Sebuah Laguna di Meksiko Kering Seketika, Airnya Mengalir ke Lubang Misterius

Lubang itu tak baru-baru ini muncul, tapi terbentuk berkat gua-gua bawah tanah terbentuk di Semenanjung Yucatán. Tonton rekaman peristiwa mencengangkan dalam hitungan detik itu di artikel berikut.

|
Ags 30 2018, 8:44pagi

Dicuplik dari YouTube/Noticias Canal 10

Penduduk kawasan Nicolás Bravo, Chetumal melaporkan suara gemuruh nan gaduh yang tiba-tiba saja terdengar. Saat itu, sebuah laguna, yang dikenal dengan nama Laguna de Chakanbacán dan memiliki luas sekitar 1,6 km persegi, mendadak mengering seperti sebuah bak mandi. Semua air yang sebelumnya memenuhi laguna tersebut raib, masuk ke dalam tiga buah lubang dan menyisakan lumpur dan bau binatang yang membusuk.

Pemberitaan dari Chetumal, ibukota provinsi Quintana Roo, yang terletak di semenanjung tropis Yucatán, mengatakan bahwa tiga lubang itu—dalam bahasa setempat disebut dengan nama s ocavones—telah menelan air sebuah laguna di sana dalam hitungan hari. Fenomena alami yang mengagetkan ini, menurut sejumlah penyelidikan yang dilakukan oleh badan lingkungan hidup Meksiko, mungkin terjadi karena “struktur mirip gua” yang terletak di bawah kawasan pantai di Chetumal. Labirin berisi banyak lorong dan sistem gua, yang kebanyakan digenangi air, bisa menjadi sarang ekosistem yang unik dan relik arkeologis.

Mengingat kondisi geologis Semenanjung Yucatán yang unik, seorang juru bicara Comisión Nacional del Agua (Komisi Pengelolaan Air Meksoko) mengatakan pada surat kabar setempat La Jornada minggu lalu bahwa "arus bawah tanah" kemungkinan besar mengikis bagian atas sistem lorong di bawah laguna, memuncul tiga lubang dan mengalirkan semua air laguna ke dalam tiga terowongan diameternya mencapai sembilan meter.

Dicuplik dari YouTube/Noticias Canal 10

“Jalur berisi gua yang tergenang air paling padat di dunia ditemukan di kawasan utara Quintana Roo sepanjang perairan Karibia,” ujar David Brankovits, seorang mahasiswa postdoctoral at Woods Hole Oceanographic Institution yang pernah menjelajahi sistem gua bawah air Ox Bel Ha di Semenanjung Yucatán lewat sebuah surel. "Di Yucatán, lebih dari 1000 km gua telah dipetakan oleh para penjelajah gua bawah tanah dan upaya eksplorasi masih tetap dilakukan sampai sekarang."

Semenjang Yucatán sendiri adalah sebuah platform karst yang luas, imbuh Brankovits, yang tak lain adalah batu gamping yang mengalami pengikisan. "Gua-gua bawah tanah di Yucatán bisa diakses melalui lubang alami atau cenote dalam bahasa setempat," katanya. Sistem gua ini berperan penting dalam mengatur bagaimana air didistribusikan di kawasan itu. Genangan air besar di atas permukaan tanah—seperti kolam dan danau—tak lazim dijumpai di sini. Air cenderung bergerak ke bawah tanah dan membentuk sungai bawah tanah karena “lapisan batu gamping memungkinkan air menyusup ke bawah.”

Screenshot: YouTube/Noticias Canal 10

Masalahnya, kawasan Laguna de Chakanbacán tak dikenal dengan lorong gua bawah tanahnya, jelas Brankovits. “Mungkin ada semacam lapisan geologis tak tembus air robek sehingga air mengalir ke bawah tanah,” jelasnya, mungkin ingin menunjukkan bahwa struktur geologis bergua di kawasan itu masih terus berubah.

Kolam dengan kedalaman enam meter ini terlihat dari permukaan laguna, seperti yang dilansir dari La Jornada .

Seorang penduduk Quintana Roo lewat akun Facebooknya mengunggah foto sebelum dan sesudah mengeringnya Laguna de Chakanbacán. Sementara sejumlah warga lainnya was-was kegiatan agrikultur di kawasan itu akan terganggu karena menyusutnya persediaan air. Ekonomi Quintana Roo juga bergantung pada ekoturisme dan Laguna de Chakanbacán diharapkan menjadi bagian zona arkeologis yang menarik banyak turis.

“Cenote adalah jendela karst yang memperlihatkan air tanah,” jelas Brankovots. “Dalam sejarahnya, cenote adalah salah satu sumber air minum paling penting bagi manusia.”

Laguna de Chakanbacán bukan satu-satunya yang lenyap. Setelah laguna itu mengering, batang ikan, bulus, hingga belut mulai mengeluarkan bau tak sedap. La Jordana memberitakan bahwa sejumlah pencoleng berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mencuri hewan liar antik yang tersisa di lokasi bekas laguna. Alhasil, kini kawasan itu dijaga oleh milisi setempat. Beruntung, sejumlah hewan yang tinggal di Laguna de Chakanbacán seperti Buaya Morelet atau cocodrilo de pantano, sudah terlebih dahulu menyelamatkan diri sebelum Laguna mengering. Malah, Badan Lingkungan Hidup Meksiko menyatakan imbas insiden itu pada fauna di laguna sangat minim.

Inilah video liputan soal air laguna yang kering seketika setelah muncul lubang misterius:

Seperti yang ditunjukkan oleh ekspedisi Brankovits, sistem gua di Semenanjung Yucatán adalah rumah bagi ekosistem yang kaya lagi unik. "Seluruh jaring makanan terdapat dalam gua yang terletak di bawah hutan tropis yang kering," ungkapnya. "Jejaring makanan ini mencakup mikroba dan hewan-hewan yang sudah beradaptasi dengan ekosistem gua, baik hewan tulang belakang atau hewan tak bertulang belakang. Kehidupan dalam gua ini sudah berhasil mengakali lingkungan yang gelap dan minim energi,” seperti spesies ikan buta dan spesies krustacea tak berpigmen.

"Lubang yang menyerap air Laguna de Chakanbacán sudah terbentuk sejak adanya gua-gua bawah tanah," imbuh Brankovits. Agen Federal Perlindungan Lingkungan Hidup tak membalas permintaan wawancara kami menyangkut status penyelidikan penyebab munculnya lubang-lubang itu.

"Karena keberadaan gua bawah tanah "terlihat dan terpikirkan," gua-gua tersebut kerap dianggap unik tapi kurang penting,” ujar Brankovits. "Padahal, dalam kenyataannya, gua-gua itu punya pengaruh besar pada lingkungan hidup kita yang terletak di atas permukaan tanah."

More VICE
Vice Channels