Internet

Saya Merayakan Bermacam Hari Raya Ga Jelas di Internet Seminggu Penuh

Pernah dengar 'hari membaptis komputermu' atau 'hari krisis kepercayaan diri'? Saya juga kok. Tapi saya sengaja merayakannya biar semua orang jengkel.

oleh Devin Pacholik
07 Agustus 2017, 8:47am

All photos provided by author.

Orang-orang senang mencari alasan buat merayakan sesuatu. Kini, internet malah menambahkan kebutuhan untuk menjejalkan omong kosong sebanyak mungkin dalam kehidupan manusia. Ada hari-hari perayaan dan peringatan tradisional—Lebaran, Natal, Yom Kippur, Hari Proklamasi, dll. Semua itu penting dalam hal budaya dan spiritual. Setidaknya, banyak orang setuju bahwa hari-hari itu memang penting dan nyata, meski beberapa di antaranya memang akal-akalan perusahaan yang cari duit. Lalu ada juga hari-hari yang kurang penting. Ini adalah hari-hari perayaan yang bisa ada hanya karena seorang DJ radio kehabisan topik siaran karena, lagi-lagi, mereka harus cari duit.

Perayaan-perayaan seperti Mustard Day, Something on a Stick Day, dan Name Your PC Day ternyata benar-benar ada. Kamu mungkin pernah juga merayakan hari-hari ini, namun siapa tahu kamu belum ngeh, daysoftheyear.com (situsweb berisi informasi penting soal hari-hari perayaan) bisa membantu. Misalnya, Name Your PC Day jatuh pada 20 Novemner: ini adalah waktu penting di mana kamu "membaptis PC kamu untuk seumur hidup." Tentu saja, hari ini tidak diakui oleh pengguna Apple, yang merayakan Steve Jobs Day pada 16 Oktober dan iPod Day pada 23 Oktober.

Ada banyak banget hari-hari seperti ini, bahkan ada pula yang jatuh pada tanggal yang sama. Hidup bisa jadi sebuah pesta besar kalau kita cukup nekat. Itulah mengapa saya memutuskan untuk merayakan semua hari besar yang saya bisa temukan, selama satu minggu. Saya memadukan setiap tema, upacara, dan tribut bahkan yang paling tidak jelas sekalipun. Hasilnya, saya jadi sering banget mabok dan mempermalukan istri saya, Jill. Saya akhirnya sadar bahwa tidak ada hari yang pantas dirayakan kecuali kalau kamu berupaya menyelamatkan dunia.

Hari ke-1: Tequila Earhart Day
Saya bareng kakak, si Michael, dalam perjalanan menjemput sepupu kami, Nick Faye, untuk merayakan Cousins Day dengan makan-makan di McDonald's. Saya udah maka McDonald's pas siang tadi, karena sekalian merayakan Drive-Thru Day. Ketika saya pesen makanan sebelum ini, saya tanya sama pelayan di sana. "Kenapa anak babi jalannya nunduk?"

"Hah?"

"Soalnya malu ibunya babi."

"Ya ampun," ujar pelayannya, kelihatan banget mukanya sebel. Ternyata sulit juga ya merayakan Tell An Old Joke Day. Enggak jelas juga kriterianya gimana. Yasudahlah, yang penting sudah nyoba melucu. Soal orangnya ketawa apa enggak, itu perkara lain.

Setelah sepupu saya kenyang dan "dirayakan", kami melanjutkan misi kami": menerbangkan layangan di Danau Wascana, di Regina, Saskatchewan. Izinkan saya menjelaskan: Saya telah ngobrol dengan pengelola museum bernama Katie Evans dari Amelia Earhart Birthplace Museum di Atchinson, Kansas untuk Amelia Earhart Day. Selama wawancara tersebut, Katie bilang, "Amelia Earhart memiliki banyak pencapaian, mengingat dia seorang perempuan."
Dia juga bilang bahwa ternyata sang pilot mengenakan celana panjang karena "dia enggak senang dengan pergelangan kakinya."

Karena hal-hal ini, dan sekaligus untuk merayakan Thermal Engineer Day, saya membungkus pergelangan kaki saya dengan selotip ( duct tape). Entah lah. Mungkin teknik termal berhubungan dengan saluran udara ( air duct). Tapi gimana nih, saya enggak punya cukup selotip buat membungkus kedua pergelangan kaki.

