Luar Angkasa

Ilmuwan Berusaha Memahami Proses Terbentuknya Benda Langit Mirip Lintingan Rokok

Bentuk ‘Oumuamua, benda antarbintang pertama yang masuk ke tata surya, kemungkinan lonjong karena terpangkas gelombang bintang.
15 April 2020, 9:16am
Gambar konsep benda mirip 'Oumuamua oleh ZHANG Yun
Gambar konsep benda mirip 'Oumuamua oleh ZHANG Yun 

Dua tahun lalu, ilmuwan menemukan benda antarbintang pertama di tata surya kita. Jika dilihat dari lintasannya, benda bernama ‘Oumuamua itu tampaknya sudah lama keluar dari sistem bintang lain.

Keunikan bentuknya menjadi perbincangan hangat komunitas ilmiah. Sebenarnya benda apa itu? Mungkinkah itu asteroid, atau jangan-jangan pesawat UFO?

Pada akhirnya, ilmuwan mengusulkan ‘Oumuamua adalah serpihan dari benda langit besar yang pecah ketika melewati bintang induk. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nature Astronomy, kekuatan pasang surut bintang kemudian menenggelamkan potongan lonjong itu ke sistem antarbintang. Cerita yang cukup masuk akal menjelaskan asal-usul objek antarbintang (ISO) pada galaksi kita.

“Penelitian kami memberikan penjelasan yang masuk akal tentang asal-usul ‘Oumuamua. Kami juga menunjukkan pembentukan benda antarbintang semacam ini, dan proses pembentukannya ada di mana-mana di Bima sakti,” bunyi email Yun Zhang, ilmuwan planet dari Observatoire de la Côte d’Azur di Prancis.

“Kami menduga benda antarbintang akan semakin sering memasuki tata surya di masa depan. Properti dan populasi benda-benda tersebut dapat dibandingkan dengan ‘Oumuamua supaya perkiraan tingkat kemunculannya bisa lebih akurat,” imbuhnya.

Ilustrasi proses penghancuran oleh pasang surut bintang. Gambar: ZHANG Yun

Para ilmuwan mempelajari asal-usul ‘Oumuamua sejak benda itu pertama kali ditemukan oleh teleskop Pan-STARRS di Hawaii pada Oktober 2017. Pada saat itu, ‘Oumuamua telah melewati titik terdekat dengan matahari dan meluncur keluar dari tata surya.

Anehnya, bentuk ‘Oumuamua sangat lonjong dan tidak memiliki kemiripan dengan benda langit lain di dalam tata surya. Para ilmuwan juga tak menemukan jejak es dan gas yang bisa menandakan benda itu adalah komet. Mereka hanya melihat ‘Oumuamua berwarna kemerahan gelap, yang menunjukkan benda ini kaya akan logam dan senyawa organik. Oleh karena itu, ‘Oumuamua kini dianggap sebagai asteroid.

Bersama astronom Douglas Lin dari UC Santa Cruz, Zhang memperjelas fitur-fitur aneh ini dengan menjalankan simulasi komputer beresolusi tinggi dari berbagai benda langit—seperti komet, puing atau bahkan planet—yang mendekati bintang.

Hasilnya memprediksi bintang berukuran setengah dari Matahari dapat menghancurkan benda langit besar hingga berkeping-keping, yang beberapa di antaranya bisa jadi memiliki rasio sumbu lebih panjang daripada ‘Oumuamua (dan lebih mirip lintingan ganja).

Pertemuan dekat bintang juga bisa melelehkan permukaan serpihannya, lalu mengeras setelah bendanya menyusut dari panas yang intens dan radiasi bintang. Studi menuturkan proses ini melapisi objek langit tersebut dengan ‘lem’ alami, yang “meningkatkan kerekatan” dan “menawarkan skenario pembentukan ‘Oumuamua sesuai ukuran dan fitur permukaan yang dilaporkan”.

Ilustrasi pembentukan ‘Oumuamua berdasarkan skenario Zhang dan Lin. Gambar: Yu Jingchuan dari Planetarium Beijing

Tim Zhang memperkirakan sistem bintang tunggal melemparkan triliunan benda langit ini selama miliaran tahun, jadi ruang antarbintang dipastikan penuh dengan serpihannya. Tahun lalu, ada benda antarbintang lain yang berkunjung ke tata surya. Benda itu diberi nama comet 2I/Borisov. Itulah mengapa para ilmuwan menduga tata surya akan semakin sering kedatangan tamu dari sistem bintang lain.

“Pelepasan benda antarbintang memiliki efek serupa dengan berbagai tahap evolusi sistem planet,” kata Zhang. “Beberapa proses pembentukan dan evolusi planet tertentu dapat diuji dengan menganalisis benda-benda antarbintang ini.”

“Interpretasi spektral dari pengamatan masa depan dapat mengungkap beberapa sifat kimianya dan menghubungkannya dengan benda tata surya kecil,” lanjutnya. “Akan sangat mengesankan jika ada misi luar angkasa yang mengunjungi objek antarbintang mendatang untuk menganalisis kandungan bahan kimianya.”

Asteroid, komet dan planet yang terlontar keluar melintasi galaksi, yang terkadang ditangkap gravitasi sistem bintang acak. Benda langit semacam itu sangat mungkin membawa atau mendistribusikan bahan-bahan kehidupan, seperti air dan senyawa organik lainnya, “di antara bintang dekat dan jauh,” tulis Zhang dan Lin.

“Bisa saja ISO asteroid ini mengandung senyawa organik dan molekul organik kompleks di dalamnya,” terang Zhang. “Ada sejumlah bukti yang menunjukkan molekul organik sangat berlimpah dalam asteroid, komet atau meteorit. Senyawa organik ini dipercaya dapat digunakan untuk memulai kehidupan.”

“Apabila beberapa benda planet mengandung bahan-bahan seperti itu, senyawanya dapat didistribusikan ke sekitar galaksi oleh benda antarbintang,” ucapnya.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard