Iklan
Jam Malam

Bupati Demak Larang Masyarakat Bertamu saat Magrib-Isya, Biar Orang Fokus Ibadah

Ini adalah lanjutan dari gerakan “Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji” yang diinisiasi Pemkab Demak sebelumnya. Tapi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak setuju kalau harus pakai surat edaran segala.

oleh Mahisa Cempaka
09 Januari 2020, 11:00am

Ilustrasi dari Pixabay dan Freeimages.com

Aturan itu termuat dalam Surat Edaran Bupati Demak No. 450/1 Tahun 2020. Judulnya “Larangan Bertamu di Waktu Menjelang Maghrib sampai dengan Isya”, diteken Bupati Demak M. Natsir pada 2 Januari 2020. Menurut suratnya, aturan ini adalah lanjutan dari Gerakan “Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji” yang dibuat Pemkab Demak 2016 lalu. Durasi waktu dilarang bertemu mulai pukul 17.00 hingga 19.00.

Satu komentator bertanya-tanya, kenapa edaran ini dibuat di tahun pilkada? Sedangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo enggak cocok sama imbauan yang, okelah maksudnya baik, tapi bisa menciptakan masalah tak perlu.

"Maksud saya biar nanti tidak menimbulkan persoalan baru, ada yang lebih penting yang mesti kita tahu, kalau mau sampaikan disiplin cukup imbauan. Saya khawatir kalau sosiologis tidak support malah tidak bisa dilaksanakan," terang Ganjar kepada Detik, Rabu (8/1).

"Tamu itu adalah raja, kapan pun bertamu dipersilakan. Kalau dibuat suatu regulasi, (tamu) mau dihukum apa? Bertamu kok dihukum. Oh, agar tidak mengganggu pada saat mereka salat, diajak salat aja tamunya," katanya lagi.

Dikritik gubernur, Kabag Humas Pemkab Demak Agung Hidayanto melakukan tugasnya dengan baik. Ia mengatakan, ini kan cuma imbauan.

Tapi menurut Ganjar Pranowo, "Kalau mau imbauan internal sebaiknya tidak perlu tertulis."

Larangan ini mengecualikan kegiatan membesuk orang sakit, takziyah, datang ke acara-acara pernikahan, khitanan, pengajian, dan kegiatan keagamaan lain. Surat yang sama juga melarang
“aktivitas perayaan/kegiatan di tempat-tempat publik tanpa memiliki izin dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan etika sopan santun dalam masyarakat”.

Berita ini bisa beranak jadi banyak sekali pertanyaan. Komentar Ganjar masuk akal, jika di rumah pas ada tamu pas salat Magrib dan Isya, bisa ibadah berjamaah malah semakin bagus. Tapi, apa semua orang Demak agamanya Islam? Lalu, kalau pagi sampai sore orang bekerja, kemudian sore sampai malam orang tak boleh bertamu, sementara di atas jam 7 malam mestinya sudah jadi waktu beristirahat, terus kapan dong bisa ketemuannya?

Saya jadi curiga Bupati Demak ini orangnya online banget. Jadi daripada urusan dikelarin tatap muka, mending orang-orang japri atau video call aja gitu. Wah, kalau begini, jangan kaget deh misal kelak gerbang masuk Demak akan pasang tulisan “Selamat datang di Demak Kota Distopia”. Njir.

Tagged:
Ganjar Pranowo
Aturan Lingkungan
Aturan Jam Malam
Demak