Iklan
Fenomena Alam

Laba-Laba Terbukti Bisa Terbang Ratusan Kilometer, Tapi Harus Disetrum Dulu

Untuk pertama kalinya, ilmuwan sukses membuktikan peran listrik dalam kemampuan laba-laba mengapung di udara.

oleh Becky Ferreira
02 Juli 2019, 8:29am

Foto ilustrasi laba-laba terbang oleh Michael Hutchinson 

Pada momen Halloween 1832, pakar biologi Charles Darwin yang menelurkan teori seleksi alam sedang berada di atas kapal HMS Beagle. Di buritan, dia melihat laba-laba menaiki kapalnya setelah mengapung puluhan kilometer di atas permukaan laut. Penemuan itu membuatnya kagum.

"Saya menangkap seekor laba-laba Aeronaut yang kemungkinan menempuh jarak sejauh paling sedikit 95 kilometer," demikian kata Darwin dalam buku catatannya. "Masih belum bisa dijelaskan bagaimana serangga kecil ini, yang dapat ditemukan di kedua belahan bumi, mampu melakukan perjalanan udara."

Laba-laba kecil sejak lama diduga sanggup terbang. Caranya adalah mengarahkan pantat mereka ke langit, sembari mengulurkan jaring sutra dari dalam tubuh. Darwin menyangka fenomena ini berkaitan dengan listrik ketika ia melihat helai-helai sutera laba-laba saling tolak menolak dengan tenaga elektrostatik.

Tetapi sebagian besar ilmuwan kala itu berasumsi laba-laba yang dikenal sebagai laba-laba “balon” ini hanya mengapung di udara bagaikan paraglider. Penjelasan tersebut sampai sekarang belum bisa menjelaskan dari mana kemampuan laba-laba terbang saat anginnya tidak kencang.

Sekarang, ilmuwan membuktikan kalau dugaan Darwin benar. Laba-laba terbukti bisa terbang asal tubuhnya diberdayakan listrik. Demikian kesimpulan penelitian yang baru saja terbit di Jurnal Current Biology. Dipimpin Erica Morley, seorang ahli biofisika University of Bristol, studi ini menuntaskan perdebatan mengenai hubungan antara tenaga elektrostatik dan daya penggerakan laba-laba balon.

"Pembubaran material sutera merupakan faktor yang terbukti mendorong kemampuang terbang," tulis Erica saat diwawancarai Motherboard melalui surel. "Jika kami bisa memahami mekanisme di balik fenomena ini, maka kami bisa memahami pola laba-laba dan hewan-hewan dengan struktur tubuh mirip balon lainnya."

Selama beberapa dekade terakhir, komunitas ilmiah sudah mulai meragukan penerbangan laba-laba hanya dibantu angin. Terutama karena laba-laba sanggup mengapung di udara yang tidak kuat, menerbangkan mereka beberapa meter, bahkan sampai ribuan kilometer. Laba-laba ini juga sanggup mencapai ketinggian lima kilometer di atas permukaan bumi—jelas mustahil dicapai hanya dengan bantuan angin.

Pada 2013, Peter Gorham, ahli fisika di University of Hawaii, sempat melakukan perhitungan yang membuktikan secara teoritis jika laba-laba sanggup menggunakan sutera mereka untuk menyalurkan listrik statik supaya bisa terbang. Sekarang tim Erica membuktikan kebenaran fenomena itu untuk pertama kalinya lewat uji coba dalam laboratorium.

Erica beserta timnya menempatkan laba-laba Linyphiid di antara medan listrik yang bermuatan seperti atmosfer bumi, agar mereka dapat menyaksikan secara langsung dampak listrik terhadap kemampuan hewan itu mengapung. Laba-labanya sanggup mengapung ketika medan listrik dinyalakan. Tubuhnya segera turun dari udara ketika medan listrik dimatikan. Konsistensi temuan ini menandakan hubungan antara tenaga elektrostatik dan kemampuan laba-laba mengapung di udara.

Tentu saja angin tetap mempengaruhi kemampun terbang laba-laba. Setidaknya kesimpulan penelitian baru ini membuktikan bahwa dalam cuaca tak berangin, berkat jaring sutra yang sifatnya konduktif terhadap listrik, laba-laba tetap bisa mengapung di udara.

Erica berharap bisa meneliti fenomena tersebut lebih lanjut, terytama dengan mengamati serangga berbalon lainnya. Misalnya ulat dan tungau. Dengan begitu, peneliti berikutnya bisa menyorot pola migrasi dan distribusi global binatang dari filum arthropoda tersebut.

Nyaris dua abad setelah Charles Darwin melihat helai-helai sutra saling tolak menolak di langit, firasatnya tentang laba-laba bertenaga listrik akhirnya terbukti benar.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Tagged:
Charles Darwin
penelitian
Sains
Jurnal Ilmiah
Hewan
Binatang
Biologi
Laba-Laba
Energi Listrik
Listrik Statis
Laba-Laba Terbang