Setelah akhirnya berhasil menyembunyikan pergelangan kaki saya, syaa mencoba jadi orang pertama yang mengayuh kano ke seberang danau lokal sementara menerbangkan layangan, untuk Amelia. Saya menanyakan pendapat sepupu saya soal upaya saya ini. Dia bilang, "kok jauh ya." Saya nyuruh dia diem, dan akhirnya layangan berhasil saya terbangkan. Saya megangin benangnya seperti tuhan menjaga planet-planet pada orbitnya. Rasanya luar biasa, ini adalah persembahan saya untuk salah satu penerbang terbaik dalam sejarah. Tapi lalu layangan tersebut nyungsep dan kecebur ke danay. Saya menarik kertas lepek itu. Sekembalinya di rumah, saya enggak sengaja mencabut banyak bulu kaki pas melepas selotipnya. Saya mengubur rasa sakit itu dengan merayakan Tequila Day. Ya udahlah.

Hari ke-2: Hot Fudge Merry Cheese Wine Day
Hal pertama pada daftar saya adalah untuk menemukan sebuah tempat untuk merayakan National Merry-Go Round Day. Tidak ada pasar malam di sekitar saya yang punya komidi putar, jadi saya harus berpuas diri dengan mainan besi-besian yang umumnya ditemukan di taman. Setidaknya, kayaknya, tadinya ini ada di taman. Intinya, kayaknya ada yang memindahkan komidi putar ini karena dianggap berbahaya.

Tapi saya enggak punya waktu untuk memproses ini semua: saya mungkin harus menyewa seorang veteran. Saya menelepon Jim Lowther, presiden dan CEO Vets Canada, untuk mencari tahu lebih lanjut soal National Hire a Veteran Day.

Dia bilang veteran memiliki keterampilan tenaga kerja yang unik. "Mereka juga sering latihan dalam berbagai pekerjaan. Jadi masuk akal kalau perusahaan-perusahaan ingin mempekerjakan mereka… Mereka memiliki ilmu pengetahuan dan kepemimpinan." Jim, yang juga seorang veteran, benar belaka.

"OK, saya mau menyewa jasa kamu," ujar saya, "Saya akan memberi kamu $10 kalau kamu bisa menjawab pertanyaan saya: Apa pendapatmu soal komidi putar?"
Jim menjawab, "Naik gituan bikin pusing…?"

Pada akhirnya, Jim tidak mau menerima uang saya. Yang penting saya sudah menawarkan dia pekerjaan, yang dia lakukan. Sekarang saatnya saya merayakan Hot Fudge Sundae Day, Wine and Cheese Day, dan Culinarians Day. Ya pas banget lah, istri saya si Jill jago masak, jadi saya tantang dia berlomba membuat paduan terbaik wine, keju, dan krim, dan eskrim. Dia membuat saus cokelat yang mengandung wine, di atas eskrim bertabur keju kambing. Buatannya jauh lebih enak. Dan sejujurnya, buatan saya—blenderan eskrim, cokelat, keju cheddar dan sebotol wine—rasanya anyep.

Saya masih kesulitan menemukan cara merayakan Thread the Needle Day. Untuk merayakan ini, internet bilang saya harus bisa menavigasi diri sendiri keluar dari situasi sulit. Berbekal wine susu asin, saya ingin menyelesaikan masalah komidi putar ini dengan mengirimkan surel pada Walikota Michael Fougere, Premier Brad Wall dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Hanya kantor perdana menteri yang merespon, berkata kekhawatiran saya telah disampaikan pada kementrian yang tepat. OK, saya berhasil menyelesaikan masalah.

Hari ke-3: Uncle Bagel Day
Rabu adalah hari untuk menyebarkan kedamaian. Saya ngobrol dengan Karen Mosby via telepon. Mosby menelepon saya jauh-kauh dari Windyville, Missouri. Dia adalah sekretaris internasional School of Metaphysics. Jujur, saya baru kali ini mendengar nama sekolahnya. Tapi apa mau dikata, saya harus menghubungi seseorang guna bicara tentang One Voice Day. Mulai 2003, menurut keterangan yang diberikan Karen, sekolah tempatnya mengajar telah menulis dan membaca semacam "perjanjian damai". Karen bilang, tujuan perayaan ini adalah untuk membacakan perjanjian damai biar bisa menjangkau banyak orang."

