Iklan
VIDEO GAME

Peringkat 25 Desain Kaset Video Game Terburuk Sampai Terbaik

Sebelum PS pakai CD, cartridge alias kaset plastik adalah satu-satunya sarana main game. Redaksi kami menyusun peringkat ini berdasarkan bentuk, fungsi, maupun kemampuan teknisnya.

oleh Zack Kotzer
15 Juni 2018, 4:00am

Have you ever seen anything nicer than that? Image: Flickr/Bryan Ochalla.

Sejak awal masih berupa rumor, sampai akhirnya resmi diluncurkan ke pasaran dengan nama NIntendo Switch, para pemerhati industri game sudah mendengar potensi kaset catridge kembali ke pasaran. Ternyata betulan terjadi. Nintendo kembali ke habitat lamanya, kaset, tapi tentu bukan sekadar karena pengin retro doang. Cartridge zaman sekarang bisa menampung memori game lebih besar daripada Blu-ray yang mentok di angka 50 giga, plus proses pembacaannya lebih cepat jadi tak ada lagi loading sampai semenit. Walau, faktanya cartridge Nintendo Switch juga masih 32 gigaan (main Doom versi baru di konsol Nintendo ini masih perlu ditambah download file atau pasang micro-SD tambahan). Kendati demikian, Nintendo rencananya akan meluncurkan kaset versi 64 giga pada 2019.

Nah, alasan lain yang bikin Nintendo ngotot pakai cartridge lagi dipengaruhi konsep konsol terbarunya. Switch adalah hibrid konsol rumahan yang bisa dimainkan di luar ruangan. Lebih masuk akal pakai kaset plastik, kendati Blu-ray ongkos produksinya lebih murah. Yakali kalian mau main Switch di pesawat tapi harus repot bawa-bawa CD.

Di luar alasan teknis, gamer manapun sulit melepas nostalgia dari cartridge. Kaset plastik murahan ini memang jadul, masalahnya ingatan generasi millenial soal game ya pasti terkait juga sama kasetnya yang estetis. Berapa banyak CD PS1 yang masih dikoleksi orang? Tapi kalau kaset Super Nintendo atau SEGA pasti tetap terpajang di rak kolektor. Ada sejuta memori dari kaset cartridge yang pasti masih diingat sampai sekarang. Mulai dari mengencangkan sekrup kendor, meniup bagian ujung PCB-nya sebelum main pas loadingnya error, dan plastik yang menguning (dalam kasus Super Nintendo) karena dimakan usia.

Untuk mengenang nostalgia para gamer terhadap kaset cartridge yang mewarnai masa kecil dulu, redaksi Motherboard menyusun peringkat ini. Ada 25 jenis cartridge konsol game yang kami nilai fungsionalitas maupun bentuk desainnya. Urutan menandakan kualitas, urutan 25 jelas paling busuk. Nomor satu terbaik. Ingat, ini peringkat yang disusun para ahli (klaim sepihak). Tidak terbuka ruang untuk debat ya. Sila membaca!


Lihat, kaset dengan desain idiot ini cute juga ya. Foto oleh Bryan Ochalla/Flickr

25. PSP UMD:
Sebenarnya kaset ini secara teknis sudah masuk kategori CD. Tapi kami memutuskan UMD bisa disebut kaset karena lapisan kacanya harus dibuka pas kalian mau main Ninja Turtle pizza launchers di PSP. Sebagai cartridge/CD nanggung, kualitas UMD ancur banget. Loading-nya lama, enggak awet, dan bentuknya enggak enak dilihat. Pantas saja Sony kapok dan tidak pernah lagi pakai format penyimpanan data ini lagi. Dalam daftar ini, kinerja data tidak terlalu dipertimbangkan. Kami ngasih nilai lebih ke desain bentuk. Tapi, khusus buat UMD-nya PSP, kami anggap ini barang betul-betul sampah. Layak dibuang ke pojokan peradaban, terlupakan selama-lamanya.

Ponsel yang bisa buat main game sekilas ide yang keren. Sayangnya realitasnya bapuk. Sumber foto: Evan-Amos/Wikimedia Commons

24. N-Gage:
Sebenarnya ide cartridge mini ponselnya Nokia ini lumayan keren. Masalahnya desain N-Gage enggak fungsional. Kalau mau ganti game, repot banget. Kamu harus buka sekrup di belakang ponsel, cabut baterai, baru deh masukkin game Tomb Raider, Tony Hawk, Sonic the Hedgehog dan lain sebagainya. Bisa habis 10 menit sendiri. Kamu bisa hemat waktu sekalian dengan tidak memilih N-Gage. Mending beli konsol handheld lainnya.

Bentuk kasetnya kayak sisir mafia. Foto: Evan-Amos/Wikimedia Commons

23. Magnavox Odyssey:
Intinya, bentuk kaset konsol yang sudah dilupakan orang ini mirip sisir rambut, tapi bisa buat menyimpan game. Konsol Magnavox Odyssey juga punya versi cartridge lain yang memorinya lebih besar. Tapi karena semua kaset ada logo Odyssey, kami jadi merasa ini kaset lebih menyerupai bajingan yang terlalu bangga sama dirinya sendiri.

