Iklan
The VICE Guide to Right Now

Tahu Bakal Dipecat, Karyawan Agency Ini Sengaja Bawa Badut Saat Dipanggil Atasan

Tujuannya sih supaya pekerja periklanan di Selandia Baru itu ga merasa sedih-sedih amat. Jadi ketika surat PHK diserahkan, badutnya mulai berpantomim menangis.

oleh Gavin Butler
17 September 2019, 2:35am

Ini bukan foto badut yang dimaksud. Gambar milik pengguna Flickr Melissa Weiss, CC Lisensi 2.0


Not the clown. Image via 

Flickr user Melissa Weise

, CC licence 2.0 

Josh Thompson sudah ada firasat akan kehilangan pekerjaannya. Lelaki kelahiran Australia ini telah lima bulan bekerja sebagai copywriter di perusahaan iklan FCB New Zealand ketika dia menerima email tak menyenangkan dari atasan. “Kabar buruk,” bunyi pesannya. “Ada yang perlu dibicarakan soal posisi Anda.”

Tanda-tandanya sudah sangat jelas. The Guardian melansir perusahaan tengah mem-PHK karyawannya setelah kehilangan klien di Vodafone, dan Josh yakin dia dipanggil karena kena layoff.

Berhubung hukum ketenagakerjaan Selandia Baru mengizinkan pekerja membawa bala bantuan dalam pertemuan disipliner serius, maka Josh—yang suka melawak—memutuskan untuk menyewa jasa badut. “Saya mau bawa orang profesional,” kata Josh, “makanya saya bayar AUD 200 (Rp1,9 juta) untuk sewa badut.”

Sang badut Joe memberikan dukungan moril dengan meletuskan balon dan membentuknya jadi binatang selama Josh bertemu atasan. Joe sampai disuruh diam beberapa kali sama atasan Josh karena terlalu berisik. Ketika surat PHK diserahkan, Joe mulai pantomim menangis.

Meski dipecat, Josh segera mendapat pekerjaan baru di DDB Worldwide Communications Group. Kepada New Zealand Herald, DDB mengaku ketakutan dengan badut sewaan Josh.

Follow Gavin di Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA