Iklan
Fantasi Seksual

Upaya Memahami Tindakan Paling Tabu: Masturbasi Pakai Wajah Teman di FB

Kami ngobrol dengan pelaku tindakan kayak mesum ini, sekalian sama korbannya.

oleh Nilu Zia
31 Maret 2019, 5:02am

Foto ilustrasi oleh VICE UK

Tindakan begini menjijikkan? Pastinya. Secara moral keliru? Mungkin. Apakah merancap dengan obyek wajah teman di Facebook takkan pernah kamu akui kepada siapapun sepanjang hidup? Tentu saja.

Mungkin kita bisa mengibaratkan tindakan masturbasi pakai foto orang di Facebook pasti rasanya kayak habis mandi pakai kotoran. Tapi aku mana tahu, aku kan enggak pernah melakukannya. Tapi banyak yang pernah, kok. Semuanya orang-orang cabul dan suka berburu bacol. Aku sempat ngobrol sama mereka. Dan mereka bersedia menjelaskan motivasi di balik salah satu tindakan paling tabu di Internet tersebut.

ABI

VICE: Halo kamu sering masturbasi pakai foto teman di Facebook ya? Kamu mengincar cewek yang kayak gimana sih?
Abi: Kalau aku punya gebetan, aku selalu melihat foto-fotonya di Facebook, itu standar lah. Kalau ada foto yang lucu, atau yang seksi, aku langsung mengkhayal skenario, terus...

Coli?
Betul sekali. Aku mulai dengan melihat fotonya dan membayangkan skenario, seperti sedang kencan ke suatu tempat. Aku juga membayangkan gimana rasanya mencium dan berpacaran sama mereka. Hal-hal semacam itu lah. Aku harus mengkhayal dulu, jadi enggak cuma ngeliat fotonya saja. Kadang-kadang, aku juga mulai dengan foto Facebook dan lanjut nonton film porno. Semuanya tergantung imajinasimu. Aku orangnya cukup imajinatif, jadi aku bisa masturbasi hanya pakai foto, tapi terkadang aku juga butuh bantuan film porno.

Mana yang lebih memuaskan?
Aku pribadi, sih, lebih puas masturbasi tanpa harus nonton film porno. Aku merasa terkendali. Kalau dari foto lebih sulit dan butuh waktu lama, tapi masih lebih enak. Nonton bokep memang memudahkan prosesnya, karena memang itu tujuan film porno. Kamu bisa saja nonton selama tiga menit, tapi habis itu rasanya basi.

Apakah kamu merasa bersalah karena menjadikan teman FB fantasi seksual?
Aku kadang merasa bersalah setelah nonton bokep, tapi biasa saja kalau soal masturbasi dengan foto. Itu kan cuma foto, bukan orang yang asli.

JADE

VICE: Setahuku, kamu pernah jadi korban masturbasi Facebook, bukan pelakunya, kan?
Jade: Iya. Aku dikasih tahu mantan, kalau sebelum kita ketemuan, dia ternyata suka coli sambil ngelihat foto di Facebook pas rambutku dikonde.

Kalian udah temenan di Facebook atau belum waktu dia coli?
Sebenarnya kita temenan di Tumblr dulu. Dia, bareng temanku yang dulu suka bikin komik, dan aku meminta mereka bikin poster buat sebuah pertunjukkan, terus akhirnya kita temenan di Facebook juga.

Emang fotomu yang jadi bacol kayak gimana sih?
Di dalam fotonya, aku lagi megang poster yang dia bikin, pasti ada unsur narsis juga. Jadi sekalian masturbasi sambil ngeliat muka aku dan karya dia sendiri.

Pas kalian lagi pacaran, dia pernah ngasih tahu kamu soal tindakannya?
Iya, dia mengaku kalau pernah masturbasi pakai fotoku.

Ini pas udah pacaran berapa lama?
Masih awal kok—mungkin sebulan atau dua bulan habis kita jadian. Kayaknya kami lagi ngobrolin fetish, atau preferensi seksual secara umum. Kami mulai ngomongin fetish narik rambut, dan dia agak malu-malu menyebut fotoku pas rambutku dikonde, mungkin karena gampang dijambak.

Terus kamu rasanya gimana? Kamu jijik atau tersanjung?
Aku langsung kepikiran, 'Wow, akhirnya ada yang mesum dan enggak tahu malu kayak aku. Kami seharusnya nikah, nih!’ Akhirnya kami kencan selama dua tahun, tapi enggak menikah dan putus. Sekarang dia teman baikku.


Tonton dokumenter VICE soal bisnis persewaan pacar bagi perempuan karir di Tokyo:


DAN

VICE: Katanya kamu suka masturbasi pakai obyek foto cewek di Facebook ya.
Dan: Iya, aku pernah coli sambil ngelihat foto-foto cewek di Facebook. Paling sedikit yang jadi 'korban' 15 orang.

Foto-foto mereka kayak gimana emang?
Foto mereka liburan. Selalu foto liburan. Mendingan jangan pergi liburan deh kalau temenan sama aku di Facebook—foto cewek pakai bikini bikin aku horni.

