Dokumenter VICE

Kami Bikin Dokumenter untuk Memahami Pemicu Teori Konspirasi Seputar 5G

Di berbagai negara, makin santer konspirasi kalau jaringan 5G bisa membunuh manusia. Pakar sampai bingung, apa yang bikin teori ngawur tersebut populer kayak kaum bumi datar.
05 Juni 2020, 7:33am

Teori konspirasi sudah pasti ngawur. Tapi dari semua topik yang muncul bagi penggila cocoklogi, publik paling bingung sama perkembangan konspirasi mengenai campur tangan elit global di balik kemunculan frekuensi seluler 5G. Tudingan bahwa frekuensi 5G dapat membunuh manusia menyebar di berbagai negara, jauh lebih cepat dibanding konspirasi bumi datar.

Tindakan orang yang percaya kalau 5G membahayakan kesehatan juga ekstrem. Tak cuma berdebat di Internet, aktivis anti-5G sampai membakar ponsel mereka dan mengeroyok teknisi IT. Masalahnya, konspirasi 5G sudah massif di Amerika, Australia, Inggris, Italia, India, dan banyak negara lain. Di Indonesia belum terlalu terasa, tapi melihat karakternya, asal muncul video YouTube yang mendakwahkan konspirasi ini, bisa jadi pengikutnya membesar dengan cepat.

Untuk memahami mengapa konspirasi 5G membunuh manusia populer, tim dokumenter VICE ngobrol dengan banyak orang, mencakup mereka yang percaya sama teori tersebut. Termasuk juga menghubungi David Robert Grimes, pakar kanker di

the University of Oxford. Kami ingin membuktikan apakah tuduhan kaum cocoklogi punya dasar ilmiah.

VICE turut mendatangi lokasi unjuk rasa menolak gelombang 5G yang digelar di Inggris. Kami ingin tahu, kenapa teknologi yang bahkan belum diimplementasikan itu mereka yakini akan merusak peradaban manusia.

Simak dokumenternya di tautan awal artikel ini.

Artikel dan dokumenter ini pertama kali tayang di VICE UK