Cerita Hantu VICE

Wewe Gombel Sering Disalahpahami, Padahal Dia Cuma Pelindung Bocah Sebelum Era KPAI

Tiap ada orang tua brengsek berbuat semena-mena dan menyiksa anak, Wewe Gombel akan menculik si bocah, menyembunyikan mereka sampai ortunya tobat. Tuh, dia baik kok...
02 November 2018, 9:47am
Ilustrasi Wewe Gombel
Ilustrasi oleh Farraz Tandjoeng

Kami percaya cerita-cerita hantu yang khas Indonesia tidak begitu saja muncul dari ruang hampa. Sebagai folklore, cerita-cerita itu adalah ekspresi kultural suatu masyarakat tertentu, yang diteruskan dari mulut ke mulut, dari generasi satu ke generasi berikutnya. Dalam banyak kasus, cerita hantu bahkan punya peran sosiologis, peran yang jauh lebih besar daripada menakut-nakuti bocah semata. Analisis, cerita, dan telaah kami mengenai hantu-hantu Indonesia itu kami rangkum dalam seri Cerita Hantu VICE yang dirilis untuk meramaikan Pekan Halloween 2018. Selamat membaca!


Semasa kecil dulu, orang tua bakalan menyuruh kita pulang main sebelum Magrib. Mereka bilang, kalau bandel, kita bisa diculik segala jenis hantu yang berkeliaran saat matahari terbenam. Dari sekian banyaknya cerita hantu, sosok Wewe Gombel jadi yang paling menakutkan bocah-bocah. Hantu perempuan ini dipercaya akan menculik anak-anak dan menyembunyikan mereka di belakang payudaranya yang lonjong seperti pepaya. Daripada diculik setan seram kayak gitu, mending juga nurut pulang ke rumah dan salat Magrib, toh?

Kalau melacak folklore soal setan yang satu ini, Wewe Gombel dulunya hanyalah seorang perempuan biasa yang menikah dengan laki-laki idamannya. Nahas, mereka tidak bisa punya anak karena dia mandul. Tidak terima dengan kenyataan, suaminya pun selingkuh dengan perempuan lain. Suatu hari, dia memergoki suami yang tidur bersama selirnya.

Wewe Gombel lalu membunuh suaminya karena marah dan sakit hati. Perempuan ini menjadi buronan warga setelah mereka mengetahui insiden pembunuhan tersebut. Dia akhirnya bunuh diri karena merasa terpojok. Akibatnya, Wewe Gombel menjadi hantu gentayangan yang sengsara. Hantunya berkelana mencari anak-anak yang bisa diculik dan diurus olehnya.

Kedengarannya seram banget, kan? Mitos hantu Wewe Gombel ini sering dimanfaatkan oleh orang tua supaya anak mereka mau menurut pulang sebelum malam tiba. Tak jarang makhluk gaib ini disalah-salahkan ketika ada berita anak hilang. 2017 lalu, seorang anak di Medan hilang tanpa jejak setelah ada warga yang melihatnya pergi ke tengah hutan di malam hari. Keesokan harinya, keluarga dan tetangga bocah itu berjam-jam mencarinya. Hasilnya nihil. Mereka baru berhasil menemukan bocah laki-laki tadi setelah ada orang yang mengumandangkan Azan. Anak itu keluar dari semak-semak dengan wajah kebingungan. Para orang dewasa sepakat kalau dia habis diculik oleh Wewe Gombel.

Memang gampang menyalahkan Wewe Gombel, tapi sebenarnya dia seringkali disalahpahami. Dia memang menculik anak-anak (caranya menculik berantakan pula—dia meninggalkan BH-nya dimana-mana), tetapi banyak orang mengabaikan bagian ceritanya dimana dia hanya menculik anak-anak yang dilecehkan orang tuanya. Impotensinya menimbulkan kebencian terhadap orang tua yang menganiaya anak-anak mereka. Menurut beberapa versi cerita Wewe Gombel, dia menakut-nakuti orang tua sampai mereka menyadarkan kesalahan mereka. Setelah orang tua tersebut bertobat, Wewe Gombel mengembalikan anak mereka, seperti agen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Kalau sedang membicarakan cerita hantu, jarang ada satu versi dari sebuah cerita yang bisa dianggap paling “benar.” Legenda tersebut biasanya disebarkan dari mulut ke mulut, jadi tentunya ada banyak perbedaan antara setiap versi. Ada satu versi dimana Wewe Gombel menyuap kotoran kepada anak yang dia culik. Ada pula satu versi yang menggambarkan Wewe Gombel sebagai sosok ibu yang membesarkan anak culikan sebagai anaknya sendiri. Dalam versi yang paling populer, Wewe Gombel merupakan seorang pahlawan yang menyelamatkan anak-anak dari rumah tangga yang kejam (Versi ini diadaptasi sebagai film “A Mother’s Love” oleh Joko Anwar.

Wewe Gombel, menurut Risa Permanadeli, peneliti kebudayaan di Universitas Indonesia, bukanlah hantu yang mengerikan. Seperti banyak hantu perempuan atau makhluk mitos di Asia, naratif Wewe Gombel terkait dengan kesuburannya.

"Kebudayaan kita sangat dipengaruhi kebudayaan Hindu dan Buddha yang menganggap perempuan sebagai makhluk suci," Risa katakan kepada VICE. "Saat musim panen, orang Jawa berdoa kepada dewi Sri. Sementara kekuatan laki-laki dilambangkan dengan simbol-simbol penis, kekuatan perempuan dilambangkan dengan rahimnya. Dia merupakan pemberi hidup."

Tokoh Wewe Gombel memang rumit. Meskipun terdapat banyak versi cerita yang menggambarkan dia sebagai hantu, sebagian banyak orang percaya bahwa masalahnya mulai dari cerita tragis kehidupan Wewe Gombel sebagai istri impoten yang suaminya tidak setia. Selain menjadi cerita efektif untuk menakutkan anak-anak supaya mereka tidak pergi sendirian malam-malam, Wewe Gombel juga bisa mengajar para orang tua untuk menghargai anak mereka.

"Teknologi akan selalu maju, tapi cerita hantu akan bertahan,” ujar Risa. "Cerita-cerita ini mengandung pesan yang diwariskan dari nenek moyang kita, dan mereka enggak bakal menghilang."

Seratus tahun dari sekarang, sekalipun KPAI tidak ada lagi, barangkali akan tetap ada orang tua di Indonesia yang mengatakan pada anaknya peringatan ampuh ini, sebelum mereka pergi main di luar. "Jangan lupa pulang kalau udah Magrib, kalau enggak dibawa wewe gombel..."