Saya tak bisa menemukan dome kedamaian di Saskatchewan. Jadi, sebagai gantinya, saya memilih parkiran SPBU Domo sebagai tempat saya membaca perjanjian damai tersebut di depan semua orang yang lalu lalang. Beberapa orang melangkah terburu-buru dari dalam Gym terdekat, sementara saya terus membacakan perjanjian sangat panjang. Istriku, yang kuminta mengabadikan momen penting ini, lebih tertarik "cari selamat" dengan menunggu di dalam mobil. Baginya, itu mungkin tempat ternyaman di sana.

Membersihkan diri dengan hal-hal yang ilahi bikin perutku keroncongan. Untungnya, di hari yang sama, saya merayakan Bagelfest Day dan Coffee Milkshake Day. Ini artinya, saya akan segera menyantap makanan penuh karbohidrat. Namun, karena hari itu juga hari perayaan National Aunt and Uncle Day, saya harus makan sajian yang disiapkan oleh Vincent dan Anthony, keponakanku yang berturut-turut berusia 10 dan 7 tahun. Kami menyiapkan adonean dan memberitahu mereka kalau keduanya punya akses ke segala bahan yang diperlukan dalam membuat bagel untuk Paman Devon. Apapun yang mereka bikin bakal saya lahap. All or Nothing Day ditujukan bagi anak-anak. Akhirnya, saya harus menelan bagel eksperimental mereka. Isinya marshmallow, saus cabe, anggur dan beberaba bumbu penyedap. Rasanya? Menakjubkan seperti cinta.

Hari ke-4: Hari Krisis Kepercayaan Diri
Selagi sisa-sisa bagel cinta bikin perut saya panas keesokan harinya, saya tiba-tiba sadar bahwa ini adalah hari pertama diumur saya yang ke-29. Tanggal 27 Juli adalah hari saya. Untuk merayakannya, saya sudah merencakan pesta bertema. Lalu, saya pasang pengumuman pesta ulang tahun, bakar-bakar BBQ di taman. Beberapa orang nongol. Mereka datang, berharap dapat mencicipi chilli dog dan bisa sedikit minum-minum.

Kebetulan keduanya dirayakan bersamaan dengan hari ultah saya. Hari itu, ini aktivitas saya: saya berjalan-jalan dengan egrang (jangkungan)—yang saya buat sendiri—sambil membawa tanaman rumah karena ini adalah hari perayaan Walk on Stilts Day dan Take Your Houseplant For A Walk Day. saya melakukan semua in dengan menggunakan jersey olahraga baru demi merayakan New Jersey Day. Gobloknya, saya kemudian sadar bahwa New Jersey Day adalah hari untuk menghormati New Jersey. Tapi, bodo amat, saya sedang ultah. Peduli setan dengan negara bagian New Jersey.

Saya memegang chilli dog di satu tangan dan kembang api yang sudah dinyalaka sambil melihat orang-orang yang berkerumun di bawah sana. Saya mengintip wajah-wajah mereka dari sela-sela dedaunan tanaman rumah yang saya bawa. Dari atas jangkungan, saya tetiba sadar satu hal: saya sudah melewati setengah hidup saya kalau saya benar-benar beruntung. Chilli dog saya lepas dari genggaman, meluncur ke permukaan tanah dan berakhir jadi sampah mubazir. Tak beberapa saat dari kecelakaan kecil itu, istri saya menantang saya untuk mencoba melangkah. Saya hanya bisa menggerakan egrang beberapa langkah saya. Dia, sebaliknya, bisa berjalan menggunakan egrang dengan anggun. Kembali ke rumah sebuah kejutan menunggu. Istri saya ternyata membuat creme brulee rasa scocth. Tentu saja, dia melakukan ini untuk merayakan Scotch Whiskey Day dan Creme Brulee Day sekaligus. Mengharukan, ternyata dia ingat dua peraayaan ini.

Hari ke-5: Get Gnarly Hepatitis Day
Di sebuah lift bersama dengan jagoan komputer Steve Lloyd, saya langsung beraksi: memamerkan gerakan handstand dengan skateboard, sembari menyeimbangkan batang coklat Hershey di tanganku yang bebas bergerak. Saya bela-belain menggunakan kaos tie-dye dengan satu gambar hati berwarna ungu. Semua aksi gila adalah cara saya merayakan System Administrator Appreciation Day dab Get Gnarly Day. Sayang, Talk in an Elevator Day membatasi aksi saya di atas skateboard. Tapi, enggak papalah setidaknya Milk Chocolate Day bikin hari ini sedikit lebih cerah.

