Virus Corona

Jangan Ngeyel, Selama Pandemi Pakar Kesehatan Bilang Resepsi Nikah Berisiko Tinggi

Di tengah pandemi COVID-19, kesehatan banyak orang jauh lebih penting. Jangan sampai pesta hari bahagia kalian malah menimbulkan problem kesehatan tamu-tamu undangan.
23 Maret 2020, 4:32am
Seorang pembeli bermasker berdiri tak jauh dari tulisan stok hand sanitizer kosong di sebuah supermarket Kirkland, Washington
Seorang pembeli bermasker berdiri tak jauh dari tulisan stok hand sanitizer kosong di sebuah supermarket Kirkland, Washington setelah peringatan COVID-19 diumumkan pada 5 Maret 2020.  (Foto oleh JASON REDMOND/AFP via Getty Images) 

Kalian dan pasangan sudah jauh-jauh hari merencanakan pesta pernikahan, tapi malah dikacaukan virus yang menyebar hampir di seluruh dunia. Kalian jadi bimbang acaranya tetap dilakukan atau tidak. Kalian takut pesta pernikahan ini jadi sumber penularan virus, tapi juga tidak siap diomongin tetangga jika diundur. Bagaimana sebaiknya?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan sebaiknya ditunda. Pada Minggu, 15 Maret 2020, CDC melayangkan pedoman baru yang melarang diadakannya perkumpulan di atas 50 orang selama dua bulan ke depan. Mereka mengimbau acara-acara besar yang telah dipersiapkan untuk segera ditunda atau dibatalkan. Meski pedoman ini berlaku di AS, tak ada salahnya jika kita juga menerapkannya di Indonesia.

Menurut CDC, pedomannya tidak mencakup kegiatan sekolah, bisnis dan perkantoran yang sudah diliburkan di seluruh negeri.

Walaupun tidak diatur hukum, imbauan CDC dapat mengenai pesta pernikahan, upacara pemakaman dan acara kumpul-kumpul keluarga. Selain itu, mereka juga akan melarang acara publik seperti ajang olahraga dan konser musik. Imbauan ini dibuat mengikuti anjuran pejabat kesehatan masyarakat, dan menyusul perintah penutupan restoran dan bar di berbagai kota dan negara bagian. Sekadar informasi, panduan CDC ini seringkali juga diikuti banyak negara lain.

Dengan melarang penyelenggaraan acara-acara besar, mereka berharap penyebaran COVID-19 di negara Paman Sam bisa ditekan. Hingga tanggal 20 Maret, CDC melaporkan virus corona menginfeksi setidaknya 15.219 orang dan menewaskan 201 pasien. Peningkatan yang sangat signifikan, mengingat jumlah kasus penularannya ketika artikel ini ditulis (15/03/2020) “baru” mencapai angka 1.629 dengan total 41 kematian.

"Acara besar dan pertemuan massal dapat mempercepat penularan COVID-19 di Amerika Serikat melalui pelancor yang menghadiri acara-acara tersebut," demikian keterangan CDC di situs webnya. “Contoh acaranya seperti konferensi, festival, parade, konser, acara olahraga, pernikahan dan perkumpulan lainnya. Acara-acara ini tak hanya diselenggarakan organisasi atau masyarakat saja, tetapi juga oleh individu."

Pedomannya dikeluarkan beberapa hari setelah kota dan bagian negara di AS membuat larangan acara di atas 1.000 orang. Setelah itu, kota-kota memberlakukan perintah darurat dan secara hukum yang melarang pertemuan melebihi 250 orang. Ini pertama kalinya perintah tersebut dibuat, yang mengakibatkan ajang olahraga ditunda dan musisi mengundur tur dunia mereka.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News