Survei Menunjukkan Kritikus Film Lelaki Cenderung Pelit Kasih Skor Bagus ke Sutradara Perempuan

Masalahnya makin berabe karena pengulas film laki-laki lebih dari dua kali jumlah kritikus perempuan. Bias gender ini tentu saja mempengaruhi industri sinema

|
Jul 19 2018, 4:25pagi

Image courtesy of A24. 

The Center for the Study of Women in Television and Film pekan ini merilis penelitian yang intinya menyimpulkan bahwa kritikus film perempuan cenderung memberi rating yang lebih tinggi pada film dengan pemeran utamanya perempuan daripada kritikus pria.

Kesimpulan ini sebenarnya tak begitu mengejutkan. Hanya saja, mengingat jumlah kritikus film pria berjumlah lebih dua kali kritikus fim perempuan, temuan ini jelas bikin mereka. Rata-rata, perempyan memberikan rating sebesar 74 persen kepada film-film yang tokoh utamanya seorang perempuan, sementara kritikus laki-laki paling banter hanya memberikan rating 62 persen.

Penelitian tersebut, yang digarap oleh sebuah jurusan di San Diego University dan telah berjalanan sejak 2017 silam, apjuga membeberkan kritikus perempuan lebih condong mengulas film yang disutradari sineas perempuan dan menyebut nama-nama sineas perempuan tersebut dalam ulasan mereka.

Dr. Martha Lauzen, pengarah proyek penelitian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Ketimpangan gender ini jelas berpengaruh karena mempengaruhi ketertontonan film dengan tokoh protagonis utama perempuan dan/atau film yang disutradarai sineas perempuan. Ketimpangan ini juga berpengaruh pada sifat dari sebuah ulasan film itu sendiri." Data yang dirujuk Lauzen berasal 4.111 ulasan yang ditulis oleh 241 kritikus yang dimuat dalam surat kabar, siaran radio hingga situs online. Ulasan-ulasan kritikus yang diteliti juga sudah tercantum dalam situs review film yang banyak diperdebatkan RottenTomatoes.com.

Lebih jauh, Lauzen tak hanya menemukan ketimpangan gender. Ternyata, kancah ulas mengulas film dikuasai etnis itu-itu saja. Misalnya, dari 32 persen pengulas film perempuan, 83 persennya berkulit putih (persentase yang sama ditemui dalam komposisi pengulas film laki-laki).

Dalam sebuah kolom yang ditulis untuk Variety beberapa waktu lalu, Dr. Lauzen juga mencatat bahwa "persentase perempuan yang bekerja di kancah perfilman belum banyak berubah. Malah, rasio individu yang melakoni kerja-kerja di balik layak pada 2017 nyaris sama dengan rasio dua dekade sebelumnya."

Artikel ini pertama kali tayang di i-D

More VICE
VICE Channels