Musik

BAP. Tinggalkan Hip-Hop Buat Sementara untuk Menendang Distorsi Gitar ke Angka Sebelas

Dua tahun usai menyajikan salah satu album hip-hop tersegar di Indonesia, Kareem Soenharjo merilis proyek BAPAK dengan single 'Jon Devoight' yang berpaling ke noise dan punk.
21 Februari 2020, 10:05am
BAP./Kareem Yosugi Tinggalkan Hip-Hop Bikin Album Hardcore Punk
Ilustrasi dari arsip pribadi BAPAK.

Dua tahun berselang setelah menyajikan salah satu album hip-hop tersegar di tanah air, BAP. akhirnya merilis sebuah single baru dengan penawaran musik yang jauh berbeda dari rilisan yang membesarkannya.

Monkshood, album debut rapper dan produser Kareem Soenharjo—lebih dikenal sebagai BAP.—yang dirilis dua tahun lalu melejitkan namanya, berkat racikan musik hip-hop eklektik berpadu dengan berbagai elemen seperti rock, jazz dan elektronik dibarengi produksi yang prima dan nuansa beraneka ragam. Monkshood masuk dalam daftar album terbaik 2018 versi VICE.

Jumat (21/02) pagi, Kareem merilis sebuah single dan video musik baru bertajuk "Jon Devoight" menggunakan moniker baru, BAPAK. Alih-alih mengelus telinga lewat rima-rima smooth yang jazzy seperti karakternya di proyek BAP./Yosugi, "Jon Devoight" menghentak pendengar dengan gebukan drum yang kisruh, vokal semi-teriak yang slengean, dan gitar rancak memakai distorsi pol mentok. Ini tipe lagu yang lebih cocok didengarkan llve di acara punk di garasi temanmu, daripada di bar atau kelab-kelab malam. Dalam versi album nanti, single "Jon Devoight" berdurasi lebih panjang, hingga tujuh menit.

Perubahan ini mengejutkan, biarpun kecintaan Kareem akan musik rock progresif yang gaduh sebetulnya jelas ditunjukkan dalam "Pagi", track pembuka Monkshood. Di luar nomor tersebut, hampir tidak ada kesamaan antara materi dia sebelumnya dengan single barunya. Mengingat betapa drastisnya perubahan musik Kareem, sudah pasti timbul banyak pertanyaan mengenai arah artistik BAPAK dan apa pemicu perubahan tersebut.

VICE ngobrol singkat bareng Kareem tentang konsep baru BAPAK, membahas kecintaannya akan musik punk, dan mengulik alasannya banting setir dari hip hop untuk sementara.

VICE: Halo bung. Kenapa musikmu berubah drastis?
Kareem: Gue selalu pengin bikin band semenjak SMP karena banyak dengerin Muse, The Fall Of Troy, dan musik-musik aneh lainnya. Tapi berapa lama gue enggak ketemu orang-orang buat nge-band bareng, dan setelah sembilan tahun, baru deh kesampaian. Gue dari dulu suka banget sama punk dan hardcore punk, biarpun proyek BAPAK ini enggak cuman hardcore punk doang, kita nyoba banyak hal-hal baru.

Apakah single ini indikasi arah dari album baru? Berarti hip-hop sementara ditinggalkan dulu?
Yes, selain kerjaan gue dalam music production (pake alias Yosugi), gue mau fokus ke dunia musik lain. Tapi walaupun begitu banyak proses, teknik, dan ide yang gue punya saat membuat lagu-lagu hip-hop gue aplikasikan juga ke album ini, jadi lumayan senang bisa eksperimen dikit dengan ilmu-ilmu tadi.

BAPAK itu isinya siapa aja sih? Karena konsepnya band, apakah lebih kolaboratif atau masih dari elo semua arahan musiknya?
Isinya gue, Alfath dari Flowrpit, Kevin yang dikenal sebagai "Whoosah", dan Bagas yang main di TaRRkam dan 10 juta band lainnya. Gue pilih mereka karena mereka semua bertalenta dan kita semua temenan baik. Gue ketemu Alfath di gig musik kecil Swinger Party, Kevin itu temen sejak masa kampus dan kita selalu ngomongin gear dan musik. Bagas sendiri udah jadi drummer buat BAP. ketika main live.

Lucu sih, dulu awalnya gue sering micro manage beberapa latihan pertama band ini, tapi lama-lama gue bodo amat soalnya mereka semua jago dan kreatif. Gue kebiasaan ngatur-ngatur karena dulu biasa bikin musik sendiri. Setelah ketemu orang-orang yang tepat, gue kayak "ya udahlah." Motivasi untuk berbagi ide dan nge-jam bareng semakin muncul, dan gue senang dengan itu.

Kenapa "Jon Devoight" dipilih sebagai single pertama? Liriknya ada hubungannya sama aktor Jon Voight?
Gue dan anggota yang lain pengin bikin orang kaget dengan lagu pertama. Plus, itu lagu pertama yang kita rekam bareng-bareng dan maknanya besar buat gue. Kalau untuk konten lirik, gue pengin lebih terbuka buat interpretasi tapi tetap menaruh pendengar sebagai karakter utama di ceritanya. Gue menggunakan karakter Jon Voight di film Midnight Cowboy sebagai referensi utama di lagu.

Ada kekhawatiran pendengar bingung karena perubahan drastis musik di album kedua elo ini?
Gue bikin proyek ini karena ingin mengeluarkan beberapa hal dari kepala. Buat gue sangat penting bisa mengekspresikannya dengan format seperti ini. Gue udah siap kalau orang kebingungan. Gue paham kok. Beberapa orang juga mungkin sudah paham gue akan memilih rute ini berdasarkan Monkshood, tapi ya beginilah adanya.

Monkshood kan sukses di mata banyak kritikus musik. Status itu ngasih elo tekanan? Apa ekspektasi elo dari sound baru ini?
Kalau mulai ditanya gini baru kepikiran sih [tertawa]. Semua orang berhak punya opini sendiri-sendiri, itu gapapa. Gue senang kalau orang suka dengan arahan baru musik gue, tapi kalau enggak ya gapapa juga. Gue bikin proyek ini secara total dan gak main aman, jadi gue sama sekali gak nyesel. Gue senang aja bisa bikin musik yang dulu gue mimpikan pas masih umur 13 tahun.


"Jon Devoight" adalah single pertama dari album penuh kedua BAPAK bisa kalian dengarkan di tautan atas. Album debut BAPAK, Dog Year Miasma akan dirilis segera.

Yudhistira Agato menulis untuk VICE, bermusik bersama Vague serta Jirapah. Follow dia di Twitter