Beginilah Konsep Pangkalan Mars, Mirip Igloo Raksasa di Kutub Utara Mars

Sebuah tim ilmuwan di École polytechnique fédérale de Lausanne merincikan skema andai manusia serius mengirim misi sembilan bulan menjajaki permukaan Mars Utara.

|
Sep 16 2018, 3:00pagi

Sumber foto: EPFL

Mimpi membangun koloni di Mars sudah berpuluh-puluh tahun lamanya direncanakan, dan kemungkinan besar masih berpuluh-puluh tahun lagi sebelum tampak hasil konkret apapun. Biarpun begitu, kendala teknis dalam usaha eksplorasi manusia ke planet Mars tidak menghalangi para ilmuwan dalam merancang strategi optimal untuk hidup jangka panjang di Planet Merah tersebut.

Versi iterasi termutakhir dari tradisi spekulasi panjang membangun pangkalan di Mars kini sedang dikembangkan di universitas Swiss École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL). Konsep ini berfokus mengembangkan struktur mirip igloo di kutub utara planet Mars.

Riset mendatang di Acta Austronautica yang dipimpin oleh Anne-Marlene Rüede, seorang siswi di Space Engineering Center (eSpace) di EPFL mendeskripsikan bagaimana es dan debu di kutub-kutub Mars bisa diekstrak untuk mensuplai air, bahan bakar, dan bahan bangunan untuk membangun pangkalan futuristik.

"Daerah kutub di Mars mungkin lebih banyak kendala pada awalnya, namun kutub adalah lokasi terbaik karena mereka merupakan sumber bahan-bahan alami yang mungkin bisa kita gunakan," kata Rüede dalam sebuah pernyataan.

Struktur modular dari desain EPFL - poros inti, kapsul, dan kubah - akan dikonstruksi terlebih dahulu oleh robot-robot yang dibuat dari materi lokal. Kubah yang tertutup rapat akan dilapisi lagi oleh kerak es setebal tiga meter untuk menginsulasi dan melindunginya dari radiasi dan dampak meteorit, fenomena yang umum terjadi di permukaan Mars.

Sumber foto: EPFL

Begitu area hidup dan sistem pendukung kehidupan sudah dibangun, tim EPFL membayangkan enam-orang kru manusia berkunjung ke planet Merah sepanjang enam bulan musim panas Mars utara, saat terdapat banyaknya cahaya matahari guna memproduksi kekuatan listrik tenaga surya (kalender Mars punya musim-musim lebih panjang daripada kalender Bumi, karena satu tahun Mars itu 687 hari di Bumi).

Kru tersebut akan melewatkan sembilan bulan lagi untuk mengembangkan habitat artifisial. Beberapa suplai kebutuhan akan harus dikirimkan dari planet Bumi, dan diterima di orbit Mars oleh pangkalan lokal pesawat luar angkasa berbahan bakar bahan-bahan alami Mars.

Mirip seperti Kamp Pangkalan Mars Lockheed dan Konsep Koloni Mars Space X, habitat EPFL bertujuan untuk mengantisipasi prosedur-prosedur terbaik untuk membangun kehidupan manusia jangka panjang di Mars. Tetapi, apakah konsep ini akan betul direalisasikan dan dites di Mars masih merupakan sebuah tanda tanya, jadi jangan buru-buru bermimpi jadi Santa Klaus tinggal di igloo di kutub utara Mars ya.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

More VICE
Vice Channels