Iklan
torrent

Pria Ceko Mengunggah 134 Gigabyte Rekaman Video Perang Suriah ke Internet

Jakub Janovský ingin orang melihat sendiri jalannya perang saudara berlarut-larut itu, untuk menentukan pihak mana yang paling bertanggung jawab tanpa dipengaruhi propaganda.

oleh Matthew Gault
24 Mei 2018, 9:10am

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Media sosial telah mengubah jalannya perang untuk selama-lamanya. Dulu, orang sangat mengandalkan informasi dari jurnalis yang berada di garis depan mengenai akar penyebab konflik serta bagaimana perkembangan pertempuran dalam hari ke hari. Kini, setelah ada Twitter dan Youtube, siapapun yang berminat dapat mengikuti jalannya peperangan, bahkan ketika peristiwanya sedang berlangsung.

Potensi media sosial tersebut untuk menyebarkan informasi disadari oleh Jakub Janovský, seorang karyawan bidang IT di Republik Ceko. Sejak 2011, dia mengikuti dan sengaja menyimpan semua rekaman yang beredar di Internet terkait konflik Suriah.

Pada 15 Mei lalu, lebih dari tujuh tahun setelah pertama kali mengulik arsip video soal perang Suriah, tiba-tiba saja Jakub memutuskan ingin membagi semua yang dia miliki. Total arsip digital yang dia unggah ke Internet mencapai 134 gigabyte.

"Menurut saya, data macam ini perlu dilihat oleh siapapun. Tujuannya supaya pihak yang netral tidak termakan propaganda murahan," kata Jakub saat saya hubungi via Skype untuk mengetahui motivasinya.

Tapi memangnya propaganda apa yang sedang dia lawan? Menurut Jakub, baik koalisi Barat dan Rusia, yang mendukung rezim pemerintah Suriah, sama-sama menebar misinformasi. Dalam kasus konflik Suriah, kata Jakub, banyak fakta yang akhirnya terkuak bukan karena peran media massa, namun lebih akibat adanya rekaman mentah yang tersebar lewat Internet. Contohnya adalah penggunaan senjata kimia oleh militer loyalis Presiden Suriah Bashar al Assad terhadap rakyat sipil.


Tonton dokumenter VICE soal rakyat sipil Suriah yang terpaksa di garis depan pertempuran:


Pelanggaran hak asasi itu terungkap berkat rekaman yang diambil warga biasa, lalu disebar lewat jaringan blog dan youtube. "Jalannya konflik Suriah selama tujuh tahun terakhir sangat ditentukan oleh keberadaan data-data berupa rekaman," ujarnya. "Makanya, penting supaya orang bisa melihat sendiri apa yang sebetulnya terjadi di negara tersebut."

Jakub awalnya memang iseng menyimpan data-data seputar Suriah itu. Namun, ketika menyadari banyak pihak sengaja menghapus arsip-arsip yang sempat muncul via Youtube, dia merasa perlu segera mengamankan rekaman yang sudah dia punya. Jakub berubah menjadi arsiparis semi profesional terkait semua rekaman video perang Suriah.

Upayanya tidak mudah. Semua pihak, baik itu pemerintah Suriah dan sekutunya, pemberontak yang ditopang Barat, serta militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang mengacau belakangan, sama-sama berkepentingan menghapus beberapa video sensitif. Akun Youtube Jakub, yang lumayan sering mengunggah video miliknya, ikut dilaporkan oleh troll maupun akun anonim.

Lebih buruknya lagi, sebagian video kekejaman perang itu justru dipakai pendukung ISIS untuk membujuk orang-orang seluruh dunia mendukung organisasi mereka. Jakub mengkritik kebijakan Youtube yang tidak serius mengatasi konten radikal, dan justru ikut secara tidak langsung menghambat persebaran video-video lain yang berisi video pelanggaran HAM.

"Penghapusan video dari Suriah awalnya didorong oleh protes para pengiklan Youtube. Akhirnya manajemen Youtube ingin terlihat melakukan sesuatu, tapi itu cuma permukaan saja. Kalau kalian mau serius mencari, video-video propaganda ISIS saja sampai sekarang masih banyak yang bisa diakses," ungkapnya.

Agar rekamannya aman dan terarsip rapi, Janovský akhirnya bekerja sama dengan Bellingcat, sebuah situs yang mendokumentasikan konflik dan kejahatan di berbagai negara melalui sistem open soure. Kini, Jakub bahkan bukan lagi pengamat pasif. Dia sudah menulis bukti pelanggaran HAM dari kedua belah pihak. Dalam artikelnya, dia menunjukkan bukti adanya pemakaian tank oleh rezim Suriah, sementara serangan sebaliknya dilakukan pemberontak menggunakan peluncur roket.

Jumlah data 134 GB itu baru awal saja. Berkat upayanya mengumpulkan semua video terkait perang Suriah lewat Youtube, telegram, maupun Twitter, data yang dimiliki Janovský mencapai 1,3 terrabyte. Saat ini, data awal yang sudah terkurasi dia sebar lewat Torrent. Solusi yang murah dan mudah bagi orang lain, mengingat Jakub tidak punya situs sendiri.

Dia berharap, semakin banyak orang yang melihat video-video tersebut, maka upaya propaganda tidak akan berhasil. "Saya sendiri punya bias cara pandang terhadap konflik yang berlarut-larut di Suriah. Makanya lebih baik orang melihat langsung rekaman videonya dan menentukan sikap sendiri."

Kalian bisa mengakses arsip digital Janovský terkait perang Suriah di sini.

Manajemen YouTube menolak berkomentar soal tuduhan Jakub dalam artikel ini.

Tagged:
war
Syria
data
προπαγάνδα
BASHAR AL-ASSAD
torrents
profil
teknologi
Konflik Suriah
Suriah
Timur Tengah
Perang Suriah
Arsip
Perang Saudara
Politik Luar Negeri
Jakub Janovský