan itu bisa kita bikin sendiri di rumah. Kalau sudah pernah coba, bolehlah bilang begitu. Kalau belum? Penilaian kita jadi tak sepenuhnya adil. Apa benar kita bisa bikin sendiri makanan dan minuman itu? Terus kalau bisa bikin sendiri, apa iya lebih untung kita bikin di rumah daripada beli di mal? Untuk mencari jawabnya, kami menjajal bikin beberapa jajanan mal yang kelihatannya bisa dibuat di rumah. Simak percobaan kami berikut ini:

Thai Tea

Ketenaran teh Thailand alias thai tea kayak-kayaknya belum ada satu dasawarsa. Kendati demikian jajanan yang satu ini lumayan hegemonik. Dia ada di mal manapun di kota-kota besar di Indonesia. Belakangan ketenaran thai tea merambah sampai kompleks-kompleks, siap menantang daerah kekuasaan Pop Ice dan Nutri Sari Es.

Kamu yang pernah lihat thai tea di mal pasti tahu kan ya harganya lumayan mahal, harga jualnya mesti di atas Rp20 ribu, atau kalau mau lebih murah dikit ya Rp18 ribu lah. Sesedot, dua sedot, tak sampai sejam biasanya teh itu sudah ludes dari gelas yang kita pegang, sisa es batu saja untuk disedot-sedot menghilangkan rasa seret.

Kami mencoba bikin sendiri thai tea, yang ternyata teh versi daunnya beredar luas di supermarket di kota-kota besar. Harganya tak sampai Rp60 ribu sekantong. Plus susu kental manis dua kaleng yang harganya Rp10 ribu per biji. Kalau ditotal, biaya yang dikeluarkan untuk bikin sendiri kira-kira Rp80-90 ribu, plus air mineral dan es batu.

Dengan uang segitu, rupa-rupanya kita bisa bikin banyak sekali es Thai Tea. Kalau dijual di mal mungkin bisa kaya mendadak karena jumlahnya enggak nanggung. Setengah kantong teh jadinya sebaskom besar, bisa untuk 30-40 gelas. Kesimpulannya, minuman yang satu ini layak banget dicoba dibikin sendiri di rumah. Selain super gampang, hampir semua orang suka jadi yang kita bikin dijamin cepat tandas.

Memasukkan daun Thai Tea ke dalam air mendidih
setelah dicampur krimer kental manis, barulah airnya menjadi jingga
Teh setengah kantong bisa bikin thai tea segentong

K**g Mango

Tahu kan ya jajanan yang satu ini? Yang tenar sebelum kemunculan es kepal milo. Di mal-mal minuman mangga yang juga berasal dari Thailand ini lumayan happening. Apalagi secara visual instagramable, jadilah minuman raja mangga ini cepat melejit ketenarannya meski rada mahal harganya.

Alasan utama kami mencoba bikin sendiri jajanan yang satu ini ya karena itu tadi, harganya kelihatannya overpriced alias kelewat mahal. Tapi eh tapi, baru di tahap pertama saja, yakni tahap kupas-kupas mangga, kami sedikit banyak bisa memaklumi harga jualnya yang lumayan tinggi itu. Ngupas mangga dalam jumlah banyak butuh kesabaran ekstra karena kalau buru-buru mangga bisa blenyek.

Oke, setelah kupas-kupas mangga, kesukaran berikutnya adalah bikin whip cream. Iya, aku tahu, whip cream ada yang kemasan dan bisa dibeli di supermarket, tapi harganya mahal banget dan enggak ada yang kemasan kecil. Jadilah kami berimprovisasi dengan bikin sendiri whip cream bermodal susu, krimer, rebusan margarin, limau, dan blender yang bisa ngebut. Hasilnya? Wakwaw rada gagal. Krimnya rasa mentega, bukan rasa es krim.

Kesukaran berikutnya adalah bikin topping potongan mangga di atas jus dan whip cream. Enggak susah sih motong mangga kecil-kecil, tapi ternyata topping itu sendiri menghabiskan satu buah mangga. Pantes saja harganya di mal mahal. Berhubung topping dan whip cream-nya gagal, ujung-ujungnya yang kami bikin jadi jus mangga doang.

Akhir kata, harus kami akui, percobaan bikin minuman raja mangga gagal. Jadi merasa percuma sudah mengeluarkan Rp100 ribu-an untuk beli bahan. Untunglah masih bisa reimburse ke kantor, wkwkw... Jadi untuk yang satu ini, kesimpulannya mending beli saja yang ada di mal. Kalau harganya mahal, memang sepadan kok. Bikinnya susah dan mangga memang mahal, jadi maklumi saja.

Tantangan tahap pertama, mengupas mangga
Tiruan k**ng mango cuma satu, sisanya jus mangga biasa. Maklum, gagal
Ditambah daun dari taman biar kelihatan lebih cakep

Kentang Ulir Manual

Kentang ulir juga lumayan nge-hip pada zamannya meski sekarang sudah banyak ketilep dengan jajanan lain yang lebih funky. Yang satu ini juga kelihatannya bisa dibikin di rumah, wong cuma ngegoreng kentang. Masalahnya, untuk bikin kentang ulir, harus punya alatnya. Kami mencoba bikin pakai alat-alat seadanya.

Hasilnya? ternyata lumayan juga. Walau terlihat konyol, tapi ternyata kentang ulir bisa dibikin dengan pisau biasa. Lalu ternyata kentang ulir yang ditusuk sumpit juga bisa digoreng di wajan rumahan, meski terlihat agak maksa. Kesimpulannya, yang ini boleh lah dicoba dibikin di rumah walau secara visual jadinya kurang instagramable, yang artinya mengurasi esensi kentang ulir.

memotong kentang ulir dengan pisau biasa
Digoreng di wajan, cuma masuk setengah
Kentang ulir yang kurang instagramable