The VICE Guide to Right Now

'Masker Pintar' Buatan Jepang Bisa Mengeraskan Suara dan Terjemahkan Delapan Bahasa

Tertarik ga kalian pakai masker secanggih ini?
01 Juli 2020, 3:23am
perempuan mengenakan masker
Foto ilustrasi: Kate Trifo via Unsplash

Masker menjadi benda yang sangat penting pada masa “New Normal” karena terbukti bisa mengurangi penularan COVID-19. Pembatasan seperti PSBB dan lockdown sudah longgar meski penyebaran virusnya belum juga melambat, sehingga akhirnya orang-orang harus menggunakan masker supaya tetap aman selama beraktivitas di luar rumah. Walaupun masih banyak yang ogah pakai masker, startup Jepang satu ini berinovasi membuat masker terasa lebih nyaman bagi pemakainya.

Donut Robotics menciptakan “c-mask” yang bisa merekam percakapan, menyalinnya ke dalam bentuk pesan teks via BlueTooth dan aplikasi, dan menerjemahkannya dari bahasa Jepang ke delapan bahasa lain — Inggris, Mandarin, Prancis, Korea, Thailand, Bahasa Indonesia, Spanyol, dan Vietnam.

Masker ini juga bisa untuk menelepon dan memperkeras suara. Studi terbitan 2016 mengungkapkan sekitar 70 persen orang dewasa di Jepang merasa kurang fasih berbahasa Inggris, sehingga masker ini akan sangat membantu orang asing untuk berbicara dengan mereka.

Idenya muncul ketika staf Donut Robotics membicarakan masa depan perusahaan. Sebelum pandemi melanda, menurut Reuters, Donut Robotics mengembangkan robot pemandu dan penerjemah untuk disebarkan di Bandara Haneda, Tokyo.

Perusahaan ini telah mengumpulkan 28 juta yen (Rp3,7 miliar) untuk menciptakan masker pintar melalui situs crowdfunding Jepang Fundinno. Total yang diterima tiga kali lipat lebih besar dari target awal tujuh juta yen (Rp937 juta), menunjukkan ada permintaan untuk produk tersebut.

“Kami [Donut Robotics] sudah bertahun-tahun mengembangkan robot, dan kini kami ingin memanfaatkan teknologi tersebut untuk menciptakan sesuatu yang berguna di dunia pasca-COVID,” CEO Donut Robotics, Taisuke Ono, memberi tahu Reuters Japan.

5.000 c-mask mulai dipasarkan di Jepang pada September dengan harga 3.980 yen (setara Rp532 ribu) per lembar. Donut Robotics berharap maskernya juga bisa dijual di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa.

Donut Robotics juga berencana menambahkan fitur AR dan VR pada masker di masa depan.

Follow Miran di Instagram.

Iklan