Bisa dijelaskan prosesnya?
Jadi, foto Facebook itu semacam titik awal buat aku. Aku enggak melakukannya sampai aku keluar. Tapi kalau udah mulai dengan foto Facebook, nantinya aku lanjut ke bagian-bagian internet yang lebih gelap.

Menarik. Kamu melihat foto orang yang kamu suka, atau bisa siapa aja?
Siapa aja bisa jadi korban. Aku enggak nyari orang spesifik, tapi kalau ada foto yang muncul di feed-ku yang menunjukkan sedikit payudara atau pantat, aku langsung mikir 'Hmmm… boleh juga,' terus coli selama lima menit, terus aku langsung lanjut ke PornHub. Paling asyik kalau bintang pornonya mirip perempuan yang kulihat di Facebook.

Kamu pernah merasa bersalah habis melakukannya?
Enggak pernah. Mungkin tergantung penampilan orangnya dan apa yang terjadi sama mereka… misalnya kalau perempuannya manis dan cantik, dan aku bisa membayangkan diriku bercinta dengannya, mungkin aku akan merasa sedikit bersalah. Tapi biasanya aku cuman, ‘Ya udahlah.’

LUKE

VICE: Kamu pernah bermasturbasi sambil melihat foto orang di Facebook enggak?
Luke: Dulu ada masa di hidupku pas aku sering banget melakukan itu. Hampir setiap hari. Aku kesepian banget, dan buat aku nonton bokep itu kurang.

Selalu orang yang sama atau berbeda-beda?
Aku biasanya gonta-ganti antara teman-teman perempuanku. Itu lumayan parah sih, tapi kayak yang aku bilang tadi, aku kesepian banget.

Terus, apa yang bikin kamu berhenti melakukannya?
Aku sempat melihat bayanganku di kaca dan sejak itu aku merasa harus berhenti.

"Mungkin aku akan merasa sedikit bersalah. Tapi biasanya aku cuman, ‘Ya udahlah.'"

JONOBI

VICE: Halo. Kamu pelaku pakai foto FB buat bacol ya? Kapan terakhir kali melakukannya?
Jonobi: Sudah lama banget… dan kayaknya aku melakukannya cuma dua kali.

Apakah kamu kenal orangnya?
Enggak terlalu. Perempuan itu cuma temannya teman. Kami dulu sering nongkrong bareng, dan mabuk-mabukan di apartemen mereka. Dia pokoknya cewek sempurna lah. Rambutnya indah, dan tubuhnya langsing banget. Seksi abis. Aku masih 19 atau 20 tahun waktu itu, dan aku naksir berat sama dia. Aku enggak sekeren dia, jadi aku enggak berani ngajak dia ngobrol.

Kapan pertama kali kamu masturbasi dengan fotonya?
Dia mau menambahkanku sebagai teman di Facebook setelah kami party bareng. Aku kaget setengah mati. Dari situ, aku memutuskan menjadikan fotonya buat bacol. Setelah mengendalikan diri, aku nonton film bokep biar makin puas. Aku dulu suka “edging”, jadi aku istirahat sebentar untuk melihat profil Facebooknya. Aku sampai harus beli keyboard baru setelah itu, karena ya kacau lah hahahaha.

Hmm, lumayan menjijikkan. Apa perasaanmu setelahnya?
Aku puas, tapi merasa bersalah juga. Perasaanku campur aduk waktu itu.

Orgasmenya enak, tapi kok merasa bersalah?

Aku merasa… agak jijik dengan diriku sendiri. Walau begitu, aku melakukannya lagi beberapa minggu setelah nongkrong bareng, dan setelah itu berhenti.

Jadi kamu benar-benar cuma melakukannya dua kali?
Iya, aku enggak kepingin onani pakai foto dia lagi setelahnya. Aku dan temanku masih dekat dengannya sekarang.

NADIA

VICE: Siapa yang jadi bahan masturbasimu?
Nadia: Aku cuma melakukannya ke satu orang. Kami pernah kencan satu malam.

Kalian berhubungan?
Iya, tapi cuma sekali doang. Aku sangat menyukainya dan seksnya menakjubkan, jadinya aku kepingin melakukannya berulang kali. Tapi masalahnya dia enggak mau. Jadi aku cuma bisa masturbasi pakai foto-foto Facebooknya.

Apakah kamu membayangkan kenangan kalian pas masturbasi?
Tentu saja. Campuran antara seks yang sudah kami lakukan sebelumnya, melihat fotonya, dan membayangkan gaya bercinta apa saja yang bisa saja kami lakukan. Dia model dan tubuhnya sangat bagus, jadi profil Facebooknya banyak foto yang menantang. Gampang banget bikin sange.

Apa yang kamu rasakan setelahnya?
Lumayan sedih. Aku rutin melakukannya selama beberapa bulan sampai akhirnya aku sudah enggak suka lagi sama dia.


Follow penulis artikel ini di akun @niluthedamaja

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK