Kerusakan Lingkungan

Lebih dari 1 Miliar Ton Sampah Plastik Akan Menyelimuti Bumi Pada 2040

Skenario terburuk dari ilmuwan ini memang mengkhawatirkan. Kabar baiknya, kita bisa melakukan sesuatu untuk mengubah masa depan.
01 Agustus 2020, 5:50am
1 Miliar Ton Sampah Plastik Akan Menyelimuti Bumi Pada 2040
Foto ilustrasi tempat pembuangan akhir sampah perkotaan yang mengandung banyak sekali plastik. Sumber:  Tom Fisk via Pexels

Polusi plastik bisa kita temukan di berbagai sudut planet Bumi, bahkan hingga sudut-sudut Samudra Arktik dekat kutub yang seharusnya bebas aktivitas manusia. Menurut penelitian yang baru saja terbit, jika umat manusia tidak segera bertindak, maka permukaan bumi mencakup laut dan darat, akan diselimuti 1,3 miliar ton limbah plastik pada 2040.

Kesimpulan itu didapatkan tim ilmuwan lintas bidang, yang terlibat dalam makalah berjudul “Evaluating scenarios toward zero plastic pollution”, terbit di Jurnal Science pada 23 Juli 2020. Tim tersebut menciptakan permodelan matematika untuk memprediksi kapasitas produksi plastik di seluruh dunia dari 2016 hingga 2040.

Dari perhitungan tersebut, anggota tim memperoleh data delapan jenis “arketipe geografis”, alias karakter wilayah berdasarkan metode pengelolaan sampahnya.

Kawasan perkotaan dengan warga menengah ke atas, ambil contoh, memiliki sistem pengelolaan sampah yang berbeda dibanding wilayah perkotaan dihuni masyarakat dari status ekonomi menengah ke bawah. Semua wilayah memiliki problem tersendiri terkait pengelolaan sampahnya.

Para peneliti lantas menyimpulkan ada delapan solusi yang bisa menghindarkan nasib buruk Bumi diselimuti plastik. Solusi tersebut adalah:

  • mengurangi kuantitas produksi plastik dalam sistem yang ada sekarang
  • mengganti plastik dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan
  • desain baru daur ulang yang lebih efisien
  • menciptakan kapasitas pengangkutan sampah plastik
  • menciptakan sistem baru pemilahan plastik dari sampah lain
  • menciptakan sistem daur ulang kimiawi untuk plastik
  • memastikan kebocoran limbah plastik tak bisa terjadi
  • serta mendorong berkurangnya pemakaian plastik dalam rantai ekonomi

Solusi terakhir memang sudah dijalankan banyak negara, termasuk beberapa kota di Indonesia. Namun tentu semua itu belum cukup, mengingat poin-poin lain banyak yang belum dijalankan secara maksimal. Tim ilmuwan ini mengingatkan, delapan solusi di atas harus dijalankan simultan dan terintegrasi, agar skenario banjir plastik bisa kita hindari.

Bahkan, dengan metode yang sudah dijalankan berbagai negara maju saat ini dalam mengelola limbah plastik, perhitungan para ilmuwan memprediksi bila 710 juta ton sampah plastik akan mencemari lingkungan hingga 20 tahun mendatang.

Pandemi Corona sepanjang 2020 turut menghambat upaya progresif mengurangi konsumsi plastik di seluruh dunia. Data menunjukkan selama menjalani swakarantina dan PSBB empat bulan terakhir, konsumsi plastik sekali pakai justru meningkat drastis.

Hal ini dipicu maraknya aktivitas belanja daring serta pemesanan makanan online, dengan bungkus yang belum menghindari plastik. Belum lagi masalah limbah medis, mencakup masker, yang ternyata kini menghantui lingkungan.

Beberapa waktu lalu, media sosial sempat digegerkan oleh video viral ratusan masker yang mengapung di lautan. LSM asal Prancis yang mengkaji kerusakan lingkungan, Operation Mer Propre, menyatakan limbah medis seperti masker akan jadi salah satu polutan utama bumi sepanjang tahun ini. LSM itu mendapati banyak sekali masker dan sarung tangan medis mengapung di Laut Mediterania.

Follow Miran di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia