Mengenang Mendiang Amy Winehouse Saat Masih Bahagia Lewat Koleksi Foto Langka

Foto-foto ini diambil sosok teman baik Amy, Blake Wood, di puncak karir sang penyanyi soul terbaik generasi millenials.

|
Jul 5 2018, 5:25pagi

Susah dipercaya sekarang, tapi itulah faktanya. Satu dekade lalu, mendiang Amy Winehouse sedang berada di puncak karirnya. Tahun itu, Amy harus berjuang menghadapi popularitas sebagai musisi kelas atas di kancah musik global. Belum lagi dia sering depresi gara-gara berbagai permasalah pribadinya.

Di tahun yang sama, Amy melepas album Back to Black, album yang membuatnya diganjar lebih dari lima penghargaan Grammy, merajai tangga lalu pop dunia, berpesta tanpa henti, serta dikejar-kejar oleh paparazi klub malam yang tiada lelah menguntitnya.

Tahun 2008 adalah juga tahun ketika Amy bertemu Blake Wood, seorang fotografer yang kala itu masih berusia 22 tahun. Tahun ini, Blake berencana melepas buku kumpulan foto baru, Amy Winehouse, yang berisi foto-foto intim kehidupan personal Amy Winehouse yang tak pernah dibeberkan pada awak media dan para penggemar sang penyanyi neo-soul itu.

“Aku masih ingat betapa aku sangat tersentuh oleh suara Amy,” kata Blake. “Jadi ada semacam tekad dalam diri saya, kalau Amy sampai masuk dalam hidup saya, aku akan selalu ada untuknya sebagai mana dia selalu ada untukmu.”

Setelah pertemuan pertama mereka—keduanya dikenalkan oleh Kelly Osborne, Amy dan Blake menjadi sepasangan teman dekat, bekerja sama menghindari kamera paparazzi yang menunggu di luar apartemen Amy di Camden yang dihuni Amy sampai akhir hayatnya. Amy tewas karena overdosis obat-obatan pada usia 27 tahun.

Buku kumpulan foto Blake yang rencana bakal dirilis pada tangal 27 Juli adalah sisa-sisa kenangan dari pertemanan keduanya dan bukti bahwa Amy Winehouse pernah hidup dengan begitu bahagia. Lantaran kita terbiasa melihat foto-foto Amy Winehouse keluar dari klub dalam keadaan mabuk dan acak-acakan, hasil jepretannya dalam buku ini akan mengubah cara kita mengenang penyanyi berbakat asal East London itu.

“Aku tak berminat memotret Amy yang sakit atau sedang mengonsumsi obat-obatan,” kata Blake tentang foto-foto dalam bukunya. “Bagi saya itu bukan gambaran sejati tentang Amy Winehouse. Menurutku, mengambil foto Amy dalam keadaan mabuk atau sakit adalah tindakan yang tak adil dan tidak sopan.”

Entah itu dalam foto yang menampilkan Amy tersenym di sebuah pantai di St Lucia, mengarah pandangannya menghindari kamera selagi bersantai di studio rekamana atau saat dirinya membenarkan eyelinernya di kaca sebuah pub, Amy terkesan santai dan benar-benar menjadi dirinya dan menikmati momen-momen tersebut. “Amy adalah cinta dalam wujud manusia. Aku benar-benar mencintainya,” tulis Blake.

"Amy adalah seseorang yang mewujudkan cinta dalam bentuknya yang paling murni. Dialah sosok yang membantu orang di sekitarnya untuk kembali menggali kebaikan dan cinta dalam diri mereka. Aku sudah lama menyimpan foto-foto ini dan aku menyimpannya karena foto-foto terlampau menyakitkan saat dilihat. Tapi sekarang, aku ingin orang lain mengenal Amy yang aku kenal—cahaya hangat, brilian dan penuh cinta.”

Artikel ini pertama kali tayang di i-D Magazine

More VICE
Vice Channels