Instagram

Mari Kita Akhiri Tren Filter Instagram 'Which Are You?'

Sudah ada alternatifnya yang lebih menyenangkan, yaitu Genetics Scanner.
04 Mei 2020, 5:40am
wajah perempuan yang penuh garis pindai
Screenshot pemindai genetik di filter Instagram

*Ralat redaksi: judul artikel ini sebelumnya adalah "Waspada, Filter Instagram 'Which Are You?' Mulai Melenceng Kumpulkan Data Pribadi". Setelah dikaji ulang di internal redaksi, judul ini merupakan kesalahan penerjemahan dan terutama tanggung jawab editor, karena justru memberi misinformasi soal pengumpulan data pribadi. Judul dan lede artikel ini akhirnya disesuaikan pada Jumat (8/5) pukul 10.31 WIB, agar lebih akurat menggambarkan artikel asli. Kesalahan semacam ini tidak sesuai kebijakan VICE untuk menghindari clickbait dan menyesatkan masyarakat di setiap kontennya. Oleh karena itu, kami meminta maaf pada pembaca sekalian.


Kalian pasti sudah sering banget melihat Insta Story “Which Are You?” di Instagram. Tren filter tersebut memang sedang ngetren dalam beberapa bulan terakhir. Konsepnya hampir mirip seperti kuis Topi Seleksi ala Harry Potter, atau kuis iseng-iseng yang biasa kita lihat di majalah dulu. Filter “Which Are You?” tidak ada juntrungannya, tapi seru untuk dicoba.

Pilihannya pun sangat bervariasi, mulai dari karakter Disney, pahlawan super Marvel, hingga “Berapa Harga Diri Lo?” yang ngetren di kalangan pengguna Instagram Indonesia. Sekarang ada lagi filter baru semacam ini, dan sepertinya akan menghentikan tren “Which Are You?” yang mulai membosankan. Filter apa, sih, memangnya? “Genetics Scanner” ciptaan Iamcraiglewis2.

Seperti yang bisa kita saksikan sendiri, tren “Which Are You?” makin lama makin absurd dan melenceng dari referensi budaya pop. Filter yang menentukan persentase etnis dan “Good Girl” seseorang lumayan sering seliweran di Insta Story. Dan jujur saja, aku merasa aneh sendiri melihatnya. Filternya tentu tidak benar-benar menganalisis bentuk wajah kita, tapi aku tetap saja takut melihat ras seseorang ditentukan dari bentuk wajahnya.

Aku sempat khawatir “Genetics Scanner” akan sama saja seperti filter lainnya ketika teman-temanku mulai mencobanya. Namun, kekhawatiranku langsung sirna saat melihat hasil dari filter ini. Ternyata tidak rasis sama sekali, dan justru sangat menghibur.

“Genetics Scanner” didesain untuk mengelabui orang-orang kalau filter tersebut akan menentukan etnis mereka. Padahal, filter ini akan mengubah kepala kita mirip seperti binatang. “Genetics Scanner” baru lucu jika kita tidak memberi tahu orang lain akan seperti apa hasilnya. Contohnya seperti yang aku lakukan ke rekan kerja Sam Cole di Motherboard:

“Genetics Scanner” membuat filter “Which Are You?” tampak konyol. Untuk apa mencari tahu seberapa besar harga dirimu kalau bisa mengubah kepala jadi kodok? Kalau filter Instagram bisa berpura-pura menentukan Asrama Hogwarts, berarti seharusnya juga bisa membuat teman-temanku kaget dengan filter yang tak terduga seperti “Genetics Scanner”.

Aku tidak masalah kalau orang-orang suka mengunggah Insta Story “Which Are You”. Yang penting kita semua harus menyadari filter ini cuma untuk senang-senang saja. Jadi, tidak bisa menentukan ras, harga diri atau apalah itu.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard