Tata Surya

Ilmuwan Sukses Temukan Ratusan Planet Mungil Dalam Tata Surya Kita

Letaknya di luar orbit Neptunus, selama ini tak terlihat karena belum ada teleskop materi gelap. Ilmuwan antariksa kini berharap bisa menemukan planet-planet tersembunyi lainnya di luar tata surya.

oleh Becky Ferreira
17 Maret 2020, 10:15am

Ilustrasi tata surya oleh John M Lund Photography Inc via Getty Images 

Para astronom berhasil menemukan ratusan planet minor baru yang terletak jauh dari tata surya, di luar orbit Neptunus.

Studi yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Supplement Series menjelaskan, objek-objek trans-Neptunus (TNO) itu merupakan “sisa peristiwa dinamis besar di antara dan di luar planet raksasa.” Penelitiannya dipimpin oleh Pedro Bernardinelli, mahasiswa pascasarjana jurusan fisika dan astronomi di University of Pennsylvania.

Dari total 316 objek yang terdeteksi, 139 TNO baru ditemukan oleh Dark Energy Survey (DES) dengan Teleskop Victor M. Blanco di Chili. Itu termasuk temuan besar, mengingat jumlah TNO terkini ada sekitar 3.000 objek.

“Objek Trans-Neptunus (kecuali Pluto) telah ditemukan sejak awal 90-an,” bunyi email Pedro. “Tapi banyak yang belum atau tidak pernah diamati hingga kedalaman yang bisa dicapai dengan DES.”

Seperti namanya, DES digunakan untuk menyelidiki energi gelap yang disinyalir mempercepat ekspansi alam semesta. Dan rupanya, survei ini juga berguna untuk mencari objek-objek kecil di tata surya.

DES memiliki bidang pandang yang sangat luas sehingga dapat menangkap sejumlah besar aktivitas di tata surya, meskipun berfokus pada cakrawala kosmik yang lebih jauh. Selama empat tahun pengamatannya, survei tersebut mengambil sekitar tujuh miliar titik cahaya foreground redup, yang dipersempit tim Pedro menjadi sekitar 22 juta titik. Mereka mengesampingkan objek-objek familiar seperti bintang dan galaksi.

Mereka kemudian mengembangkan beberapa teknik, seperti menumpuk gambar dan memprediksi lintasan orbit untuk titik-titik mana saja yang termasuk TNO. Selain mengonfirmasi temuan objek-objek besar dari survei sebelumnya—seperti planet katai Eris dan 2014 UZ224—proses ini juga mengungkapkan planet-planet kecil baru yang ukuran diameternya tak lebih dari 150 kilometer.

DES juga mampu menemukan objek “kecenderungan tinggi”, alias TNO yang mengorbit pada sudut relatif tajam ke bidang ekliptika tata surya. Pedro dan rekan juga mendeteksi 54 “objek terpisah”, atau TNO yang jarang diamati dan memiliki orbit jauh. TNO ini terbebas dari gangguan gravitasi planet. Salah satu objek terbaru ditemukan di luar tata surya, sekitar 250 kali lebih jauh dari Bumi ke Matahari.

Peneliti juga menemukan lusinan “objek resonansi” baru berupa planet kecil yang orbitnya dimodulasi gerakan planet lebih besar. Kategori ini mencakup tujuh “Trojan Neptunus” yang mengikuti jalur Neptunus di sekitar Matahari, serta 30 “plutinos” yang menyelesaikan dua orbit untuk setiap tiga perjalanan Neptunus.

Menciptakan katalog TNO dan orbitnya yang lengkap dapat membantu ilmuwan memecahkan misteri gerakan gas raksasa masa lalu seperti Neptunus atau Jupiter, serta mengungkapkan ada tidaknya bintang lain yang berjarak dekat dengan tata surya di masa lalu.

“Berbagai proses dapat berdampak pada struktur Sabuk Kuiper dan wilayah trans-Neptunus lainnya,” terang Pedro. TNO bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti “di mana Neptunus terbentuk dan seberapa cepat planet itu sampai ke lokasi saat ini, apakah tata surya awal memiliki planet raksasa lain yang disingkirkan ke ruang antarbintang, dan di bagian galaksi Bima Sakti mana tempat terbentuknya tata surya,” menurutnya.

Hasilnya dapat membantu pencarian planet-planet tersembunyi, seperti planet hipotesis Planet Nine (atau Planet X), yang memengaruhi orbit TNO. Tim Pedro ingin melihat “seberapa cocok objek-objek kami dengan hipotesis Planet 9/X”.

Dengan semakin banyaknya pengamatan DES dan survei lain yang tersedia, maka penemuan planet-planet kecil ini juga bisa dipercepat. Katalog yang terus berkembang ini akan menyerupai Rosetta Stone yang mengungkapkan informasi baru tentang interaksi masa lalu dalam tata surya kita, dan dengan alam semesta yang lebih luas.

“Kami tengah menganalisis dataset lengkap DES!” tutur Pedro. “Kami memiliki data selama enam tahun, dan baru mencari empat pertama.”

“Kami juga mengubah beberapa hal dalam pemrosesan kami yang dapat membantu penemuan benda-benda lebih redup (lebih kecil atau jauh),” imbuhnya. “Kami mengharapkan sekitar 200 objek lagi dalam pemrosesan ini.”

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Tagged:
Sains
Luar Angkasa
neptunus
Astronomi
Planet Minor
Planet Katai