Ini game beneran lho. Sumber: eBay

22. Virtual Boy:
Cartridge bapuk, dari konsol gagal total yang banyak diprotes gara-gara bikin gamer sakit kepala pas memainkannya. Lihat, bentuknya aja kayak bajakan kaset Game Boy. Pernahkah kalian melihat kaset Virtual Boy di dunia nyata? Kami yakin enggak. Namanya juga konsol gagal.

Itu kenapa ada curst-nya ya? Emangnya pizza? Sumber: Evan-Amos/Wikimedia Commons

21. Atari Jaguar:
Konsol Atari Jaguar paling dikenal berkat game-game yang punya grafis bagus tapi sayangnya sudah muncul juga di konsol lain (Rayman, Alien vs. Predator, Tempest 2000). Untuk urusan kasetnya, Atari Jaguar dikenal gara-gara pegangan cartridgenya yang aneh banget itu, mirip pisang euy.

Image: Bryan Ochalla/Flickr.

20. Game Gear:
Sebenarnya enggak ada yang salah sama kaset konsol handheld-nya Sega ini. Beberapa gamer bahkan lebih suka cartridge Game Gear daripada Game Boy. Benjolan di atas kaset membuatnya lebih gampang ditarik. Stiker logonya juga enak dilihat. Masalahnya cuma satu, Game Gear itu upaya tak tahu malu Sega meniru Nintendo Game Boy. Maaf ya, jadinya peringkatnya nyungsep.

Keren, bisa main sepakbola yang pemainnya balok-balok doang. Sumber: ML5/Wikimedia Commons

19. Commodore 64:
Bentuknya membosankan. Bikin video game jadi sesuatu yang membosankan perlu kerja keras tersendiri. Terima kasih Commodore!

Cartridge narsis. Sumber: Onderwijsgek/Wikimedia Commons

18. ColecoVision:
Kecil, boring, dan semuanya hitam. Kasetnya ColecoVision enggak enak banget dipamerin pas ada pasar loak game.

Kasetnya kebagusan buat konsol sejelek ini. Sumber: Die Schreibfabrik/Wikimedia Commons

17. Intellivision:
Bentuknya lumayan, tapi lebih mirip onderdil mobil. Salahkan bentuk konsolnya sampai kami kasih nilai rendah banget.

Image: Bryan Ochalla/Flickr.

16. Nintendo DS:
Kaset ini ibarat Nintendo pengin bilang ke orang-orang kalau mereka bukan perusahaan game buat anak-anak. Gue udah gede nih. Gitu. Padahal ya citra anak-anak masih tak bisa mereka lepaskan.

Image: Bryan Ochalla/Flickr.

15. Nintendo 3DS:
Bentuknya aneh, tapi fungsional. Sayangnya licin banget. Makanya skor dari kami jeblok.

Seekor Nintendo terekam kamera ada di alam liar. Sumber: Noa Kosanovic/Wikimedia Commons

14. Nintendo 64:
Pilihan Nintendo pakai kaset di konsol ini bikin banyak orang bingung. Zaman udah pindah ke CD, mereka pakai format kaset jadul. Lebih buruknya, semua hal yang keren dari cartridge klasik mereka malah dibuang. Bentuknya lengkung, enggak enak dipegang, malesin juga buat dikoleksi. Kalaupun ada nilai plus, satu-satunya adalah versi warna-warni kaset Nintendo 64.

Image: Jacek Becela/Wikimedia Commons

13. NEO GEO:
Gamer pasti akan ingat kasetnya NEO GEO karena gede banget. Konsol ini ingin memindahkan sempurna semua pixel game-game SNK versi arcade supaya tetap layak dimainkan di TV. Gede tapi membosankan. Masih mending nyimpen VHS daripada kaset NEO GEO. Ya, ada fungsi lain sih, bisa buat ganjel pintu atau ban mobil.

If only video games could thrill me the way graph paper does. Image: Wikimedia commons

12. Sega Master System:
Keturunan Sega Genesis, ini kayak hasil ciptaan anak kuliahan kampus teknik yang belum selesai didesain. Semua kotak penyimpannya warna hitam, dan bentuknya enggak enah dipegang. Kalau dilihat lagi sekarang sebenarnya enggak jelek banget, sayangnya kita bisa keliru mengiranya sebagai floppydisk punya bokap kita dulu.

Apa-apaan nih. Sumber: CGRundertow/YouTube.

11. Turbografx 16:
Keren sih desainnya, tapi lebih mirip kartu buat main poker. Kasetnya Turbografx 16 ini kecil dan tipis banget, masuknya lewat lubang samping konsol. Cartridge ini lebih cocok dipamerin daripada buat dipakai main game beneran.

Image: Bryan Ochalla/Flickr.

10. Game Boy Advance:
Mirip kasetnya Game Boy lama, tapi lebih kecil. Data game dari Super Nintendo bisa muat di dalam wadah sekecil ini. Sebuah pencapaian sains, desain, dan barangkali ada ilmu hitam yang dipakai sama insinyur Nintendo pas membuatnya.

Legenda game memulai semuanya dari sebuah floppy. Sumber: Poirier273/Wikimedia Commons

9. Famicom Disk System:
Di awal-awal perkembangan perusahaan, insinyur Nintendo kebanyakan punya ambisi gila dan aneh. Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan keanehan disketnya Famicom, versi awal Nintendo NES yang kita kenal sekarang. Disketnya bisa dihapus dan diisi game baru. Konon sih, karena dulu pemerintah Jepang melarang ada bisnis persewaan game. Aneh banget dah. Tapi secara estetik, bentuknya enak dilihat. Sama sekali enggak membosankan.

Duh, kami pengin banget punya kopian game "Golf" di gambar ini. Foto: digitalskennedy/Pixabay.

8. Atari 2600:
Bentuknya mirip kaset 8-track. Atari 2600 menggabungkan estetika dan fungsi secara pas. Konsep kaset mereka segera ditiru perusahaan game lainnya. Tak ada yang bisa melupakan kenangan wadah kaset 8-bit Breakout atau Chariots of Fire.

Image: Delusion23/Wikimedia Commons.

7. Game Boy Color:
Desain yang berani tapi sekaligus segera mengingatkan orang kalau produsennya adalah Nintendo. Buat anak muda yang sudah bosan dengan kemapanan, kaset yang menampilkan jerohan PCB tentu saja simbol perlawanan menarik.

Image: Bryan Ochalla/Flickr.

6. Game Boy:
Aku dibelikan Game Boy versi second. Jadi, aku terhitung telat punya handheld legendaris ini dibanding anak-anak lainnya. Tapi jangan salah, karena beli second, aku langsung dapat banyak kaset, sampai 25 buah kalau enggak salah (jangan iri dulu, banyak kaset yang sama, ada tiga Little Mermaids dan Terminator 2 yang jeleknya enggak ketulungan). Biar bagaimanapun, kaset Game Boy ini kayak Nokia 3310. Tahan banting sampai sekarang. Rata-rata masih bisa dimainkan. Bentuknya enak dilihat, dan pas buat dimasukkan ke konsol. Jangan lupa, game-game hitam putih ini juga masih nyenengin buat nostalgia. Jadi bukan cuma kasetnya doang yang bisa bertahan dari jebakan usia.

Nah, ini baru kaset cartridge. Foto oleh: Thiago CA Leal/Wikimedia Commons.

5. Super Nintendo:
Pada prinsipnya, dengan kaset SNES, Nintendo menyempurnakan semua hal minor dari NES. Bentuknya lebih kokoh, enak dipegang, asyik buat dipajang, dan lebih gampang ditarik keluar kalau kita mau ganti game. Aneh banget kalau ada gamer sampai tidak mau mengoleksinya.

Ini kaset game yang saya demen banget. Image: Bryan Ochalla/Flickr.

4. Super Famicom/Super Nintendo (Eropa):
Intinya kaset SNES tapi melengkung, cuma keluar di pasaran Jepang dan Eropa. Keren dari aspek fungsional sekaligus imut!

Image: bestandworsteve.

3. Nintendo Entertainment System:
Inilah kaset dari segala kaset. Dari kaset NES, kita belajar ganti game, kita belajar mengenal peradaban video game. Nintendo sudah mengingatkan kita supaya jangan meniup ujung PCB, tapi bocah dari berbagai negara melanggar aturan itu. Kita meniup kaset game, karena kita peduli. Kita mencintai konsol ini. Kita ingin terus memainkannya. Plus, rugi banget kalau kasetnya enggak kebaca, padahal besok sudah harus kita kembalikan ke tetangga yang punya.

Kaset dengan sampul ikonik. Image: DarkGamer2011.

2. Sega Genesis/Mega Drive:
Bentuknya melengkung, tapi sangat pas dipegang. Logo SEGA di tiap sampul tidak pernah sampai merebut perhatian orang dari game yang sedang mereka mainkan. Kaset Genesis ini adalah keseimbangan yang nyaris sempurna. Sebuah praktik nyata ajaran Zen. Karena itulah kami menempatkannya di urutan dua daftar ini.

Sebuah mahakarya. Sumber: Bryan Ochala/Wikimedia Commons.

1. Nintendo Famicom:
Jika harus mengoleksi cartridge di Abad 21, tidak lain tidak bukan, pilihan utama gamer akan selalu jatuh pada kaset Nintendo Famicom. Satu, kaset ini langka, dulu hanya beredar di pasaran Jepang. Faktor lainnya: kolektor game sejati selalu mencintai bentuk cartridge ini. Indah. Kaset Famicom sangat indah. Warna-warninya tidak norak, bentuknya enak dipandang, sampul labelnya pas, serta banyak sekali sisipan gaya desain Jepang yang liar tapi menarik mata itu. Sampai sekarang, tidak ada cartridge lain yang bisa menyamai keindahan kaset Famicom. Itu alasan sampai sekarang masih digelar pameran kaset Famicom di berbagai negara. Desain cartridge ini terus menginspirasi. Selain berhasil secara fungsional, kaset Famicom juga sukses dalam hal estetika. Sebuah mahakarya.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard