Iklan
Tips Kehidupan

Tips Sukses ala Jack Ma: Kita Idealnya Senggama Enam Kali Dalam Seminggu

Saat berpidato membahas fillosofi agar hidup bahagia, orang terkaya Tiongkok ini menyatakan, "dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengikuti prinsip 669."

oleh Shamani Joshi
16 Mei 2019, 8:45am

Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, saat menghadiri acara perusahaan di Shanghai, Cina. Foto oleh Aly Song/Reuters

Bagi Jack Ma—pendiri perusahaan e-commerce Alibaba dan orang terkaya Tiongkok—kerja keras dalam bisnis sekaligus seks, adalah dua hal terpenting dalam hidup. Setelah menerapkan ‘filosofi 996’ alias menuntut karyawannya bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam (6) hari seminggu, pebisnis satu ini belum lama menggagas tips baru, yang dia juluki produktivitas maksimal: filosofi ‘669’.

"Saat bekerja, kita harus mengedepankan semangat 996. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengikuti filosofi 669. Apa itu 669? Maksudku adalah kita sebaiknya bersenggama sebanyak enam kali, selama enam hari dalam seminggu, dengan mementingkan durasi," kata Ma saat berpidato dalam momen pernikahan massal yang diadakan perusahaan untuk karyawannya pada 10 Mei lalu.

Acara tahunan ini dinamakan ‘Ali Day’. Pihak perusahaan juga merilis pernyataan resmi mengenai filosofi 669 pada laman Weibo Alibaba. Mereka tak lupa menambahkan emoji mata berkedip dalam pernyataannya.

Menurut Ma, kunci mendapatkan performa jangka panjang, atau yang dia sebut sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu dengan bersenggama enam kali selama enam hari supaya mencapai satu tujuan akhir: beranak.

"Kalian menikah bukan karena kepingin kaya atau beli rumah, tapi agar bisa punya anak," ujarnya. Ma bahkan bilang anak adalah investasi terbaik karena "hal lain bisa saja palsu." Ternyata dia serius.

Kalimat motivasi Ma itu rupanya tidak disambut baik oleh netizen. Beberapa pengguna internet menganggap pernyataan Ma “cabul” dan “menjijikkan”, sedangkan yang lainnya mempertanyakan maksud sesungguhnya dari pidato tersebut.

Ma melontarkan pernyataan itu pada momen tepat karena Tiongkok, yang sebelumnya dikritik atas pelarangan masjid dan PUBG, sedang gencar mendorong warganya punya banyak anak. Tiongkok khawatir populasinya semakin menua dan berpotensi menghadapi penurunan populasi, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2028 sebanyak 1,44 miliar penduduk.

Itu sebabnya Negeri Tirai Bambu tak lagi menerapkankebijakan 'maksimal satu anak', dan justru mendukung warga punya lebih banyak anak. Nyatnaya, angka kelahiran terus menurun karena pasangan muda memilih tidak punya anak, terutama karena semakin meningkatnya harga hunian dan terbatasnya akses pendidikan berkualitas. Orang-orang pun berasumsi itulah alasannya lelaki terkaya di Tiongkok menyarankan para karyawan bersenggama secara teratur.

Jadi, sang pendiri Alibaba sepertinya tak hanya menginginkan karyawannya ngeseks enam kali seminggu, tetapi juga memaksa anak-anak mereka bekerja 12 jam sehari untuknya.

Follow Shamani Joshi di Instagram.