Seni

Mengenal Seniman Perajin Miniatur Patung Unik, Seakan dari Negeri Dongeng

Tina Yu sangat ramah kepada para pengikutnya. Dia tak pernah lupa mengajak mereka berinteraksi sembari mempertontonkan proses pembuatan patungnya.
12 Juli 2020, 3:00am
Patung perempuan berambut macaroon
Semua foto milik Tina Yu

Putri duyung melahap siripnya sendiri dan perempuan berkepala kucing Sphynx tanpa busana terpahat dalam karya patung Tina Yu. Seniman berbasis New York ini membentuk clay polimer sedemikian rupa sampai menyerupai makhluk misterius yang tampak begitu hidup.

Tina selalu membagikan proses pengerjaannya di akun Instagram yang diikuti 319.000 orang. Para pengikut terkadang memamerkan selfie yang diedit mirip patung buatan Tina.

Semangatnya yang tinggi dalam mengejar mimpi menjadi bukti kenapa dia bisa sehebat sekarang. “Saya dulu mengoleksi boneka Barbie, dan selalu suka sama boneka unik dan aneh. Saya tak pernah membayangkan bisa bikin patung kayak begini, tapi di sisi lain saya suka menantang diri sendiri. Untung saja saya tidak pernah menyerah, jadi saya bisa menemukan passion baru.”

Dewi Bastet dengan kepala Sphynx, ras kucing tanpa bulu yang memiliki kerutan di bagian kepala dan tulang pipi menonjol. Foto milik Tina Yu.

Penikmat karya Tina bisa menyaksikan sendiri betapa terampilnya Tina lewat foto dan video tutorial yang diunggah ke akun medsos. Dalam beberapa video, perempuan ini bercerita patung mininya terbuat dari kawat dan clay polimer khusus yang menirukan kulit manusia. Sungguh mengesankan sekali rasanya memperhatikan Tina yang begitu mahir menambahkan detail-detail kecil pada patung.

Dia selalu mengharapkan kritik dan saran dari pengikut di setiap postingan. Tina bisa menghabiskan hingga sembilan jam memahat patung, tetapi dia mengaku tidak pernah merencanakan apa yang ingin dibuat pada hari itu. “Idenya muncul saat sudah mulai bikin,” tuturnya.

Dalam postingan putri duyung Kainalu memakan sirip, Tina menulis: “Semua orang punya pandangannya sendiri-sendiri. Menurut kalian, apa yang disampaikan dari patung ini?” Beberapa menilai patung ini sebagai simbol “agar kita tidak perlu terlalu serius dalam hidup” atau “manusia perusak alam”. Sedangkan lainnya mengambil pendekatan yang lebih konseptual, seperti “patungnya melambangkan media yang menganggap perusakan diri sebagai sesuatu yang wajar” atau “Seseorang harus menderita terlebih dulu untuk memahami siapa diri mereka sesungguhnya.”

Tina menanggapi komentarnya beberapa hari kemudian. “Semua jawaban bisa diterima. Kita sangat subjektif saat menilai karya seni, bukankah itu esensinya? [...] yang terpenting adalah bagaimana patung ini memengaruhi hidupmu? Pesan apa yang bisa kalian ambil?” Dia berkarya dengan memegang keyakinan bahwa ciptaannya dapat diartikan dalam berbagai cara. “Jangan pernah minder, serta takut membuat kesalahan dan mencoba hal baru. Aku setuju dengan omongan Joseph Chilton Pearce: “Kita harus berani melakukan kesalahan untuk mewujudkan hidup yang kreatif.’”

Silakan kunjungi situs ini untuk menikmati karya-karya Tina Yu. Jangan lupa follow dia di Instagram dan subscribe kanal YouTube-nya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.