Iklan
Pembobolan Bank

Terlilit Utang Poker Online, Petinggi Goldman Sachs Kuras Uang Perusahaan Rp75 Miliar

Pejabat Goldman Sachs cabang Bengaluru India itu mengelabui karyawan junior untuk mengirim uang perusahaan ke rekening pribadinya.

oleh Shamani Joshi; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
12 September 2019, 12:30am

Foto ilustrasi penggelapan dana via Pixabay.

Bank investasi global Goldman Sachs, yang terseret skandal 1MDB Malaysia, habis kena tipu salah satu karyawan seniornya sendiri di kantor cabang India. Ashwani Jhunjhunwala, Wakil Presiden Goldman Sachs untuk Negara Bagian Bengaluru, hmenguras uang perusahaan sebesar US$5,4 juta (Rp75 miliar) pada 4 September lalu.

Dia berencana menggunakan uangnya untuk melunasi utang akibat keseringan main judi poker online, tetapi perusahaan keburu menangkap basah aksi culasnya. Dia ditangkap polisi pada 10 September.

"Ashwani Jhunjhunwala mentransfer US$5,4 juta dari rekening perusahaan ke rekening pribadi di luar negeri lewat komputer tiga bawahannya," kata MN Anucheth, Wakil Komisaris Polisi di Distrik Whitefield, kepada The Indian Express. "Uangnya ditransfer dalam waktu 10 menit pada 4 September. Setelah transaksi terjadi, sistem perusahaan menemukan Ashwani lah yang melakukannya."

Berdasarkan berita acara pemeriksaan polisi, Ashwani membodohi bawahannya Gaurav Mishra, Abhishek Yadav dan Sujith Appaiah kalau dia ingin mengecek pekerjaan mereka. “Saat komputernya berhasil diambil alih, dia menyuruh mereka ambil minum atau masuk ke sistem mereka. Dari situ, dia mengirim dana setara puluhan miliar Rupiah dalam dua cicilan ke Bank Industri dan Komersial Cina secara ilegal," begitu kutipan laporan polisi.

Saat audit internal pada 6 September 2019, perusahaan melihat uang dalam jumlah besar ditransfer dari akun perusahaan. Ketiga karyawan junior tersebut langsung diinterogasi. Gaurav membeberkan kalau dia memperhatikan transaksi tidak biasa pada sistemnya padahal dia tidak melakukan apa-apa.

Dia memberi tahu aparat bahwa Ashwani belum lama ini memintanya membuat Settlement Reconciliation Service (SRS) untuk penarikan pembayaran. Gaurav melakukannya tanpa sadar karena dia masih baru di kantor cabang itu. Perusahaan menyadari kalau waktu aksesnya sama dengan stempel waktu transaksi. Tak hanya itu, rekaman CCTV kantor memergoki aksinya.

Ashwani terpaksa mengakui kejahatannya, setelah Goldman Sachs melaporkannya ke polisi dengan pasal perilaku curang dan tidak jujur, beserta ancaman pidana pelanggaran disiplin karyawan.

Tersangka menghabiskan US$70.000 (Rp984 juta) gara-gara sering main poker online. Akibat tumpukan utang itu, dia lantas meminjam dana setara Rp490 juta ke bank lain. Dia kemudian berkonsultasi kepada mantan karyawan, Vedant, yang dipecat karena melakukan penipuan. Orang itu mengajarkan Ashwani cara mengalihkan uang perusahaan. Vedant kini turut menjadi buronan polisi.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India