"Keren, Steve," ucapku membuka percakapan elevator yang kikuk. "Um, tahu enggak kalau Buffalo Soldiers punya peranan penting dalam sejarah militer Amerika Serikat?".

"Enggak tuh."

Ini adalah waktu yang tept untuk melakukan perayaan Buffalo Soldiers Day. jadi, buru-bura saya stream lagu Bob Marley lewat ponsel. Niatnya sih ingin memutar lagu yang mengenang kejayaaan resimen Afrika dan Amerika itu. Malang, lagunya tak mau berputar. Engga ada sinyal di dalam elevator.

Hari itu juga, saya ngobrol dengan Dr. Mark Swain. Dia menelepon dari caUniversity of Calgary. Dr. Mark bilang World Hepatitis Day—yang jatuh hari itu—adalah peristiwa penting karena orang enggak serius dengan hepatitis sampai dirinya atau orang di dekatnya kena musibah mengidap penyakit itu. "Kasarnya, sekitar 250.000 sampai 400.000 penduduk Kanada terinfeksi Hepatitis C dan kebanyakan dari mereka tak menyadarinya. Hepatitis C tak punya gejala yang kentara." Dr. Mark melanjutkan dengan bilang bahwa cara terbaik untuk menunjukkan kepedulian kita adalah dengan mengetes apakah kita tertular virus berbahaya itu. Hepatitis tak boleh dianggap enteng lho karena bisa menyebabkan kanker hati. Info lebih lanjut bisa kamu dapatkan di sini. Ujung-ujungnya, saya menyumbangkan uang $10 yang saya dapatkan dari Jim Lowther guna memerangi hepatitis C.

Oh ya, saya juga ngasih si admin sistem komputer Steve tentang hepatitis.

Hari ke-6: Lasagna Tiger
Perut saya penuh dengan sayap ayam yang dibaluri lasagna dan saya berdandan bak harimau yang cantik. Saya cuma pakai baju kuning ukuran anak-anak. Pasalnya, saya kesusahan mencari baju ukuran serupa dengan muka yang ditutupi lipstik. Makanya, saya bingung bagaimana orang lain bisa merayakan International Tiger Day dan Lipstick Day. Saya juga menghabiskan waktu berjalan-jalan dengan Abby, anjing saya di dekat taman air guna merayakan Rain Day.

Asal kalian tahu, saya sebenarnya kepanasan setelah menari-nari dengan Abi demi menghormati National Dance Day, dan kawaan tempat saya tinggal sedang sangat panas-panasnya Juli lalu. saya membayangkan bakal menari-nari memanggil hujan di taman air itu. Namun, sampai di sana, yang saya jumpai adalah muka-muka orang tua yang kalut. Rupanya, mereka gamang melihat saya datang dengan kostum macanku. Istri saya? Seperti biasa. Cuma mau nunggu di mobil.

Merasa kalah, kami segera beranjak pulang. Lalu, pas jam 11:32 malam, kami mendengar suara gerimis di atap rumah kami. Hujan turun deras malam itu. Saya berhasil memancing sebuah keajaiban.

Hari ke-7: Whistleblower Cheesecake

Yang ini gampang: International Day of Friendship dan Father-in-Law Day. Mike, ayah mertua saya, adalah salah satu teman terbaik yang saya miliki. Jadi, saya mengajak ngobrol Mike lewat Skype. Tak sampai di situ, saya juga memaksa Mike yang tengah asik liburan untuk menonton saya melahap cheesecake cherry yang sudah dibubuhi potongan halaman novel Margaret Atwood, Handmaid's Tale. Tak dinyana, Cheesecake Day dan Paperback Book Day adalah perpaduan yang serasi.

"Buku yang terakhir kamu baca, Mike?"

" The Girl with the Dragon Tattoo. Eh bentar, itu beneran mau dimakan?"

"Iya," jawab saya enteng sambil mengunyah mahakarya distopia Atwood. "Apa coba yang bikin suatu hari patut dirayakan?"

"Keluarga."

Jill segera menyerobot. Pada ayahnya, dia mengadu karena saya menyeretnya untuk merayakan hari-hari peringatan yang kadang enggak penting-penting amat dalam semingg. Saya gatal ingin menginterupsi. Tapi bisa apa saya di perayaan Whistleblowers Day?

Follow Devin di Twitter.