Seni Rupa

Karya Anyar Yayoi Kusama Cocok Buat Selfie IG, Padahal Pesannya Mengkritik Hasrat Narsis Manusia

Sang seniman rupa kontemporer terbesar itu menampilkan karya bertajuk 'Narcissus Garden' di New York.

oleh Beckett Mufson
02 Juli 2018, 4:50am

Photos by Tayler Smith

Ribuan pengunjung pameran yang datang untuk berswafoto belaka dipastikan akan berbondong-bondong menyerbu sebuah bekas gudang gerbong kereta di Tilden, kawasan Rockaway Beach, Queens, New York, musim panas ini. Tujuan mereka adalah mengambil foto 1.500 bola-bola cermin yang ditata dengan seksama di sekujur ruangan.

Perpaduan antara bola-bola cermin yang terbuat dari stainless steel dan karya arsitektur yang porak poranda oleh Badai Sandy pada 2012 ditata sedemikian rupa oleh Yayoi Kusama yang menjadi pencetus karya Infinity Room dan belakangan dianggap sebagai seniman visual paling populer di muka bumi saat ini.

Karya instalasi yang akan dipajang di Tilden ini adalah versi terbaru dari karya Yayoi Narcissus Garden, yang sudah dipamerkan ke seluruh penjuru dunia sejak pertama kali dipresenatsikan pada Venice Bienale 1966. Yayoi bekerja sama dengan Direktir MoMA PS1 Klaus Biesenbach untuk merancang vesi tersebut untuk Rockaway!, perayaan tahunan karya-karya seni monumental lagi fotogenik untuk menghidupkan kembali wilayah Tilden yang digelar oleh MoMA PS1.

Hajatan tahunan ini adalah sebuah upaya kolaboratis yang melibatkan MoMA, Rockaway Artists Alliance, Jamaica Bay-Rockaway Parks Conservancy, National Park Service, serta Bloomberg Philanthropies.

Direktur Museum MoMA PS1 Klaus Biesenbach

Kendati balakangan karya-karya Yayoi Kusuma identik dengan dahaga akan pengakuan orang lain di Instagram, seniman berusia 89 tahun ini masyur lantaran kerap bikin publik geram dengan pertunjukan publik dan happening art yang agak cabul di New York, pada pertengahan abad 20. Yayoi juga akrab dengan seniman-seniman bengal macam Andy Warhol dan Donald Judd. Karya seniman kelahiran Matsmumoto, Prefektur Nagano, Jepang ini pun pernah muncul di halaman depan surat kabar terkemuka New York Post.

Salah satunya, ketika pada 1969, Yayoi menggelar pertunjukan berjudul (Nice) Grand Orgy to Awaken the Dead. Dalam karyanya yang stu ini, Yayoi pemeran/partisipan pertunjukan yang badannya sudah dicat oleh Yayoi menyenggamai patung-patung di Rockefeller Garden, Museum of Modern Art.

Narcissus Garden sendiri berhasil memprovokasi penyelenggara Venice Biennale lantaran Yayoi berencana menjual bola plastik seharga $2 per satuannya “mirip seperti sedang berjualan hot dog.” Belum lagi, beberapa tanda yang disebar Yayoi dalam karyanya diimbuhi dengan kalimat nyinyir “Your Narcissism for Sale.”

Eh, kami punya izin untuk menunggah foto-foto ini enggak ya?

Ironisnya, karyanya tersebut justru memancing individu-individu narsis yang pada awalnya dikritik habis-habisan oleh Yayoi. Pameran lukisan-lukisan Yayoi dan Infinity Room yang digelar tiga galeri milik David Zwirner di kawasan Chealsea, New York dipadati pengunjung. Untuk bisa masuk ke dalam arena pameran, pengunjung harus terlebih dahulu antre selama empat jam lamanya.

Lantaran antusiasme yang membludak, tiap pengunjung hanya berada dalam tiap infinity room selama 60 detik saja.

Versi paling anyar Narcissus Garden kami perkirakan bakal dikerubuti oleh pecinta karya seni rupa dan influence amatiran musim panas tahun. Kami mengirim fotografer Tayler Smith untuk menangkap vibe pamern tersebut sebelum dipadati oleh turis dan para pengincar spot foto Instragram nyeni.

Follow Beckett Mufson di Twitter dan Instagram .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.