Iklan
Pencurian Buah

Puluhan Ribu Apel di AS Dicuri Pakai Cara Primitif, Menggoyang Pohon Sekencang Mungkin

"Kok bisa, ya?" kata pemilik kebun di Indiana itu keheranan. Apalagi kami pak....

oleh Jelisa Castrodale
01 Oktober 2019, 7:02am

Ilustrasi kebun apel oleh Getty Images

Saat mendengar berita pencurian apel besar-besaran, saya dan mungkin beberapa dari kalian langsung mengira ini tentang komplotan perampok terorganisir yang membobol salah satu cabang toko Apple Inc. Ternyata, ini aksi pencurian buah apel sungguhan dengan cara primitif banget: diambil langsung dari pohonnya.

Stasiun televisi Amerika WSBT melaporkan pelaku pencurian menyelinap ke kebun Williams Orchard di La Porte, Indiana. Pelaku mengambil semua apel dari pepohonan di kebun seluas satu hektar lebih itu. Kepemilikan Williams Orchard sudah diambil alih Jon Drummond, dan kebunnya dibuka kembali kurang dari sebulan lalu. Kepada stasiun TV, Jon membeberkan apel yang dicuri totalnya ada 50.000 buah. "Kami terheran-heran saat melihat deretan pohonnya bersih, tidak ada apel sama sekali. Padahal, buahnya masih ada di situ beberapa hari lalu," ungkapnya.

Jon berujar sebagian apel yang dicuri berhasil ditemukan akhir pekan lalu. Pepohonan tersebut ada di kawasan belakang kebun. Williams menduga pelakunya menggoyangkan pohon sekuat mungkin supaya buahnya berjatuhan ke dalam bak dan terpal di bawahnya. Nilai Apel yang dicuri mencapai $27.000 (setara Rp383 juta). Pelaku sepertinya mau menjadikannya bahan saus atau sari buah apel.

Jon segera melapor polisi atas kejadian ini. Pelaku tampaknya mengetahui seluk-beluk kebun apel miliknya. Mereka juga dicurigai masuk lewat gerbang yang tidak dikunci. :Kami baru pasang pagar tiga minggu lalu," kata Jon saat diwawancarai WNDU. "Masalahnya, belum ada gembok karena masih baru." Sang pemilik langsung memasang kunci dan kamera CCTV supaya tidak kebobolan lagi.

Kebun Williams Orchard embentang seluas 135 hektar, jadi aksi pencurian ini hanya merugikan sebagian kecil—sekitar 5 persen—dari total pohon apel di perkebunan tersebut.

Selain kebun milik Jon, Samascott Orchards di Kinderhook, New York juga mulai mengenakan biaya masuk 5 dolar (setara Rp70 ribu) bagi pengunjung yang mau memetik apel di lokasi. Alasannya karena banyak pengunjung yang tidak tahu diri dengan mengambil kebanyakan. Dilansir WYNT, keluarga Samascott harus menggeledah dan mengeluarkan buah-buahan dan sayur-mayur dari bagasi, kotak sarung tangan, dan kolong mobil pengunjung "setiap hari." Ternyata orang kemaruk ada di negara mana saja....

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Tagged:
Kejahatan
Berita Unik
Pencurian
Maling Profesional
Maling Apel