Iklan
makhluk luar angkasa

Saya Sedih Sampai Sekarang Belum Pernah Diculik Alien

Brengsek, saya harus menghadapi fakta nyebelin: saya masih hidup di Bumi. Ck!​

oleh Diana Tourjée
08 Januari 2019, 9:09am

penculikan manusia oleh alien

Salah satu tahun paling nyebelin sepanjang peradaban manusia modern baru saja kelar. Kamis 27 Desember lalu, kami—penduduk Queens—sebenarnya mencicipi secercah harapan. Ceritanya begini: langit tiba-tiba berwarna biru terang. Saya mikir “Wah alien sudah sampai di Bumi juga.” Saya siap-siap diselamatkan atau, sebaliknya, dihancurkan oleh mereka. Tapi, lagi-lagi, saya kecele seperti yang sudah-sudah. Untungnya, saya enggak sendirian. Seorang lelaki dikabarkan sampai menghunus samurai andalannya lantaran menduga bakal disamperin Alien. Menurut laporan resmi sih, biang kerok cahaya biru malam Kamis itu adalah ledakan transformer dari fasilitas pembangkit listrik milik perusahaan Con Edison di Queens. Cuma, kalau berani cek deh internet, kamu bakal menemukan banyak teori-teori konspirasi tentang kejadian malam itu.

Enggak percaya? Baik. Jika sedang selow, main-main deh ke situs National UFO Reporting Center. Di situ, kamu bakal disuguhi fakta keras kalau dalam dua bulan terakhir, UFO sudah memamerkan batang hidungnya sebanyak 18 kali. Mantap kan? Intinya sih, sebagian orang enggak akan mudah percaya bahwa kejadian sekeren kamis malam tanggal 27 Desember kemarin itu “cuma” disebabkan oleh ledakan pembangkit listrik. Pasti ada campur tangan aliennya deh.

Lagian, kenapa juga mereka mesti berhenti bikin teori konspirasi tentang alien mampir ke Bumi? Begini loh, makin ke sini, hidup di Bumi enggak jauh berbeda dari sebuah perjuangan, jika enggak bisa disebut penderitaan. Belum lagi, manusia kok kayaknya makin bloon saja. Mereka terobsesi dengan hal-hal yang enggak penting mulai dari potongan poni konyol sampai celana jeans mid-rise. Itu baru urusan yang sepele ya. Dalam konteks yang lebih luas lagi, kita menghadapi masalah perubahan iklim yang mengkhawatirkan. Jangan juga lupa, kami yang tinggal di Amerika Serikat harus menanggung azab dipimpin Donald Trump plus negara kami makin dalam berkubang dalam kegilaan.

Memang sih, cobaan atau hal-hal yang buruk sudah mengantre datang dalam kehidupan saya sejak kecil dulu. Makanya, saya pengin banget diculik alien. Alhasil, kehancuran norma sosial AS dan berjayanya bigot politis psikopat makin menguatkan obsesi saya yang satu itu.

Saat langit New York dipenuhi warna biru terang, saya sedang tiduran di kasur, nonton Michael Carbonaro menyuguhkan trik-trik sulap di Tru TV. Jadi, saya melewatkan simbol terbaru yang mewakili keinginan warga Amerika cabut dari Bumi ke planet atau jagat lain. Ya gapapa juga sih. Soalnya banyak juga “insiden” serupa yang saya lewatkan dengan ikhlas. Beberapa tahun ke belakang ini, berita tentang kunjungan alien lumayan banyak berseliweran. Sebagian mungkin pernah viral dan bikin orang berspekulasi tentang makhluk hidup di galaksi lain dengan yang menjalani hari-hari dengan sedikit atau tanpa masalah sama sekali.

Tiga tahun lalu, peneliti dari Kepler Telescope mengamati “struktur mega alien” seperti yang sudah dispekulasi oleh para pakar. Struktur ini menandakan keberadaan peradaban maju di sekitar bintang KIC 8462852. (Tahun ini, mereka baru menyadari kalau ternyata itu hanyalah debu luar angkasa.) Tahun ini, para ilmuwan Harvard berspekulasi bahwa batu luar angkasa berbentuk rokok, Oumuamua, yang muncul di tata surya pada 2017 adalah pesawat alien. Sialnya, penelitian terbaru membantah klaim tersebut. Ini hanyalah dua contoh kegagalan paling mengecewakan dalam kemajuan teknologi yang bisa membawa manusia pergi dari planet ini. Akan tetapi, saya tetap berharap alien benar-benar datang setiap ada berita seputar luar angkasa. Hillary Clinton sendiri bahkan sudah memberikan kita harapan akan mengekspos kehidupan ekstraterestrial, tapi sayang sekali dia enggak menang jadi presiden. Sementara Donald Trump kayaknya enggak tertarik sama sekali dengan X-Files.

Saya sedih melihat kurangnya upaya kita dalam menemukan kehidupan alien. Sudah hampir 20 tahun kita memasuki milenium baru, tapi belum juga berhasil membuktikan keberadaan mereka. Saya sudah menonton The X-Files sejak saya masih kecil pada masa 1990-an, ketika budaya Amerika sedang aneh-anehnya. Kami sudah siap mengakhiri semuanya saat itu, dan bahkan punya gaya rambut, sofa beanbag dan boneka South Park untuk membuktikannya. Peninggalan budaya ini mewakili kemajuan budaya pop selama awal revolusi teknologi baru. Trennya sangat buruk, memalukan, dan lain daripada yang lain. Budaya 90-an yang nekat mencemooh keberadaan kita di dunia, dan pandangan kita akan masa depan setelah perang dan kapitalisme sepanjang abad ke-20. Kita menciptakan angan-angan yang lebih besar dan hebat tentang bagaimana kita meninggalkan planet ini nantinya. ( Titanic pada dasarnya telah meromantisasi kehancuran total yang terjadi ketika upaya manusia menuju kesalehan bertabrakan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari kehendak kita; kita memimpikan betapa indahnya jika kita tidak sadar.)

Sewaktu peringatan Y2K diangkat, bencana yang dijanjikan rasanya menjadi hal paling logis di dunia. Kita sadar bahwa komputer akan menghancurkan kita, dan dunia akan berakhir dalam satu dekade setelah popularisasinya. Sayangnya itu tidak terjadi, dan kita telah melewatkan masa depan yang amat kita tunggu-tunggu. Kita senantiasa mengharapkan kedatangan alien, dan akan menyambutnya dengan hangat. Yah, semoga saja saya bisa bertemu mereka di 2019 ini.

Tagged:
alien
extraterrestrials
manusia
Luar Angkasa
Bintang
Penculikan