Iklan
Kerajaan Swadaya

Di Pulau Jawa, Terungkap Kerajaan-kerajaan 'Obscure' Lain usai Heboh Keraton Sejagat

Eksistensi Keraton Agung Sejagat yang viral karena digerebek polisi membuat masyarakat sensitif pada kerajaan-kerajaan "sepihak" di wilayah lain. Contohnya Keraton Djipang dan Kekaisaran Sunda.

oleh Ikhwan Hastanto
17 Januari 2020, 7:50am

Parade Keraton Djipang di Blora [kiri] screenshot dari foto akun Twitter @BaliUnitedFM; Foto pertemuan Sunda Empire [kanan] dari akun Facebook Rano Arman.

Ternyata dampak viralnya Kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) lebih masif dari perkiraan semula. Pertama, kerajaan ini diduga melakukan penipuan dan sampai membuat Mabes Polri turun tangan saking uniknya. Kedua, kasus ini membawa dampak buruk kepada “kerajaan-kerajaan” lain karena jadi kena getah ikutan dicurigai masyarakat.

Misalnya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Keraton Djipang tengah jadi perbincangan. Selain memiliki unsur kesamaan nama, seragam yang digunakan juga cenderung mirip dengan KAS karena unsur tradisi yang lekat. Untungnya, keraton ini lebih ramah lingkungan karena enggak mau menguasai dunia layaknya KAS.

Malah pada 2016, pihak kerajaan pernah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam melaksanakan kirab budaya. Berlokasi di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, kerajaan ini mengaku berdiri sejak 2014.

"Ini kembali muncul di permukaan karena sebagai upaya kami untuk tetap melestarikan sejarah dan budaya yang ada. Saya memang ada keturunan dari Adipati Jipang, Arya Penangsang. Kami ada historikalnya, dulu memang sudah ada ini, sehingga jelas berbeda," ujar Raja Keraton Djipang PRA Barik Barliyan Surowiyoto kepada Kumparan. "Keberadaannya saat ini orientasinya untuk sektor pariwisata dan melestarikan sejarah dan budaya. Kalau yang di Purworejo itu orientasinya untuk penipuan, bahkan makar. Pun kami juga telah terdaftar di Forum Silaturahmi Keraton Nusantara."

Mantap. Rajanya enggak sombong ya sampai mau diwawancarai media. Meski kerajaan adalah implementasi bentuk monarki absolut, raja ini tetap menghargai pilar keempat dalam demokrasi. Salut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri mengamini bahwa kerajaan itu murni berorientasi pariwisata.

"Itu beda dengan yang di Purworejo. Kalau di Purworejo itu kan ngeri, kalau ndak dukung, disumpahin tidak selamat, dikutuk, dan sebagainya. Kalau yang di Blora tidak [ada] ancaman seperti itu. Orientasinya pariwisata," tutur Ganjar. Meski begitu, pemerintah daerah berjanji tetap mengecek kegiatan Keraton Djipang demi kenyamanan masyarakat.

Kalau Keraton Djipang masuk ke afiliasi kerajaan baik-baik, lain halnya dengan kerajaan lain di Bandung yang terangkat kembali akibat skandal KAS: Sunda Empire. Di internet, tersebar video seorang lelaki berseragam ala militer yang diduga pimpinan kekaisaran sedang memberikan orasi dengan isi yang enggak hanya bikin kita geleng-geleng kepala lagi, tapi juga langsung nyut-nyutan.

Sama seperti KAS, pada orasinya Sunda Empire mengatakan wilayah kekaisaran melingkupi seluruh dunia. Hal yang paling bikin nyut-nyutan, mereka yakin bahwa tatanan negara dan pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Hanya kekaisaranlah yang bertahan selamanya sehingga mereka menyerukan ajakan bergabung dengan Sunda Empire agar sejahtera. Kalau dipikir lebih lanjut kita pasti bingung bagaimana mungkin dengan bergabung kekaisaran bisa bikin kita sejahtera, tapi kayaknya enggak perlu terlalu dipikirin juga karena toh orasi tersebut keliatan asal ceplas-ceplos aja.

Berita ini pertama kali terangkat dari postingan Facebook Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019. Postingan tersebut sudah dihapus, namun bukti tangkapan layar berhasil diamankan netizen. Pada foto yang diunggah terlihat pemilik akun mengenakan seragam sama seperti yang dipakai pimpinan yang orasi di video di atas.

Ia juga memiliki kartu identitas bertuliskan Alliance Press International dengan jabatan direktur eksekutif. Saat ditelusuri lebih dalam soal nama perusahaan ini, ternyata ada akun dengan nama sama di YouTube, namun kontennya sudah dihapus. Sedangkan situs resminya terlihat seperti situs berita biasa.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Imam Irianto meminta masyarakat waspada karena apa yang dilakukan Sunda Empire mirip dengan modus penipuan KAS.

"Motifnya hampir sama dengan (Kerajaan Keraton) Agung Sejagat. Paham yang disebarkan itu biasanya ada harta Bung Karno atau harta kerajaan Sunda kuno yang tersimpan di negara atau bank tertentu," ujar Imam.

Bicara soal kelompok tertentu yang mempercayai sebuah hal enggak masuk akal. Pada Februari 2018, VICE pernah secara khusus mendatangi Swissindo World Trust International Orbit, sebuah sekte pembebasan utang di Cirebon dengan pengikut dari seluruh dunia. Pemimpin sekte ini, Soegihartono Notonegoro yang dipanggil M1, dipercaya bisa menghilangkan utang-utang anggotanya dalam sekejap berkat "kekayaan yang tidak ada batasnya."

Secara sederhana, M1 yang mengaku keturunan raja bilang bahwa kerajaan-kerajaan kuno Indonesia sudah mengumpulkan harta untuk masyarakatnya di masa depan. Nah, M1 inilah orang yang punya akses mengambil harta tersebut yang kemudian digunakannya untuk membebaskan utang-utang anggotanya.

Pada Agustus 2018, M1 ditangkap polisi karena terbukti melakukan penipuan. Petualangan Swissindo untuk menghapus utang umat manusia akhirnya berakhir.

Tagged:
Cult
indonesia
Sekte
The VICE Guide to Right Now
Budaya
Sejarah
Jawa Tengah
Keraton Agung Sejagat
Keraton Djipang
Sunda Empire