The VICE Guide to Right Now

Kucing Penyelundup Narkoba Kabur dari Penjara Isolasi di Sri Lanka

Si kucing yang berusaha menyelundupkan heroin dan SIM card untuk salah satu tahanan itu berhasil kabur dari pengawasan sipir lapas, sehari setelah diamankan.
05 Agustus 2020, 10:47am
Kucing Kurir Narkoba Kabur dari Penjara Isolasi di Sri Lanka
Foto ilustrasi kucing dan sabu dari Vincent Creton/Unsplash (kiri); HowToGymUnsplash

Kucing adalah hewan yang sesukanya sendiri. Mereka hanya peduli pada majikannya ketika lapar atau pengin caper. Ketika majikannya ingin main, mereka seringkali ogah-ogahan. Makanya kucing jarang diandalkan untuk membantu pekerjaan manusia, lantaran mereka seringkali tidak berguna sama sekali. Mereka lebih cocok dipakai untuk urusan-urusan manipulatif, sesuai kecerdasan dan bakat alami mereka.

Nah, urusan manipulasi dan keculasan, kucing di Sri Lanka ini masuk kategori contoh yang representatif. Sebab, dia sempat tertangkap aparat hendak menyelundupkan heroin.

2020 adalah tahun yang penuh kejadian aneh, sedih, dan absurd. Kucing menyelundupkan narkoba tentu hanya menambah deretan peristiwa macam itu. Si kucing, yang tidak disebut namanya oleh aparat, ditemukan berada di salah satu sel isolasi bandar narkoba membawa dua gram heroin, dua SIM card, dan satu kartu memori ponsel.

Barang-barang itu dia bawa dalam kantung plastik yang digantungkan di lehernya, menurut keterangan sipir Lapas Welikada, yang menangkap meong itu pada 1 Agustus 2020. Lapas ini merupakan salah satu penjara dengan pengamanan paling ketat di Sri Lanka.

Rupanya, pada 2 Agustus, kucing tersebut kabur dari pengawasan aparat, dan kini tak diketahui rimbanya. Belum jelas bandar dari jaringan mana yang memanfaatkan kucing ini untuk menyelundupkan narkoba dan SIM card ponsel ke dalam bui.

Sipir baru mengetahui kucing itu kabur ketika hendak memberinya makan sehari setelah ditangkap. Selama di penjara, sipir menempatkannya di satu ruangan administratif.

Insiden ini rupanya tidak terlalu aneh untuk para sipir Lapas Welikada. Sekalipun termasuk kategori lapas isolasi, namun sudah berulang kali tahanan di dalam meminta bantuan orang dari luar untuk melemparkan narkoba, ponsel, dan charger barang elektronik dari luar tembok. Namun, memang untuk pertama kalinya sekarang hewan turut dimanfaatkan buat melancarkan kejahatan penghuni penjara.

Uniknya, kucing di Lapas Welikada ini bukan yang pertama kalinya dimanfaatkan bandar narkoba menyelundupkan heroin dan sabu-sabu ke dalam area penjara. Pada Oktober 2019, seekor kucing di Rusia juga menjalankan tugas serupa, memasukkan paket ganja ke lapas berkeamanan tinggi. Sama seperti peristiwa di Sri Lanka, kucing kurir narkoba di Rusia itu berhasil kabur setelah sempat diamankan sipir.

Perkara taktik memanfaatkan binatang buat tindak kejahatan, Sri Lanka patut berbangga. Seminggu sebelum insiden kucing kurir narkoba viral, Kepolisian Sri Lanka berhasil mengamankan elang yang dilatih mengantar paket narkoba, di pinggiran Ibu Kota Colombo.

Peredaran narkoba merupakan problem serius di negara mayoritas Buddha itu. Maret lalu, aparat Sri Lanka juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar sepanjang sejarah negara tersebut. Dua kapal tongkang ternyata disulap membawa kargo sabu-sabu senilai US$65 juta.

Follow Satviki di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India